Langkah tim putra dan putri MAN 10 Jakarta (AliyahX) di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Jakarta harus terhenti lebih awal.
Pada 21 Agustus 2026, tim putra harus mengakui keunggulan SMA 1 Penabur Jakarta di laga pertama mereka musim ini dengan skor akhir 30-16.
Hal serupa juga harus dirasakan oleh tim putri. Mereka menelan kekalahan dari SMA IPEKA Puri Indah Jakarta 2 hari berikutnya dengan skor akhir 23-16.
Tentu hasil tersebut belum sepenuhnya memenuhi harapan AliyahX. Namun, itu bukan berarti mimpi mereka langsung padam.
Sebab, sejak pertama kali dilatih oleh Mukhlis Hasan Daulay, skuad AliyahX selalu memiliki satu tujuan yang besar.
“Saya mau buat sejarah dengan membawa sekolah madrasah bisa lolos ke Championship dan sampai juara di Jakarta. Itu yang membuat saya terus bertahan. Lebih pride lagi kalau yang dibawa ke final dan sampai juara adalah almamater sendiri,” sebut Coach Mukhlis.
Baca Juga: Ayasha-Aqylla, Dua Sahabat yang Bertemu Sebagai Rival di Final DBL South Jakarta
***
Coach Mukhlis telah lama menjadi bagian dari jajaran pelatih AliyahX. Bahkan, ia sudah 19 tahun berkiprah di sana.
Pada 2002, Coach Mukhlis masih berstatus sebagai siswa kelas XII di MAN 10 Jakarta. Meski begitu, pihak sekolah telah memberi kepercayaan kepadanya untuk memegang tim basket mereka.
“Saat itu diminta untuk menjadi pelatih ekskul basket karena di MAN 10 basketnya belum terlalu aktif,” cerita Coach Mukhlis.
Selama dinahkodai Coach Mukhlis, AliyahX mulai mengukir beragam prestasi di tingkat regional secara perlahan. Sampai pada 2010, ia akhirnya memutuskan untuk berhenti sementara dalam melatih AliyahX.
“Saya vakum untuk coba fokus ke MTs dan MA Annajah. MTs Annajah dulu rutin ikut JRBL dari 2013 sampai 2018. Untuk DBL, MA Annajah hanya tim putri yang ikut pada 2013, 2014, dan 2017. Alhamdulillah ada satu pemain Annajah pada 2014 yang masuk First Team,” ungkapnya.
Baca Juga: Dua Rival Fenomenal akan Berjumpa, Pangudi Luhur Bawa Misi Penebusan

Mukhlis Hasan Daulay saat melatih tim putra MAN 10 Jakarta di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Jakarta
Seiring berjalannya waktu, keinginan Coach Mukhlis untuk kembali membela almamater jadi semakin kuat. Terlebih, anak-anak AliyahX sungguh berharap untuk dilatih olehnya. Ada mimpi yang masih perlu untuk digapai dan diperjuangkan.
Coach Mukhlis akhirnya membina AliyahX lagi mulai tahun 2015. Pada saat yang bersamaan, AliyahX juga menjalani debutnya di panggung DBL Jakarta.
Maka dari itu, Coach Mukhlis telah menjadi saksi perjuangan mereka untuk terbang ke level yang lebih tinggi setiap tahunnya. DBL West Jakarta 2026 menjadi musim ke-8 AliyahX bermain di ajang ini.
***
Ada banyak alasan AliyahX tetap konsisten berlaga di DBL West Jakarta. Bermain di Final DBL Jakarta dan merasakan atmosfer panggung tertinggi salah satunya.
AliyahX pun telah membuktikan bahwa mereka mampu untuk bersaing merebut posisi di partai puncak itu. Tim putri mereka sempat berhasil lolos ke Fantastic Four pada 2022 silam.
Keinginan itu semakin mantap ketika Final DBL Jakarta pertama kali diselenggarakan di Indonesia Arena pada 2023. Semakin banyak mata yang melihat aksi para pemain di tempat itu.
Antusiasme dari seluruh elemen yang terlibat, mulai dari para pemain, penonton, suporter, orangtua hingga sahabat membuat atmosfer di lapangan jadi semakin meria dan berbeda dari pertandingan pada umumnya.
Baca Juga: Arahan Coach Becca Bawa PSKD 1 Lengserkan Juara Musim Lalu!
“Keinginan kita buat main di Final DBL Jakarta besar banget! Menurutku, bermain di final itu bakal jadi pengalaman yang luar biasa dan jadi kebanggaan tersendiri. Apalagi kalau bisa membawa nama sekolah di panggung sebesar itu,” sebut Syifa Fauziah, salah satu anggota tim putri AliyahX.
Coach Mukhlis juga percaya bahwa bermain di Final DBL Jakarta merupakan suatu hal yang telah dinanti-nanti oleh anak didiknya. “Ini sudah menjadi cita-cita mereka. Rangkaiannya pun dikemas dengan sangat mewah dan entertaining,” ujarnya.
Maka dari itu, Coach Mukhlis dan anak-anak AliyahX terus berusaha untuk meningkatkan kualitas tim setiap tahunnya. Bagaimanapun, awalnya Coach Mukhlis tetap menghadapi sejumlah tantangan dalam perjalanannya.
“Dulu sekitar 50 persen pemain MAN 10 ketika masuk kemampuan bermain basketnya masih dasar, sehingga kita masih sangat kurang untuk bersaing di DBL Jakarta,” jelasnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, Coach Mukhlis akhirnya berhasil mengasah kemampuan fundamental anak-anak AliyahX menjadi semakin matang. Ditambah dengan mengikuti sejumlah turnamen menjelang DBL West Jakarta, mentalitas dan jam terbang mereka pun turut meningkat.

Pemain tim putri MAN 10 Jakarta mengendalikan bola ketika berhadapan dengan SMA IPEKA Puri Indah Jakarta di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Jakarta
Lebih lanjut, anak-anak AliyahX juga terus berusaha untuk memaksimalkan sesi latihan yang ada untuk menjemput mimpi mereka secara bertahap di Final DBL Jakarta.
Sejak tahun kemarin, mereka terus bertekad untuk meningkatkan kemampuan individu, komunikasi, dan kerja sama tim. “Kita juga harus bisa saling mengerti dan percaya satu sama lain di lapangan,” tutur Syifa.
Baca Juga: Muhammad Rafa, Warisi Basket dari Ayah hingga Berani Jemput Mimpi di Ibu Kota
Syifa dan teman-teman AliyahX pun belajar untuk tidak mudah menyerah, tertuama ketika hasil pertandingan tidak sesuai harapan. Dengan evaluasi yang lengkap, mereka mendapatkan bekal yang sangat bermanfaat demi bisa mencapai partai final pada kesempatan berikutnya.
“Setiap proses yang kita jalanin bareng-bareng pasti punya arti dan pelajaran buat kita semua,” tegas Syifa.
Kini, AliyahX memasang target untuk memberikan hasil yang jauh lebih baik pada musim berikutnya. Menurut Coach Mukhlis, sesi latihan yang intens belum cukup untuk membuat timnya semakin berapi-api di lapangan.
“Mereka harus punya role model. Jadi minimal ada motivasi untuk punya kemampuan seperti apa,” kata Coach Mukhlis.
Mimpi untuk menjadi sekolah madrasah pertama yang mengangkat trofi juara di Final DBL Jakarta terus dirawat oleh Coach Mukhlis selama hampir dua dekade.
Meski dilakukan secara perlahan, ia yakin anak-anak AliyahX dapat merasakan panggung tersebut suatu saat nanti.
Para pemain pun tidak akan menyerah untuk menggapai mimpi tersebut. Mereka akan selalu memberikan yang terbaik dan berjuang mati-matian untuk membanggakan sekolah dan semua orang yang sudah mendukung perjalanan mereka.
“Intinya tetap trust the process dan jangan berhenti berusaha. Semoga tahun depan kita bisa kasih hasil yang lebih baik, dan siapa tahu kita bisa selangkah lebih dekat sama mimpi kita buat main di Final DBL Jakarta,” pesan Syifa kepada rekan-rekan setimnya.
“Let’s grow and fight together! Semangat terus buat kita semua!” tutupnya.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Baca Juga: Sempat Homesick, Evelyn Papuana Belajar Makna Tangguh di Perantauan
Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)