Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti beberapa waktu lalu mengungkapkan bahwa kebijakan tidak otomatis naik kelas akan mulai diterapkan pada tahun ajaran 2027/2028.
Melalui peraturan ini, kenaikan kelas siswa akan ditentukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari pencapaian akademik hingga perkembangan karakter. Rencana tersebut muncul sebagai respons atas usulan para guru yang menyoroti kebijakan kenaikan kelas secara otomatis.
Sebelumnya, pada masa kepemimpinan Nadiem Makarim sebagai Mendikbudristek, kebijakan kenaikan kelas lebih berfokus pada proses pembelajaran dan pendampingan siswa. Pendekatan tersebut kemudian memunculkan persepsi di tengah masyarakat bahwa setiap siswa akan otomatis naik kelas.
Kebijakan ini menjadi salah satu langkah untuk menjaga mutu pendidikan di Indonesia dengan memastikan setiap siswa memenuhi capaian pembelajaran sebelum melanjutkan ke jenjang berikutnya. Prinsip serupa juga menjadi perhatian DBL Indonesia dalam mendukung perkembangan para student-athlete.
Sebagaimana diketahui, DBL Indonesia menerapkan aturan tegas bahwa siswa yang tidak naik kelas tidak diperbolehkan mengikuti kompetisi. Dengan begitu, prestasi di lapangan tetap berjalan beriringan dengan tanggung jawab akademik di sekolah.
Baca Juga: Abigail dan Lady, Kakak-beradik yang Kompak Antar Gonzaga hingga Championship
Kebijakan tersebut memperoleh respons positif dari partisipan Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Jakarta. Termasuk, Maria Nikkita Mega Melati selaku manajer sekaligus guru Sejarah SMA Gonzaga Jakarta.
“Di Gonzaga sendiri, kami menggunakan kurikulum pemerintah. Meskipun sempat ada peraturan otomatis naik kelas, kami tetap ada kebijakan tidak naik kelas. Kalaupun nanti ada kebijakan tidak naik kelas dari pemerintah, hal itu bukan kebijakan baru bagi kami. Jadi, anak-anak sudah paham untuk tetap mempertahankan nilai, walaupun sibuk basket,” ungkap Ibu Maria, begitu ia disapa.

Potret Maria Nikkita Mega Melati saat mendampingi tim putri SMA Gonzaga Jakarta di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Jakarta Championship
Selama ini, Ibu Maria bersama pihak sekolah senantiasa mengingatkan para siswa untuk tidak mengesampingkan tanggung jawab akademik. Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui program pendampingan khusus bagi siswa yang membutuhkan waktu belajar tambahan agar mereka tetap bisa mengikuti pembelajaran dengan optimal.
Sebagai manajer sekaligus guru, Ibu Maria pun menyetujui adanya penggunaan istilah “student-athlete” yang berlaku dalam lingkup DBL.
“DBL kan tidak memperbolehkan anak enggak naik kelas atau pindahan dari sekolah lain. Memang kalau dari sisi manajer, butuh waktu panjang untuk ngumpulin rapor murid, tapi saya suka sama sistem ini karena mereka enggak akan seenaknya. Dengan begitu, pemain juga tetap mau belajar,” ungkapnya.
Pandangan serupa juga disampaikan Paschalis Cahya Irawan, manajer sekaligus guru Sosiologi di Kolese Kanisius Jakarta. Ia menjelaskan bahwa sekolah tetap mempertahankan kebijakan tidak naik kelas, bahkan ketika aturan tersebut sempat tidak diterapkan oleh pemerintah.
Bapak Paschalis, begitu ia akrab disapa, menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukan sekadar formalitas. Pasalnya, setiap tahun ajaran masih terdapat siswa yang dinyatakan tidak naik kelas karena belum memenuhi ketentuan akademik yang ditetapkan sekolah.
“Kanisius memang punya pertimbangan ketat untuk menentukan apakah murid bisa naik kelas atau tidak. Kalau memang tidak bisa naik kelas, kami berikan solusi untuk mengulang atau mengejar ketertinggalan,” ujarnya.
Di tengah padatnya jadwal pertandingan pun, para penggawa Kanisius tetap dituntut untuk memprioritaskan kewajiban akademik, termasuk mengikuti ujian sekolah dan memenuhi tanggung jawab dalam pembelajaran.
“Sebenarnya, mereka tidak bisa benar-benar off pelajaran. Kalau ada pertandingan di jam pelajaran, mereka tetap harus sekolah dulu. Begitu juga dengan jadwal latihan yang disusun setelah pulang sekolah. Karena kalau di sekolah, yang pertama tetap akademik,” ucapnya.
Baca Juga: Sengit Lagi! Pangudi Luhur Kembali Paksa Buksi Terima Kekalahan Dramatis
Sementara itu, Alfiansyah Bagas Aditya, salah satu penggawa SMA Pangudi Luhur Jakarta, turut membagikan pandangannya mengenai kebijakan tersebut. Baginya, menjadi seorang student-athlete berarti harus mampu membagi fokus dan menjaga keseimbangan antara tanggung jawab akademik dan aktivitas di luar sekolah.
“Akademik itu juga penting untuk kuliah nanti. Jadi, enggak cuma basket, tapi akademiknya juga harus diutamakan soalnya buat masa depan juga,” ungkapnya.
Menurutnya, keseimbangan antara akademik dan nonakademik juga perlu ditunjang oleh lingkungan sekolah yang suportif. Inilah yang menjadi salah satu alasan pemain kelas X itu memilih menempuh pendidikan di SMA Pangudi Luhur Jakarta, sekolah yang menurutnya mampu memberikan ruang bagi siswa untuk berkembang, baik dalam bidang akademik maupun basket.
Pada akhirnya, pendidikan tetap menjadi fondasi penting yang tak bisa dipisahkan dari perjalanan seorang student-athlete. Prinsip inilah yang juga dipegang DBL Indonesia, bahwa prestasi di lapangan harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab akademik. Sebab, keberhasilan seorang pemain bukan hanya diukur dari pencapaiannya dalam basket, tetapi juga dari bagaimana mereka membangun masa depan melalui pendidikan.
DBL Jakarta 2026 termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 yang siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema “100% Indonesia”. Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final.