Memasuki musim ini, sudah 2 tahun lamanya tim putri SMAN 78 Jakarta (Tujuh Delapan) menguasai takhta tertinggi Jakarta Barat.
Mereka selalu tampil perkasa hingga keluar sebagai Champion Honda DBL with Kopi Good Day West Jakarta. Capaian tersebut memastikan posisi mereka untuk berlaga di babak Championship.
Dengan kata lain, mimpi untuk bermain di Final DBL Jakarta yang diselenggarakan di Indonesia Arena semakin berada di depan mata.
Dalam kurun waktu itu, Tujuh Delapan masih mencari pelajaran dan pengalaman melawan tim-tim yang tidak kalah hebat. Harapannya, musim ini mereka dapat kembali ke panggung itu dan mencuri kemenangan demi kemenangan.
Namun, ternyata takdir berkata lain.
Tujuh Delapan belum mampu membawa pulang gelar juara dan mengamankan tiket menuju babak Championship untuk ketiga kalinya secara beruntun. Bahkan, mereka justru harus pulang di laga perdana mereka.
Baca Juga: Final DBL Jakarta yang Selalu Jadi Motivasi Eighty untuk Wujudkan Mimpi
Itu terjadi pada 23 Agustus 2026. Kala itu, mereka berhadapan dengan SMA Dian Harapan Jakarta. Keduanya pernah bertemu pada 2024 dan 2023.
Laga 3 tahun lalu dimenangkan oleh SMA Dian Harapan Jakarta dengan skor tipis 38-35, yang kemudian dibalas dengan kemenangan dominan Tujuh Delapan setahun berikutnya (50-33).
Pertemuan kedua tim pada musim ini pun berlangsung sengit. Kedua tim saling bermain ngotot untuk mencetak angka selama tiga kuarter pertama. Kedudukan yang sempat dimiliki kedua tim tidak pernah melebihi dua poin.
Kuarter keempat akhirnya menjadi pembeda. SMA Dian Harapan Jakarta langsung menunjukkan penyerangan yang impresif dengan total 12 poin. Di sisi lain, Tujuh Delapan hanya mampu mengumpulkan tiga poin. SMA Dian Harapan Jakarta akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor akhir 19-8.
Dengan begitu saja, sang juara bertahan harus tumbang. Hari yang awalnya direncanakan untuk dijalani dengan senyuman, justru harus diakhiri dengan tangisan dan derai air mata di GOR Grogol Jakarta Barat.
Momen tim putri SMAN 78 Jakarta setelah kalah di laga perdana mereka di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Jakarta
***
Bermain di Final DBL Jakarta sebetulnya sudah sering menjadi topik obrolan anak-anak Tujuh Delapan. Dengan capaian yang mereka raih dalam 2 tahun terakhir, mereka memang memiliki kesempatan yang berarti untuk melesat dan berdiri di panggung itu.
“Bahkan, kadang kita suka bercanda, ‘Tahun ini kita duduk di bangku suporter, tahun depan kita yang main di lapangan,’” ujar Areta Syahirah Hakim, salah satu pemain andalan Tujuh Delapan.
Kalimat tersebut memang sering mereka jadikan sebagai candaan. Namun, jauh dalam lubuk hati mereka, itu merupakan sebuah mimpi yang ingin digapai secara serius. Itu adalah harapan yang mereka simpan dan rawat bersama-sama.
“Kita pengin suatu saat nanti bisa ngerasain sendiri gimana berdiri di lapangan Indonesia Arena, bukan cuma jadi penonton,” tambah Areta.
Hal tersebut akhirnya berubah menjadi motivasi untuk srikandi Tujuh Delapan untuk terus berkembang dan mengasah permainan mereka menjadi lebih baik untuk kedepannya.
Demi meraih mimpi yang sama, mereka akhirnya semakin kompak untuk berjuang. Seluruh anggota Tujuh Delapan sama-sama mengorbankan banyak waktu luang mereka demi tampil mentereng di lapangan.
Baca Juga: Ingin Ukir Sejarah, AliyahX Terus Rawat Mimpi Bermain di Final DBL Jakarta
“Menurut aku yang paling kerasa itu gimana kita harus sama-sama ngatur waktu, tenaga, dan prioritas. Di tengah kesibukan sekolah, kita tetap harus latihan, bahkan ketika capek atau ada hal lain yang harus dikerjain,” cerita Areta.
Tidak jarang pula Tujuh Delapan harus merelakan waktu untuk bersenang-senang bersama teman di luar lapangan. Kendati demikian, mereka tetap saling menguatkan satu sama lain agar tetap konsisten untuk meraih tujuan besar mereka.
“Keinginan kita buat main di Final DBL Jakarta besar banget, dan kita bakal lebih giat buat latihan dan mempersiapkan DBL tahun depan agar lebih baik lagi dari tahun ini,” tegas Areta.
***
Maka dari itu, Tujuh Delapan telah memiliki target yang jelas pada musim berikutnya. “Pastinya kita pengin jadi Champion!” ujar Areta.
Kekurangan pada musim ini akan menjadi pelajaran agar mereka dapat bermain lebih kompak dan maksimal.
Areta Syahirah Hakim mengendalikan bola untuk SMAN 78 Jakarta di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Jakarta
Terkhusus untuk Areta, gelaran musim depan merupakan kesempatan terakhirnya untuk membawa bangga Tujuh Delapan di panggung DBL Jakarta. Tentu ia ingin menghidupi momen tersebut sebaik mungkin.
Namun, menurutnya, DBL bukan hanya tentang menang atau kalah. “DBL juga tentang proses, pengalaman, dan kebersamaan tim,” jelasnya.
Chemistry antaranggota tim juga tidak kalah penting untuk menggapai mimpi di DBL Jakarta musim depan. Karena itu, Areta berharap Tujuh Delapan dapat menjaga semangat dan persaudaraan mereka.
Baca Juga: Di Balik Sukses Al-Maruf, Ada Semangat 'Tetap Sama-sama Sampai Indonesia Arena'
“Karena buat jadi Champion itu bukan cuma soal siapa yang paling jago, tapi juga gimana kita bisa berjuang sebagai satu tim,” kata Areta.
Lebih Lanjut, Areta dan Tujuh Delapan juga telah belajar untuk tidak cepat puas dengan seluruh capaian yang telah mereka raih. Semua pengalaman tersebut merupakan bekal yang berharga untuk berdiri gagah di Final DBL Jakarta dan Indonesia Arena.
“Kita sudah punya mimpi yang sama. Jadi, semoga tahun depan kita bisa buktikan kalau usaha kita selama ini bisa membawa kita sampai jadi Champion DBL Jakarta,” tutup Areta.
DBL West Jakarta 2026 termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027, yang terselenggara di 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Setiap musimnya, DBL Indonesia juga menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan kerseruan AZA 3X3 Competition dan AQUA DBL Dance 2026-2027, yang mengusung tema “100% Indonesia”. Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final.
Baca Juga: Made Arkananta, dari Cedera Fibula hingga Mimpi ke Indonesia Arena
Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)