DBL ACADEMY

Junior DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Persaingan di setiap region telah usai, kini giliran 15 tim dance terbaik Jakarta yang bersiap mencuri perhatian lewat penampilan mereka di panggung Top 15 AQUA DBL Dance 2026 Jakarta.

Kelima region, mulai dari North Jakarta, West Jakarta, Central Jakarta, East Jakarta, dan South Jakarta, telah mengirimkan tiga tim terbaik atau Best Three untuk melanjutkan perjalanan mereka ke babak berikutnya.

Perjalanan belum berakhir. Kelima belas tim ini akan kembali unjuk gigi dalam penampilan perdana mereka sebagai Top 15 AQUA DBL Dance 2026 Jakarta. Momen ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan kreativitas, karakter, dan konsep koreografi yang telah mereka persiapkan.

Aksi mereka akan berlangsung bersamaan dengan Final Party Junior DBL 2026 Jakarta di GOR Bulungan, Jakarta Selatan pada Kamis, 29 Oktober 2026 pukul 16.15 WIB. 

Lebih dari sekadar menyuguhkan koreografi yang memukau, setiap tim juga ditantang untuk menampilkan energi, kekompakan, serta kemampuan menerjemahkan tema “100% Indonesia” ke dalam pertunjukan yang berkesan.

Penampilan di babak Top 15 ini menjadi salah satu langkah penting dalam perjalanan mereka menuju Best Five AQUA DBL Dance 2026 Jakarta. Nantinya, kelima tim terpilih tersebut akan mendapatkan kesempatan untuk tampil di panggung Indonesia Arena, bertepatan dengan Final DBL Jakarta 2026.

Lantas, siapa saja para penyandang Top 15 AQUA DBL Dance 2026 Jakarta? Berikut daftarnya!

North Jakarta

SMA Calvin Jakarta (Vozeer Crew)

Sma calvin jakarta

Vozeer Crew menjadikan AQUA sebagai sumber inspirasi utama dalam menerjemahkan tema “100% Indonesia”.

Konsep tersebut berangkat dari AQUA sebagai produk air minum dalam kemasan pertama yang lahir di Indonesia sejak 1973. 

Tak berhenti di sana, Vozeer Crew turut mengangkat filosofi sumber air AQUA yang berasal dari mata air pegunungan di berbagai wilayah Indonesia. Bagi mereka, keberagaman sumber tersebut menjadi gambaran Indonesia yang terdiri dari begitu banyak perbedaan, tetapi tetap bersatu sebagai satu bangsa.

SMA Santo Yakobus Jakarta (Equeelus)

Sma santo yakobus jakarta

Sejak kecil, banyak anak Indonesia sudah diajarkan untuk berani bermimpi setinggi langit. Namun, tak jarang mimpi tersebut perlahan bergeser mengikuti standar kesuksesan yang dibentuk lingkungan. 

Profesi seperti dokter, pengacara, presiden, atau insinyur sering dianggap sebagai gambaran kesuksesan, sementara mimpi menjadi petani, nelayan, atau seniman justru tidak selalu mendapat sorotan yang sama.

Lewat penampilannya, Equeelus ingin membalik pandangan tersebut. Mereka mengingatkan bahwa Indonesia tidak hanya dibangun oleh orang-orang dengan profesi yang terlihat bergengsi, tetapi juga oleh mereka yang bekerja di sawah, mengarungi lautan, hingga berdiri di atas panggung untuk menjaga identitas bangsa.

SMA Jubilee Jakarta (The Sapphire Crew)

Sma jubilee jakarta

The Sapphire Crew memilih Bali sebagai titik awal cerita mereka. Mengusung konsep “Island Girl”, tim dance SMA Jubilee Jakarta terinspirasi dari Bali yang selama ini dikenal sebagai salah satu ikon Indonesia di mata dunia.

Nuansa budaya Bali terasa lewat penggunaan gamelan dan gerakan tari tradisional yang kemudian dipadukan dengan lagu-lagu dari girl group no na. Perpaduan tersebut menciptakan sebuah penampilan yang mempertemukan akar budaya Nusantara dengan sentuhan modern yang dekat dengan generasi muda.

West Jakarta

SMA IPEKA Puri Indah Jakarta (Camaraderie)

Sma ipeka puri jakarta

Camaraderie mengangkat cerita yang dekat dengan kehidupan pelajar: perbedaan dalam kelompok pertemanan.

Perbedaan karakter, lingkungan, dan cara berpikir terkadang menciptakan sekat hingga memunculkan persaingan. Namun, perjalanan dalam penampilan mereka justru menunjukkan bagaimana perbedaan dapat berubah menjadi kekuatan.

Dari kelompok-kelompok yang terpisah, para penari perlahan belajar memahami satu sama lain. Aktivitas seperti belajar, bermain permainan tradisional, hingga bergotong royong menjadi simbol proses membangun kebersamaan.

Semangat Bhinneka Tunggal Ika semakin terasa melalui perpaduan instrumen tradisional Indonesia dan sentuhan modern. Sebuah gambaran bahwa budaya dapat berkembang tanpa kehilangan identitas.

SMA Tiara Kasih (Arcane)

Sma tiara kasih jakarta

Arcane mengangkat konsep “Sumpah Pemuda Gen Z Version” dengan membawa semangat patriotisme dan nasionalisme ke dalam bahasa generasi masa kini.

Bagi mereka, semangat “100% Indonesia” lahir dari kecintaan terhadap tanah air dan nilai persatuan yang diwariskan para tokoh bangsa.

Di tengah perkembangan teknologi dan budaya global, nasionalisme tidak harus ditunjukkan dengan cara yang sama seperti generasi terdahulu. Melalui perpaduan jiwa, raga, dan irama, Arcane menunjukkan bahwa kecintaan terhadap Indonesia tetap bisa tumbuh dengan cara yang relevan bagi Gen Z.

SMA Pelita 2 Jakarta Barat (Athena)

Sma pelita 2 jakarta barat

Athena membawa kembali sosok Saras 008, superhero perempuan karya anak bangsa yang pernah menjadi ikon budaya pop Indonesia pada era 1990-an.

Saras tidak hanya digambarkan sebagai sosok dengan kekuatan super, tetapi juga sebagai Pahlawan Kebajikan yang berani melindungi orang lain, menegakkan kebenaran, dan membantu sesama. Melalui koreografi bernuansa modern, Athena ingin mengenalkan kembali karakter tersebut kepada generasi muda.

Pesan yang dibawa pun sederhana, yakni menjadi pahlawan tidak selalu membutuhkan kekuatan super. Keberanian, kepedulian, integritas, dan kemauan untuk berbuat baik juga merupakan bentuk kepahlawanan.

Central Jakarta

Sekolah Bunda Mulia Jakarta (Voyance)

Sekolah bunda mulia jakarta

Voyance mengangkat gagasan tentang bagaimana seseorang pertama kali mengenal Indonesia. Bagi mereka, Bali bisa menjadi salah satu pintu pertama untuk mengenal Indonesia melalui keindahan yang telah dikenal hingga ke mata dunia.

Namun, Indonesia tidak berhenti pada satu pulau yang familiar. Di baliknya terdapat begitu banyak budaya, tradisi, cerita, dan identitas yang tersebar di seluruh penjuru negeri.

Melalui penampilannya, Voyance mengajak penonton untuk melihat lebih jauh dan menemukan keberagaman yang mungkin belum terlihat. Bagi mereka, keindahan Indonesia justru terletak pada begitu banyak perbedaan yang dapat bertemu dalam satu harmoni.

SMA Santa Theresia Jakarta (Theresiance)

Sma santa theresia jakarta

Theresiance membawa pesan tentang keberagaman dan bagaimana perbedaan dapat hidup berdampingan tanpa menjadi alasan untuk terpecah. 

Konsep mereka berangkat dari Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki beragam suku, budaya, ras, agama, bahasa, hingga identitas daerah yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Representasi keberagaman juga terlihat dari musik yang mengiringi penampilan mereka. Sejak awal, Theresiance menggunakan remix berbagai lagu tradisional Indonesia yang diolah menjadi sejumlah genre modern seperti hip-hop, litefeet, afro, waacking, dan gaya lainnya. 

SMA Santa Ursula Jakarta (RBS Ursula)

Sma santa ursula jakarta

RBS Ursula memilih menjadikan para musisi Indonesia dari berbagai era sebagai sumber inspirasi dalam penampilannya sekaligus bentuk apresiasi terhadap karya-karya yang telah ikut mewarnai perkembangan industri musik Indonesia.

Bagi RBS Ursula, setiap generasi memiliki warna dan cerita tersendiri dalam perjalanan musik Tanah Air. Karya para musisi dari era berbeda pun menjadi bagian dari proses panjang yang membuat musik Indonesia terus berkembang hingga hari ini.

Lewat penampilan tersebut, RBS Ursula ingin mengajak penonton kembali mengingat bagaimana musik Indonesia mengalami evolusi dari masa ke masa. Berbagai pengaruh dan karakter dari tiap era dirangkai menjadi satu pertunjukan sebagai bentuk penghargaan kepada para musisi yang telah lebih dulu berkarya sekaligus menginspirasi generasi setelahnya.

East Jakarta

SMA Labschool Jakarta (Diva)

Sma labschool jakarta

Diva membuka penampilan dengan koreografi bernuansa hip-hop yang dipadukan dengan musik energik. Berbagai aksi kejutan turut menghiasi penampilan mereka sebelum koreografi perlahan berubah dengan timbulnya elemen tradisional Indonesia.

Nuansa emerald green yang mendominasi kostum Diva memberikan kesan mewah. Penampilan tersebut semakin kuat dengan penggunaan berupa topeng khas Kalimantan yang dihiasi sentuhan warna kuning keemasan, sekaligus mempertegas pesan mengenai keberagaman budaya Indonesia. 

Penampilan konsep hip-hop di awal pertunjukan menjadi gambaran kehidupan generasi muda Indonesia yang tumbuh di tengah perkembangan budaya modern. Peralihan menuju unsur tradisional kemudian menjadi simbol tumbuhnya kembali kesadaran generasi muda akan kebudayaan Indonesia yang kerap tertutup oleh derasnya perubahan zaman.

SMA Don Bosco 2 Jakarta (Euphoria)

Sma don bosco 2 jakarta

Euphoria memilih menghadirkan kembali nostalgia dari salah satu girlband pelopor Indonesia, 7Icons. Lagu ikonik “Playboy” menjadi bagian utama dalam penampilan mereka untuk menghidupkan kembali nuansa era tersebut lewat sentuhan koreografi yang lebih modern dan penuh energi.

Bukan sekadar bernostalgia, Euphoria ingin menunjukkan semangat karya anak bangsa sekaligus merayakan inovasi generasi muda. 

Terinspirasi dari kemurnian AQUA, mereka memadukan kesegaran jiwa muda dengan energi yang dituangkan dalam setiap gerakan. Ikon dari masa lalu pun dikemas kembali melalui aksi panggung yang kreatif dan merepresentasikan semangat anak muda masa kini

SMAN 36 Jakarta (Rebellium Crew)

Sman 36 jakarta

Rebellium Crew membawa penonton menuju jantung Kalimantan. Lewat koreografi yang mereka bawakan, Burung Enggang menjadi tokoh utama dalam cerita tentang identitas, alam, hingga warisan leluhur yang terus dijaga.

Burung Enggang sendiri dikenal sebagai simbol kekuatan, keberanian, kemakmuran, sekaligus representasi warisan leluhur masyarakat Kalimantan. Rebellium Crew kemudian menjadikannya sebagai pengingat bahwa budaya yang diwariskan bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan sesuatu yang perlu dirawat dan diteruskan oleh generasi berikutnya.

Kepakan sayap Enggang dalam penampilan Rebellium Crew pun menggambarkan semangat untuk membawa nilai-nilai Kalimantan menuju masa depan. Melalui kesempatan ini, mereka ingin menebarkan pesan tentang menjaga alam, menghormati budaya, dan melestarikan warisan leluhur merupakan bagian dari upaya mempertahankan identitas bangsa.

South Jakarta

SMAN 3 Jakarta (Pesona Cipta Teladan)

sman 3 jakarta

Pesona Cipta Teladan memilih Bali sebagai sumber inspirasi lewat konsep “Segara Bali”. Pertunjukan tersebut menggambarkan keselarasan antara alam dan budaya yang menjadi salah satu karakter kuat Pulau Dewata.

Keindahan laut dan alam Bali menjadi bagian penting dalam cerita yang mereka bawa. Bukan sekadar menjadi latar kehidupan, alam ditempatkan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari nilai serta budaya masyarakat Bali. Kehidupan masyarakat pun berjalan berdampingan dengan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Harmoni tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam pertunjukan untuk menunjukkan bagaimana alam dan budaya dapat saling memberikan kehidupan. Di tengah perkembangan zaman, keduanya tetap memiliki peran penting dalam membentuk identitas Bali sekaligus menjadi warisan yang perlu terus dijaga.

SMAN 6 Jakarta (Pesona Cipta Mahakam)

Sman 6 jakarta

Pesona Cipta Mahakam berusaha mengangkat keindahan Papua melalui perpaduan budaya, musik, dan koreografi. Mereka mengajak penonton menyelami kekayaan tradisi Papua sekaligus mengenal salah satu elemen budaya yang menjadi bagian penting dalam penampilan mereka, yakni tifa.

Tifa merupakan alat musik tradisional Papua yang menghasilkan irama khas. Lebih dari sekadar pengiring musik, tifa juga menjadi simbol kebersamaan yang menyatukan langkah dan menciptakan harmoni.

Menariknya, penampilan ini tidak hanya bertumpu pada unsur tradisional. Pesona Cipta Mahakam turut memadukan gerakan tari modern untuk menghadirkan sentuhan yang lebih dinamis. Perpaduan tersebut menjadi gambaran bagaimana akar budaya dapat berjalan beriringan dengan energi generasi muda masa kini.

SMA Al Izhar Jakarta (Seraphina Crew)

Sma al izhar pondok labu

Seraphina Crew memilih legenda Jaka Tarub dan Dewi Nawang Wulan sebagai dasar penampilan mereka. Namun, kisah tersebut tidak sekadar dibawakan ulang. Mereka menginterpretasikannya melalui perspektif women empowerment, terutama tentang keberanian seorang perempuan untuk menemukan kembali jati dirinya.

Dalam cerita yang mereka angkat, Nawang Wulan kehilangan kesempatan untuk kembali ke kayangan setelah selendangnya dicuri Jaka Tarub. Keadaan tersebut membuatnya harus tinggal bersama Jaka Tarub dan kehilangan kebebasan untuk kembali menjadi dirinya sendiri.

Hingga akhirnya, Nawang Wulan menemukan kembali selendangnya. Alih-alih bertahan dalam keadaan yang membatasi dirinya, ia memilih meninggalkan Jaka Tarub dan kembali ke kayangan. Bagi Seraphina Crew, keputusan tersebut menjadi simbol keberanian perempuan untuk mengambil kembali kebebasan sekaligus menentukan jalan hidupnya sendiri.

AQUA DBL Dance 2026 Jakarta termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 yang mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. 

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema “100% Indonesia”. Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final.

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS