ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

MAINMAIN

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

The Last Dance (Foto: ESPN)

Ada banyak pelajaran yang bisa dipetik dari serial The Last Dance yang mengisahkan tentang Michael Jordan. Serial yang diproduksi oleh ESPN dan Netflix tersebut mengajarkan bahwa kesuksesan Jordan tak lepas dari peran keseluruhan tim Chicago Buls saat itu.

Jordan meraih kesuksesan besar ketika membela Bulls. Ia mendapat enam cincin juara NBA dari dua periode memperkuat tim yang bermarkas di United Center itu. Jordan punya partner hebat, yakni Scottie Pippen dan Dennis Rodman. Juga pelatih bermental juara: Phil Jackson.

"Aku rasa yang keren dari rekan satu tim Jordan saat itu adalah mereka memahami peran masing-masing. Bahwa tidak semua pemain dalam tim harus jadi seorang scorer," kata si anak ajaib, Andreas Marcellino Bonfilio dalam DBL Talks bersama Rocky Padila di akun Instagram @dblindonesiaofficial, Jumat (22/5) malam.

Bonfil mencontohkan peran Rodman di Bulls. Power forward yang juga terkenal sebagai Raja Rebound itu, lebih fokus pada defense dan rebound untuk membantu timnya meraih gelar juara. Tugasnya benar-benar dijalankan dengan sempurna.

"Peran Rodman itu penting ketika ia fokus dengan perannya. Rodman memberi jalan rekan satu timnya untuk mencetak poin. Menurutku Jordan jadi terbantu dengan punya rekan satu tim seperti dia," ucap MVP Honda DBL East Java Series 2019 itu.

Pebasket asal Blitar ini menambahkan,proses sebuah tim dalam mendapatkan gelar juara tak bisa hanya bergantung dengan seorang pemain bintang. "Jordan punya Scottie Pippen, juga punya Dennis Rodman," ujar Bonfil.

"Teman-teman satu timnya pada waktu itu juga support semua. Akhirnya mereka bisa juara. Sebagai pemain bintang, memang lebih enak kalau teman-teman satu timnya bisa jadi support system," imbuh guard sekaligus kapten SMA St. Louis 1 Surabaya ini.(*)

  RELATED ARTICLES
Comments (0)