ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

MAINMAIN

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Raisa Aqila (kiri) saat melawan SMAN 28 di Honda DBL regional Jakarta Selatan (source: DBL Indonesia)

Raisa Aqila kecewa dengan hasil di Honda DBL musim lalu. Sebab, tim putri SMAN 3 Jakarta gagal melangkah jauh sedari penyisihan regional Jakarta Selatan. Srikandi Teladan kandas dari SMAN 28. Sekarang diaingin bangkit. Apalagi Raisa baru saja didapuk sebagai kapten tim Teladan.

Buatnya, pressure sebagai salah satu tim kuat di ibu kota harus bisa dihadapi bersama. Bukan dijadikan beban individu pemain, melainkan untuk bisa jadi cambuk agar lebih baik di musim baru nanti.

Karenanya, setiap kesulitan Raisa percaya harus bisa dilewati dengan kekompakkan tim. Chemistry jadi poin penting agar rekan setimnya mengerti arti dari tanggung jawab.

“Belajar dari tahun lalu, percuma ada pemain hebat kalau tim nggak ada chemistry. Karena kita harus bermain as a team," ucapnya.

Dara 17 tahun itu menyadari chemistry yang baik harus berangkat dari kemauan yang tinggi. Karena itu selama off season ini dia kerap mengingatkan timnya untuk meningkatkan skill individu agar bisa tampil maksimal di Honda DBL, Januari 2021 nanti.

Waktu awal pandemi Raisa turut memberikan materi workout buat dijalankan rekan setimnya di rumah. “Aku juga kasih assignment ke tim buat lari atau sepedaan,” tuturnya.

Untuk memperkuat chemistry biasanya dia sering ngobrol dan hangout. Namun, karena pandemi dia biasa mencairkan suasana melalui grup chat. "Sehingga kita tahu apa saja yang mereka mau pas lagi main di lapangan," katanya.

Raisa yang baru naik ke kelas XII merasakan atmosfer berbeda kala bermain di Honda DBL. Hal itu ia rasakan betul pada debutnya di musim 2019 kemarin. “I was so grateful bisa main di pertandingan gede kayak Honda DBL. Pasti di tahun terakhir bareng Teladan aku nggak mau buang kesempatan," tegasnya.

Ia menambahkan, menjadi juara merupakan semua target tim. Tapi, selain juara ia punya misi besar tersendiri untuk internal tim, yaitu bisa menerima hasil yang diraih dan itu semua merupakan kerja keras tim. Terlepas menjadi juara ataupun tidak.

"Aku mau tunjukkan kalau aku kapten yang baik dengan bisa bawa tim ini juara dengan kekompakkannya,” ucapnya. (*)

  RELATED ARTICLES
Comments (0)