ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

MAINMAIN

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Ridkzy Djauhariansyah (kemeja terang) sewaktu memimpin SMA Kanisius berlaga di Honda DBL DKI Jakarta Series 2019 (source: DBL Indonesia)

Beragam kompetisi basket harus terhenti sejak pandemi. Termasuk kompetisi basket pelajar terbesar di Indonesia, Honda DBL, yang juga harus diundur hingga awal 2021. Tapi, para student athlete tidak perlu gusar. Jerih payah latihan kalian semua bisa kalian tunjukin lewat ajang DBL Play Skills Competition 2020. Kompetisi skill individu virtual ini akan mempertandingkan antar pelajar SMA se-Indonesia.

Baca juga: DBL Play Skills Competition Cari Lima Pemain Terbaik dari Enam Conference

Begitu diluncurkan Jumat (18/9) sore, student athlete dari berbagai penjuru kota di Indonesia pun antusias mendaftar (Baca juga: Baru Dibuka, Slot Pendaftaran Langsung Diburu Peserta. Kamu Kapan Daftar? Dan ternyata bukan hanya para pemain yang memantau event ini, tapi juga para pelatih.

Salah satu pelatih yang antusias dengan kegiatan ini adalah pelatih SMA Kolese Kanisius, Rizky Djauhariansyah. Ia menyambut baik DBL Play Skills Competition ini. Ia melihat kompetisi ini bisa menjadi obat para atlet pelajar yang rindu bersaing di Honda DBL. "Serunya meski sedang pandemi ada wadah baru buat berkompetisi yang aman tapi tetap menantang," tuturnya.

Pelatih first team putra Honda DBL DKI Jakarta Series musim lalu ini juga menambahkan, kompetisi seperti ini sangat kreatif. Dengan begitu, para pemain bisa tahu seberapa kemampuan dirinya dibanding pemain lainnya dari seluruh Indonesia. 

"Selama latihan online anak-anak kan nggak catat capaiannya. Tapi di kompetisi ini, tiap challenge harus diinput dan diranking. Dari sana mereka saling adu rekornya masing-masing,” tandas pelatih yang sukses membawa Kanisius menggondol trofi Honda DBL DKI Jakarta Series-North Region musim lalu.

Coach Fajar Maulana (kiri atas) bersama SMA Regina Pacis Bogor (source: DBL Indonesia)

Senada dengan coach Ridzky, pelatih SMA Regina Pacis Bogor, Fajar Maulana. Juga sangat mengapresiasi DBL Indonesia yang bisa membantu para student athlete biar tetap kompetitif di tengah pandemi seperti ini.

“Ini program yang bagus, soalnya dengan kondisi saat ini, anak-anak perlu tantangan yang bisa memacu kembali semangatnya. Agar mereka tidak jenuh berlatih. Jadi ini merupakan salah satu gebarakan yang baik,” tutur pelatih yang juga pernah menimba ilmu di Honda DBL Camp 2019 itu.

Coach Fajar Maulana saat mengikuti Honda DBL Camp 2019 (source: DBL Indonesia)

Pelatih yang sukses mengantarkan SMA Regina Pacis menjadi kampiun seri Jawa Barat musim lalu ini melihat skill individu setiap pemain sangat penting. Sebab, dirinya melihat setiap pemain harus bisa membuat keputusan sendiri saat di lapangan. "Biasanya saya berikan tugas yang berberbeda sesuai dengan karakter bermain per individu,” pungkas pelatih berusia 25 tahun itu.(*)

  RELATED ARTICLES
Comments (0)