ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

MAINMAIN

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Aldi Apriansyah student athlte dari SMAN 5 Tangerang saat mengerjakan close out drill

Daily challenge hari ini (20/10), Close Out Drill telah berakhir. Tantangan yang satu ini bertujuan melatih kedisiplinan peserta sewaktu bertahan menjaga lawan. Para peserta pun sudah mengunggah video gerakan mereka ke aplikasi DBL Play. Hampir semua peserta mendapatkan poin maksimal di tantangan yang satu ini.

Seperti M. Abdiah dari SMAN 1 Kepahiang yang berhasil meraup poin 25. Student athlete berusia 17 tahun itu begitu semangat. Dirinya juga tercatat sebagai salah satu peserta yang mengupload video tercepat dibanding peserta lainnya. Di database ia tercatat menyelesaikan challenge ini pada pukul 5.30 pagi tadi.

Ia pun memiliki alasan tersendiri soal itu. “Karena kalau pagi badan lagi segar-segarnya,” ucapnya. Baginya, challenge ini tidak terlalu sulit. Apalagi ia merasa punya modal besar untuk mengerjakan challenge ini. “Kuncinya adalah percaya diri. Aku juga cuma satu kali take video untuk tantangan ini,” timpalnya.  

Tak jauh berbeda dari Abdiah, peserta dari SMAN 5 Tangerang, Aldi Apriansyah juga merasa daily challenge hari ini cukup mudah untuk dikerjakan. Dirinya tidak mau kehilangan poin sedikit pun. “Aku menyimak dengan baik instruksinya biar dapat poin maksimal,” imbuhnya. Ia merasa puas bisa mendapat tambahan 25 poin. Sebab, berkat poin itu kini ia bertengger di posisi ketiga West Conference.

“Ini baru awal, kedepannya pasti banyak perubahan dari lawan yang membuat persaingan sangat ketat,” ucapnya. Selain itu, ada dua nama yang ia waspadai hingga saat ini. “Kalau di nasional ada Hishnu dari SMAN 1 Langsa. Sementara di West Conference Albert Fo juga harus diwaspadai,” tambahnya.

Audrey Shafa student athlete dari SMA Terang Bangsa mengerjakan close out drill

Sementara itu dari sektor putri, Audrey Shafa enggan menganggap remeh challenge yang ada di DBL Play Skills Competition. Buatnya, tantangan Close Out Drills juga cukup menguras tenaganya. “Menurutku cukup sulit, karena kaki harus stabil dan terus bergerak. Kita juga harus detail dalam setiap gerakannya, cukup melelahkan,” akunya.

Namun, ia begitu lega setelah tahu dirinya mendapatkan poin maksimal dan bisa melenggang ke posisi puncak West Conference sementara ini dengan raihan total 439 poin. “Masih banyak tantangan lainnya yang perlu saya lewati dengan maksimal,” tutupnya. (*)

  RELATED ARTICLES
Comments (0)