ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

MAINMAIN

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Achmad Mahathir (34) merayakan selebrasi keberhasilan timnya mengalahkan SMAN 2 Muara Enim

SMAN 6 Palembang mengunci satu tiket semifinal DBL 2021 South Sumatera Series. Sixers (julukan SMAN 6) mampu menumbangkan SMAN 2 Muara Enim dengan skor 17-9. Di semifinal nanti, mereka bakal berjumpa pemenang dari laga antara SMA Methodist 2 Palembang kontra SMAN 1 Tanjung Raja.

Pada pertandingan sore hari ini, sebenarnya sangat minim poin yang tercipta. Terutama di tiga kuarter pertama. Namun, secara ritme pertandingan, Smanda ME (julukan SMAN 2), lebih menguasai jalannya laga. Tim besutan Dino Putra itu bahkan unggul di tiga kuarter awal dari Sixers (2-0), (4-3), dan (7-5).

Hanya para penggawa Smanda ME tidak bisa memanfaatkan momentum. Mereka lengah ketika pertandingan masuk di kuarter keempat. Smanda ME kecolongan 12 poin sekaligus. Ary Nafys, guard Sixers membuka asa kemenangan bagi timnya. Pemain bernomor punggung 17 itu sebenarnya scoreless, hingga tiga kuarter pertama. Namun, dirinya berhasil jadi aktor kemenangan di kuarter keempat.

Ary langusng mencetak empat poin beruntun. Dengan memanfaatkan turn over dari lawan, ia dengan mudah melakukan finishing. Big man Sixers, Achmad Mahathir juga mulai menunjukkan kegaharannya. Pemain dengan tinggi 191 sentimeter itu menambah pundi-pundi Sixers unutk memperlebar keunggulan atas lawannya.

Kondisi ini berbanding terbalik dari Smanda ME. Mereka justru seperti terkurung untuk mendulang angka. M. Aidil Pratama dkk hanya mampu mencetak dua angka di kuarter keempat ini. Sementara, Sixers berhasil menambah 12 poin sekaligus. Kemenangan Sixers ini memastikan mereka melenggang ke semifinal dan bakal berhadapan dengan pemenang laga SMA Methodist 2 kontra SMAN 1 Tanjung Raja.

Asisten pelatih Sixers, Rizky Reynaldi mengakui, kalau di tiga kuarter pertama para pemainnya masih terasa nervous. Ia tidak menampik, faktor kelelahan sangat terlihat dari anak didiknya, hingga terlihat bingung di lapangan dan tidak fokus dalam finishing. “Di tiga kuarter awal, mereka kurang tenang, momentum baru kami dapat saat lawan melakukan kesalahan pada kuarter keempat,” pungkasnya. (*)

  RELATED ARTICLES
Comments (0)