ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

MAINMAIN

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Sebagai seorang pelatih, pertandingan basket di Olimpiade Tokyo 2020 tak luput dari pengamatan Athini Mardlatika. Pelatih muda berusia 26 tahun itu mengikuti hampir semua pertandingan, baik kategori 5 versus 5 ataupun 3 lawan 3. Baginya, pesta olahraga dunia empat tahunan itu jadi pelipur lara di tengah jengahnya badai pandemi.

Soal partai yang dipertandingkan, coach Tika punya analisis sendiri. Pelatih DBL All Star 2019 itu melihat para negara yang mengirimkan wakilnya di Olimpiade sangat kompetitif. Tak ayal, menurutnya bisa menimbulkan banyak kejutan nantinya. “Mulai banyak tim-tim yang unpredictable,” cuapnya.

Coach Tika menyebutkan ada dua negara dari benua berbeda yang bisa jadi underdog. “Jepang dan Nigeria sih. Jepang bisa menang lawan Perancis aja udah kejutan,” imbuhnya. Jepang sendiri memang tengah jadi sorotan. Selain faktor tuan rumah, negeri matahari terbit itu memang menunjukkan kualitas permainan yang luar biasa.

Pada laga 5 versus 5, Jepang berhasil menaklukan Perancis. Saki Hayashi dkk mengandaskan negara asal benua Eropa itu dengan skor tipis 74-70. Belum lagi, dari kategori 3x3. Jepang mampu menumbangkan dominasi Amerika Serikat. Mai Yamamoto dan kolega memutus 12 kemenangan beruntun negeri Paman Sam itu dengan skor 20-18.

Belajar dari hasil laga di Olimpiade, coach Tika menyerap ilmu banyak. Mulai dari pola pertandingan hingga karakteristik tiap pemain, khususnya untuk tim putri. “Rasanya, kalau Jepang bisa buat kejutan, sangat mungkin Indonesia juga pasti bisa, selama semua saling dukung untuk Timnas putri kita,” pungkasnya. (*)

  RELATED ARTICLES
Comments (0)