ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

MAINMAIN

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Menuju Honda DBL 2021-2022
Buksi Matangkan Roster, Uji Tanding Lawan SMAN 116
Hakiki Tertiari - 20 September 2021
Pemain SMA Bukit Sion usai menyandang juara Honda DBL DKI Jakarta Series 2019 (DBL Indonesia)

Satu musim tanpa Honda DBL ternyata berimbas ke para tim, termasuk SMA Bukit Sion Jakarta (Buksi). Juara bertahan Honda DBL DKI Jakarta Series itu sedang menyusun kembali roster terbaiknya. Itu disampaikan oleh Jap Ricky Lesmana, pelatih kepala Buksi.

Pelatih berusia 40 tahun itu mengakui, skuadnya sekarang ini banyak dihuni pemain baru. Hanya Aaron Nathanael dan Rafael Pasha yang tersisa ketika Buksi menyandang gelar back to back champion seri ibu kota dua tahun silam. “Tahun ini kita regenerasi, banyak turunkan pemain kelas X dan XI,” ucapnya.

Lebih lanjut, pelatih DBL Indonesia All Star 2018 itu menyatakan adanya pemain baru ini jadi tantangan terbesar buat timnya. Salah satunya mengenai mental bertanding dan juga chemistry pemain. “Anak-anak masih belum tahu maunya saya seperti apa, belum rapi banget, itu yang jadi problem,” timpalnya.

Para pemain Buksi merayakan kemenangan atas SMAN 71 di Honda DBL DKI Jakarta Series 2019

Kendati banyak kehilangan pemain, coach Ricky tetap akan memaksimalkan pemain yang ada. Belum lama ini, Buksi melakukan uji tanding melawan SMAN 116 Jakarta atau yang banyak dikenal dengan sekolah Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP) Jakarta.

Pada laga uji tanding itu, Buksi harus mengakui keunggulan dari PPOP 50-62. Hasil tersebut membuat pelatih yang dikenal keras itu mencatat evaluasi banyak untuk timnya.

“Saya sengaja lawan PPOP, dengan lawan tim bagus, kuat, berarti kan pemain harus bisa struggle, bisa tough, saya ingin lihat gimana cara mereka hadapi itu,” timpalnya. Kedepannya, coach Ricky akan terus membangun mental pemain agar bisa maksimal di Honda DBL DKI Jakarta Series musim ini. “Kita harus perbaiki secara cepat evaluasi itu,” tandasnya.

Buksi sendiri selama ini baru kembali menggelar 5 kali latihan. Setiap latihan coach Ricky meminta untuk mematuhi protokol kesehatan (prokes). Diantaranya selalu melakukan penyemprotan disinfektan dan tes swab antigen.

Semua ia lakukan agar timnya bisa bersaing di Honda DBL seri ibu kota tahun ini. Meski Buksi menyandang status juara bertahan. “Hampir dua tahun, saya kira semua tim berbenah juga, saya anggap semua tim kuat, yang pasti kita siap-siap aja buat tahun ini,” pungkasnya. (*)

  RELATED ARTICLES
Comments (2)