ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

MAINMAIN

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Putri SMAN 2 Jogjakarta berhasil melangkahkan kaki ke babak delapan besar Honda DBL 2021 DI Jogjakarta Series. Hasil ini diperoleh setelah Smada (sebutan SMAN 2 Jogjakarta) memenangi laga melawan rivalnya, SMAN 3 Jogjakarta dengan skor 35-13, Rabu (25/11).

Audrey Gunajaya menjadi man of the match pada laga sore ini dengan torehan 18 poin di sepanjang pertandingan. Pemain dengan posisi forward itu bahkan punya catatan mentereng soal field goals. Dirinya berhasil memaksimalkan 8 dari 11 percobaan serangan dengan persentase 72 persen.

Meski tampil baik, Smada sempat demam panggung pada paruh pertama. Kurangnya ketenangan dalam melakukan penyelesaian akhir membuatnya tak bisa mencetak banyak poin. Namun demikian, Smada masih bisa unggul tipis atas Padmanaba (SMAN 3 Jogjakarta) dengan skor 6-4 di paruh pertama.

Bermain sejak menit awal pada kuarter tiga, Audrey seakan membawa angin segar bagi Smada. Serangan demi serangan yang dibangun Smada kini tampak lebih efektif. Sebagai bukti srikandi Smada bisa mencetak dua digit poin didua kuarter akhir.

Audrey juga jadi sosok yang sangat dibenci oleh tim Padmanaba. Bagaimana tidak, dari total 18 poin, 15 di antaranya berhasil ia peroleh di dua kuarter akhir. Meski Padmanaba menambah sembilan poin di paruh kedua. Tapi tambahan tersebut masih belum bisa untuk mewujudkan keinginan mereka untuk balas dendam atas Smada di musim 2019 lalu.

Andhika Putra, pelatih tim putri Smada, mengaku jika timnya masih nervous dan belum bisa keluar dari tekanan di paruh pertama. Oleh sebab itu, pada jeda paruh pertama, dirinya mengatakan ke anak-anaknya agar bisa lepas jika ingin meraih kemenangan.

Overall saya sudah cukup puas melihat perkembangan permainan mereka dari kuarter ke kuarter. Hanya saja, beberapa hal masih butuh pembenahan. Seperti defense yang kurang rapi dan juga adaptasi permainan,” pungkas coach Andhika.(alr)

 

  RELATED ARTICLES
Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL PARTNERS
OFFICIAL SUPPLIERS