Musim terakhir Reyhan Saputra Mega berjalan spesial. Selain pertama kalinya melangkah ke final, ia juga akhirnya segera merasakan euforia DBL Camp 2026.
Ni Putu Salwa Hertania mungkin tak pernah membayangkan bahwa dirinya akan kembali ke DBL West Nusa Tenggara 2025 dengan peran yang berbeda. Kenapa ya?
Anom -sapaan karibnya- punya jadwal khusus ketika memasuki fase-fase padat antara basket dan akademik.
Fauzan Adinata tidak ingin datang ke DBL Camp 2026 dengan tangan kosong. Serangkaian persiapan intens rela dilakoni demi menyuguhkan performa terbaik.
Hubungan pria yang akrab disapa Cak Rico ini dengan DBL sebenarnya sudah jauh lebih lama. Bahkan, hubungan ini sudah terjalin sejak hari kelahiran DBL.
Pada laga melawan jawara bertahan, Fariz mengantongi 14 poin dan 8 rebound! Catatan ini tak boleh dianggap sebelah mata.
Jovan baru bisa mengikuti jejak kakaknya untuk menembus First Team dan DBL Camp pada tahun terakhirnya.
Menyambut musim debut, Tamara Patricia datang dengan target sederhana. Berawal dari itu, siapa sangka dirinya ternyata sukses menyabet Kopi Good Day First Team.