Nama Jackson Wu bukan sosok asing di DBL Jambi. Sembilan tahun lalu, ia berdiri tegak di tengah lapangan sebagai pemain terbaik dan menyandang gelar Honda Most Valuable Player (MVP) DBL Jambi 2017. Kala itu, Jackson membawa nama besar SMA Bina Kasih.
Tak berhenti di sana, perjalanannya berlanjut hingga menembus DBL Camp 2017 dan masuk jajaran Top 50 Campers.
Sebuah pencapaian yang kala itu menjadi salah satu momen paling berkesan dalam karier basketnya sebagai student athlete.
Kini, hampir satu dekade berselang, Jackson kembali ke panggung yang sama. Bukan lagi sebagai pemain, melainkan sebagai pelatih SMA Dian Harapan (SDH) Jambi yang baru saja menjalani debut di Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 Jambi.
Jackson resmi bergabung dengan SDH sejak Maret 2024. Dan Ia tertarik mengambil tantangan baru dengan membangun tim dari sekolah yang masih terbilang baru di Jambi.
“Kenapa mau pegang SDH sudah pasti mau mencari pengalaman baru, terutama sekolah yang masih fresh di Jambi,” ujarnya.
.jpg)
Jackson Wu (berdiri) memberikan arahan kepada anak didiknya saat laga perdana di DBL Jambi musim ini
Musim ini menjadi debut pertama SDH di DBL Jambi. Sebelumnya, sekolah ini belum memiliki jumlah pemain yang cukup untuk berpartisipasi.
Sebagai tim yang baru saja dibentuk, Jackson melihat anak didiknya sempat merasa minder, karena minim pengalaman dan komposisi pemain yang belum lengkap menjadi tantangan tersendiri.
“Awal melihat tim SDH dengan pemain yang minim cukup minder dengan sekolah lain yang memiliki pemain yang beragam, banyak, dan komplit. Tetapi di situ tantangan dan peran kita sebagai coach untuk melihat potensi dari anak-anak,” jelasnya.
Baca Juga: Gretchen dan Gretchin Serivian, Saudara Kembar yang Tumbuh Bersama Basket
Program latihan pun difokuskan pada penguatan skill individu serta kerja sama tim. Ia ingin fondasi mereka kuat terlebih dahulu sebelum berbicara lebih jauh soal target.
Sebelum kembali ke kota asalnya, Jackson juga sempat menjadi pelatih di DBL Academy Yogyakarta Keputusan pulang kampung diambil demi mendapat pengalaman baru mengajar basket di lingkungan sekolah.
Perannya kini jelas berbeda dibanding saat masih aktif bermain. Jika dulu ia dituntut tampil maksimal untuk mengharumkan nama sekolahnya, kini ia berada di sisi lapangan, memastikan anak didiknya mampu melakukan hal yang sama.
“Berbeda banget ya. Dulu sebagai pemain yang menargetkan diri sendiri harus menjadi pemain yang baik dalam membawa nama sekolah, sekarang menjadi pelatih yang harus membuat harum nama sekolah,” katanya.
.jpg)
Beberapa momen saat Jackson Wu bermain di DBL Jambi 2017 hingga bergabung ke DBL Camp
Ia pun mengaku momen paling dirindukan adalah saat membawa sekolahnya juara untuk pertama kalinya dan meraih gelar pemain terbaik.
Soal debut SDH di DBL musim ini, Jackson menilai anak-anaknya sudah tampil berani di tengah atmosfer kompetisi yang besar.
“Untuk match pertama kali di DBL yang memiliki atmosfer yang besar dan pertandingan bergengsi, menurut saya anak-anak sudah tampil dengan baik,” ungkapnya.
Baca Juga: Terinspirasi Prestasi Maxine, Carissa: Juara dan MVP DBL Jambi Juga Jago Tari!
Meski hasil akhir belum sesuai harapan dan masih banyak pekerjaan rumah, Jackson melihat musim ini sebagai langkah awal yang penting. Ia bahkan tak sabar menantikan musim berikutnya. “Mereka tampil dengan berani. Tidak sabar untuk menunggu DBL berikutnya,” tutupnya.
Dari MVP, Top 50 Camper, hingga kini menjadi pelatih, perjalanan Jackson Wu membuktikan bahwa DBL bukan hanya soal satu musim. Tapi tentang siklus yang terus berputar. Melahirkan pemain, lalu menghadirkan mentor bagi generasi berikutnya.
Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 digelar di 31 kota dan 22 provinsi se-Indonesia. Setiap tahunnya, DBL Indonesia memilih student athlete terbaik dari masing-masing kota untuk diseleksi menjadi DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 juga menampilkan AZA 3X3 Competition 2025-2026 dan Azarine DBL Dance Competition 2025-2026.
Semua pertandingan Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 disiarkan live di channel YouTube DBL Play. Dua musim ini DBL didukung oleh produk kopi anak muda, Kopi Good Day. (*)
Baca Juga: Mengenal Kopi Good Day, Produk Kopi Anak Muda yang Banyak Rasa