ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Momen Qalbyna Disty (jersi putih bernomor punggung 23) tatkala bertanding membela SMA Kalam Kudus Sukoharjo menghadapi srikandi SMA Karangturi Semarang pada Babak Fantastic Four DBL Central Java Championship

Tak bisa dipungkiri, banyak student athlete di Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 yang merantau demi menimba ilmu sekaligus mengasah kemampuan bermain. 

Karena itulah, sebagian besar dari mereka biasanya merayakan momen Lebaran di kampung halaman. Entah itu untuk merayakan Lebaran sebagai umat Islam, ataupun hanya sekadar melepas kerinduan dengan keluarga dan tempat dia dibesarkan.

Salah satu pemain yang kita sebut sebagai anak rantau itu adalah Qalbyna Disty Pramastuti. Dia adalah anggota srikandi SMA Kalam Kudus Sukoharjo.

Disty -sapaan akrabnya- memang bukan orang asli kabupaten yang terkenal dengan jamu itu. Sosoknya berasal dari Bumi Mina Tani, atau yang lebih kita kenal sebagai Kabupaten Pati.

Disty memang sengaja mengabdikan tenaga serta waktunya di Sukoharjo murni hanya untuk belajar dan serius menggeluti basket. Pada Lebaran tahun ini, dirinya sudah memastikan langkah untuk balik sejenak ke asalnya.

"Pasti pulang ke Pati dong! Kalau tidak pulang itu ada yang kurang rasanya hehehe...," ujar Disty dengan diiringi tawa.

Setiap Lebaran, tentunya setiap orang memiliki momen yang selalu ditunggu-tunggu. Pun dengan penggawa yang bakal menghadiri Kopi Good Day DBL Camp 2026 itu. Makan besar bersama keluarga besar ibarat ceklis utamanya ketika Lebaran tiba. Tidak lupa, santapan yang spesial dan khusus dibuat untuknya juga menjadi buruannya selama Lebaran berlangsung.

Baca Juga: Debut Sempurna Brandon Oktavian: Juara, MVP, dan Tiket Menuju DBL Camp

"Habis sebulan berpuasa, ketemu opor buatan mama itu rasanya enak banget," ungkapnya dalam perasaan bahagia. "Sama kerupuk udang jangan lupa. Itu jadi gabungan yang surga banget. Lezat deh pokoknya," timpal Disty.

Biasanya, pengalaman Idulfitri milik Disty semakin lengkap dengan membantu mama tercinta untuk membuat nastar. Meskipun pada akhirnya, ia mengaku lebih banyak mencicipi kudapan manis tersebut.

Bukan hanya seputar perayaan yang meriah, Disty juga membagikan pengalamannya sebagai seorang minoritas selama menjalani ibadah puasa Ramadan dan Lebaran. Benar sekali, kalian tidak salah dengar. Seperti yang kita semua sudah tahu, SMA Kalam Kudus Sukoharjo merupakan sekolah berbasis Kristen.

Rasa toleransi langsung tumbuh. Baik itu kawan-kawannya di kelas, maupun para koleganya di basket, semuanya sangat menjunjung tinggi toleransi.

"Di saat aku lagi puasa, mereka tidak akan pamer makan atau minum tepat di depan mukaku. Kalaupun ada, itu hanya bercanda saja hahaha...," kata Disty sekali lagi dengan terkekeh. Di momen lain, rekan-rekan bermainnya malah perhatian kepada Disty dengan mempertanyakan kesanggupannya dalam latihan.

Baca Juga: Baru Mulai Persiapan untuk DBL Camp, Shannon Dominique Fokus Latihan Fisik

"Jadi, rasanya sekarang ya biasa saja. Malah asyik karena kita saling menghormati satu sama lain," tambah perempuan yang sekarang duduk di kelas 11 itu.

Dalam libur Lebarannya ini, Disty memilih untuk berhenti total dari latihannya selama dua hari. Lebih tepatnya, pada hari pertama dan kedua Lebaran. Hal tersebut dilakukannya demi merehatkan tubuhnya.

Perempuan itu memfokuskan diri sejenak untuk meningkatkan kualitas waktu bersama keluarga tersayangnya. Pada momen ini juga, Disty memanjatkan harapan untuk menjadi lebih baik di masa mendatang. Dimulai dari cara bermainnya, kemampuannya dalam mengontrol bola, hingga mentalnya.

"Menahan lapar sebulan saja bisa, apalagi waktu bermain nanti. Harusnya bisa jauh lebih kuat. Jadi, harus semakin semangat!", tandas Disty.

Dari Disty, kita belajar bahwa perayaan Lebaran ternyata juga bisa menjadi kesempatan untuk rehat sejenak dari padatnya aktivitas, sebelum akhirnya berkembang lebih jauh di masa mendatang. 

Kompetisi DBL merupakan event olahraga anak muda terbesar di Indonesia. Di dalamnya ada kompetisi basket, dance, suporter, dan berbagai kreativitas anak muda lainnya.

Kompetisi basketnya sendiri punya nama lengkap Honda DBL with Kopi Good Day, digelar di 31 kota dan 22 provinsi se-Indonesia. Setiap tahunnya, DBL Indonesia memilih student athlete terbaik dari masing-masing kota untuk diseleksi menjadi DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 juga menampilkan AZA 3X3 Competition dan Azarine DBL Dance Competition, yang kini menjadi kompetisi dance terbesar di Indonesia. 

Semua pertandingan Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 disiarkan live di channel YouTube DBL Play. Dua musim ini DBL didukung oleh produk kopi anak muda, Kopi Good Day.

Baca Juga: Mengenal Kopi Good Day, Produk Kopi Anak Muda yang Banyak Rasa

Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL PARTNERS
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS
MANAGED BY