Hari Raya Idulfitri memang identik dengan pulang kampung serta berkumpul bersama keluarga. Hal itu juga dirasakan oleh Muhammad Fahar Adhikara Bantilan, pemain SMAN 8 Bandung.
Pada Lebaran tahun ini, Fahar berencana meninggalkan rutinitasnya di Bandung untuk menuju ke Wonosobo. Bukan tanpa alasan, di kota tersebut rupanya kedua orang tuanya tengah menjalankan tugas dinas.
Ia pun memilih untuk merayakan momen kemenangan ini bersama keluarga inti. “Lebaran nanti bakal ke Wonosobo, jenguk orang tua juga. Perginya bareng mama sama adik-adik,” ujarnya.
Perjalanan menuju Wonosobo pun bakal mereka tempuh dengan kereta api. Bagi Fahar, perjalanan ini bukan sekadar perpindahan kota, juga bagian dari tradisi yang selalu dinantikan setiap tahunnya.
Sesampainya di sana, agenda utama tentu tak jauh dari nuansa Lebaran pada umumnya. Mulai dari salat Eid, makan bersama, hingga menghabiskan waktu dengan keluarga.
“Yang pasti salat eid, terus makan-makan bareng. Habis itu biasanya jalan-jalan juga, yang penting kebersamaannya,” tambahnya.
Menariknya, Fahar mengaku tidak memiliki agenda wajib yang selalu sama setiap tahun. Baginya, yang terpenting bukan lokasi atau kegiatan tertentu, melainkan momen kebersamaan itu sendiri.
Namun di balik suasana hangat Lebaran, Fahar tetap menyisipkan komitmennya sebagai seorang atlet. Ia memastikan bahwa latihan tetap menjadi bagian dari rutinitasnya, meski tidak seintens hari biasa.
“Selama Lebaran pasti tetap ada latihan buat jaga fisik. Biar nanti persiapan ke DBL Camp juga makin matang,” jelasnya.
Baca Juga: Tak Terpilih First Team, Fahar Temukan Jalan Lain di DBL Play Road to DBL Camp
Meski hanya latihan ringan, hal itu menunjukkan keseriusan Fahar dalam menjaga performanya. Ia tak ingin kehilangan momentum, terutama menjelang ajang besar seperti Kopi Good Day DBL Camp 2026.
Di sisi lain, ada juga hal-hal sederhana yang selalu ia nantikan saat Lebaran tiba. Seperti kebanyakan remaja lainnya, Fahar tak memungkiri bahwa momen berbagi THR menjadi salah satu yang paling ditunggu.
Tak hanya itu, hidangan khas Lebaran juga jadi daya tarik tersendiri. “Paling nunggu itu bagi-bagi THR sama makan opor sama rendang, spesal buatan mama soalnya” ucapnya sambil tertawa.
Bagi Fahar, Lebaran bukan sekadar soal libur panjang. Di balik perjalanan ke Wonosobo, serta hangatnya kebersamaan keluarga, ia tetap menjaga konsistensi sebagai seorang pemain basket.
![]()
Mohammad Fahar (membawa bola) saat mengatur serangan di salah satu pertandingan DBL West Java-East 2025 atau DBL Bandung
Mengingat ia juga baru saja menjadi salah satu pemain yang berhasil menembus DBL Camp via Road to Kopi Good Day DBL Camp 2026.
DBL Play Road to DBL Camp merupakan program tambahan yang membuka kesempatan lebih luas bagi pelajar, terutama dari kota-kota di luar jangkauan penyelenggaraan DBL, untuk mendapatkan exposure dan pengalaman mengikuti camp.
Voting dalam program DBL Play Road to DBL Camp merupakan mekanisme partisipasi publik yang terintegrasi dengan platform digital DBL Play.
Namun demikian, peserta tetap harus melalui proses verifikasi serta memenuhi seluruh persyaratan administratif dan akademik yang berlaku dalam ekosistem DBL.
Para peserta juga harus memenuhi sejumlah persyaratan yang sama dengan pemain DBL lainnya. Di antaranya tidak pernah tidak naik kelas, memenuhi standar usia serta nilai rapor untuk mata pelajaran utama.
Selain itu, bagi peserta yang juga bermain di kompetisi DBL, mereka tidak pernah mendapatkan Disqualifying Foul. Dengan demikian, konsep student-athlete tetap menjadi prinsip utama dalam program ini, sebagaimana yang selama ini diterapkan dalam seluruh ekosistem DBL.
Saat mendaftar, para peserta juga mencantumkan rekam jejak dan prestasi mereka di dunia basket. Sehingga publik dapat melihat latar belakang serta kompetensi masing-masing pemain sebelum memberikan dukungan. (*)
Baca Juga: Mengenal Kopi Good Day, Produk Kopi Anak Muda yang Banyak Rasa
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)