ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Potret saat salah satu camper menjalani rangkaian physical test menggunakan smart speed di DBL Camp musim lalu

Kopi Good Day DBL Camp 2026 tidak hanya menjadi panggung persaingan talenta basket terbaik. 

Untuk pertama kalinya, DBL Indonesia menghadirkan rangkaian perangkat canggih dari VALD Performance untuk mengetahui lebih dalam kualitas fisik campers (sebutan peserta DBL Camp) hingga ke level detail yang tak kasat mata.

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Head Coach DBL Academy, Ibnu Zakaria Dwinanda, menyebutkan bahwa tahun ini DBL ingin memiliki data yang komprehensif. 

"Kita ingin melihat keseluruhan dari setiap orang yang dites. Tidak hanya kaki atau bagian bawah saja, tapi semua komponen tubuh akan kita tes," ungkap Coach Nanda.

Data-data ini nantinya akan sangat berguna bagi tim pelatih untuk melihat sejauh mana kekuatan fisik pemain, potensi risiko cedera, hingga efektivitas gerak mereka. 

Baca Juga: Tinggalkan Beep Test, DBL Camp 2026 Terapkan Yo-Yo Test yang Lebih Relevan

Menariknya, dari lima alat yang dihadirkan, tiga di antaranya adalah teknologi yang benar-benar baru di panggung DBL Camp.

Penasaran apa saja alat-alat "ajaib" yang bakal menyapa para campers di Jakarta nanti? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

1. Force Decks

Sumber: Website VALD Performance

Jika dahulu pengukuran vertical jump masih dilakukan secara manual dengan menempelkan jari ke papan, sejak musim lalu, DBL Camp sudah mulai menggunakan alat bernama Force Decks. 

Alat ini berbentuk dua pelat gaya (dual force plate) yang diletakkan di lantai. Saat campers melompat di atasnya, alat ini tidak hanya menghitung seberapa tinggi lompatannya, juga menganalisis kekuatan ledak dan keseimbangan antara kaki kanan dan kiri saat mendarat.

2. Nord Bord



Sumber: Website VALD Performance

Ini merupakan salah satu alat baru yang akan hadir musim ini.. Nord Bord adalah sistem pengujian khusus untuk mengukur kekuatan otot paha belakang atau hamstring. 

Mengingat basket adalah olahraga yang penuh dengan gerakan stop and go, otot hamstring yang kuat adalah kunci. 

Alat ini bakal mendeteksi apakah otot paha belakang camper sudah cukup kuat untuk menahan beban gerakan yang ekstrem.

3. Smart Speed


Sumber: Website VALD Performance

Untuk alat yang satu ini, para alumni DBL Camp tentu sudah tidak asing. Smart Speed adalah alat pengukur waktu berbasis laser yang digunakan pada physical test hari pertama. Alat ini digunakan untuk tes sprint 20 meter. 

Keunggulannya memiliki akurasi mencapai milidetik, jauh lebih akurat dibanding stopwatch manual. Hal ini, membuat catatan waktu campers akan jauh lebih akurat.

Baca Juga: Ada yang Baru! DBL Camp Gunakan Teknologi Smart Speed untuk Speed Test 20 Meter

4. Force Frame 


Sumber: Website VALD Performance

Ingin tahu seberapa kuat ankle atau lutut kalian? Force Frame jawabannya. Alat ini berfungsi menguji kekuatan isometrik pada setiap sendi utama tubuh, mulai dari pergelangan kaki, lutut, hingga tangan. 

Melalui alat ini, tim medis dapat mengidentifikasi sendi yang rawan cedera dan memberikan catatan evaluasi bagi pemain.

5. Human Trak


Sumber: Website VALD Performance

Ini adalah teknologi yang paling "futuristik". Human Trak adalah sistem analisis gerak 3D yang bisa memantau cara manusia bergerak dari ujung kepala sampai kaki. 

Di DBL Camp nanti, alat ini difokuskan untuk mengukur Standing Broad Jump (lompat jauh ke depan) guna mengukur daya ledak atau explosiveness.

Hebatnya lagi, alat ini bisa mendeteksi jika posisi lutut pemain kurang ideal saat bergerak, sehingga bisa menjadi langkah awal injury prevention (pencegahan cedera).

Menariknya, kecanggihan teknologi VALD Performance ini tidak hanya berhenti di DBL Camp saja. Setelah rangkaian kamp selesai, seluruh alat itu akan tetap digunakan untuk menunjang kebutuhan para siswa di DBL Academy Jakarta.

Hal ini dilakukan agar pengembangan bakat pemain usia dini dapat dipantau secara lebih presisi dan berbasis data sejak dini.

Coach Nanda menegaskan bahwa keberadaan alat-alat baru ini sangat membantu pelatih dalam memetakan kondisi pemain secara menyeluruh, bahkan hingga urusan pencegahan cedera.

"Dibanding hanya melihat satu sisi, lebih baik kita melihat kondisi menyeluruh dari setiap orang yang dites. Jadi tidak hanya kaki, semua bagian tubuh akan terekam datanya. Hasilnya bisa kita gunakan untuk memberikan latihan yang tepat agar pemain terhindar dari cedera," tegas Coach Nanda.

Baca Juga: Pasca Cedera ACL, Riovaldo Renjiro Dipastikan Kembali Berjuang di DBL Camp

Kopi Good Day DBL Camp 2026 akan diselenggarakan pada 27 April hingga 3 Mei 2026. Berbeda dari sebelumnya, DBL Camp musim ini akan menyapa tiga venue sekaligus, yakni DBL Academy Jakarta East (27 April-2 Mei 2026) dan GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan & Grand Atrium Mall Kota Kasablanka (1-3 Mei 2026).

Ratusan campers terpilih akan menjadi orang pertama yang menjajal lapangan baru di DBL Academy Jakarta East. Lapangan berstandar internasional ini berlokasi di Genova Asya Commercial GC03-GC07, di Jalan Lake Garden Boulevard Jakarta Garden City, Cakung, Jakarta Timur. 

Di sana, mereka juga akan dibina secara langsung oleh para pelatih berpengalaman dari DBL Academy juga World Basketball Academy.

Tidak hanya itu, publik juga bisa menikmati sajian musik, games, hingga pertandingan eksibisi secara gratis di Kopi Good Day DBL Festival 2026 yang akan berlangsung di Grand Atrium Kota Kasablanka pada 30 April hingga 3 Mei 2026.

Puncaknya, para campers terbaik akan menyandang gelar Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026. Mereka akan terbang ke luar negeri untuk menimba ilmu basket hingga berkompetisi di turnamen level pelajar bergengsi. (*)

Baca Juga: Mengenal Kopi Good Day, Produk Kopi Anak Muda yang Banyak Rasa

Kalian bisa memantau seluruh menu baru di Kopi Good Day DBL Camp 2026 pada laman di bawah ini

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL PARTNERS
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS
MANAGED BY