ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Oh iya, DBL Indonesia membuka DBL Academy di kawasan Asya, Jakarta Timur, sebagai bagian dari ekspansi pengembangan olahraga pelajar.

Belajar banyak hal dari basket. Olahraga basket bukan sekadar siapa paling banyak mencetak angka. Bukan cuman soal menang atau kalah. 

Bukan juga soal jago atau sekadar bisa melewati lawan dengan jurus-jurus ketangkasan. Basket bisa mengajarkan banyak hal. Salah satu yang terlihat adalah bagaimana seseorang bisa berinteraksi dengan rekan satu tim, lawan, dan perangkat pertandingan.

Sudut pandang ini didapat ketika kami berbicara dengan salah satu parents siswa DBL Academy, Lindah Salim.

Melihat perjalanan sang anak, Marcus Spencer, di DBL Academy, Mama Linda, tersadar bahwa basket bukan hanya mengajarkan untuk bisa terampil dan jago melantun saja.

“Yang paling terlihat perubahannya adalah ia sekarang punya keinginan untuk terus belajar dan bekerja keras. Ia ingin untuk terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya.

Baca juga: Sembuh dari Gadget Lewat Basket, Richie Betrand Temukan Jati Diri di DBL Academy

Sang mama juga bercerita bagaimana momen awal-awal Marcus menekuni basket. Bukan kesulitan untuk melantai. Ia justru lebih susah untuk melawan rasa malas dalam dirinya.

“Waktu dulu awal-awal di DBL Academy, Marcus itu nggak mau latihan padahl sudah tiba di tempatnya. Terus lebih suka menyendiri. Anaknya dulu cuek pokoknya,” ceritanya.

Salah satu faktor yang membuat hal tersebut terjadi adalah doi kehilangan motivasi untuk berlatih. 

“Bisa dibilang sih introvert ya. Kayak nggak mingle atau memerhatikan temannya gitu,” imbuhnya.

Baca juga: Berkembang Bersama DBL Academy, Kennie Elbert Kini Tembus Liga Profesional

Lambat laun, Marcus berproses untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Bahkan, ia sempat menemukan motivasi untuk terus berlatih basket.

“Ada momen waktu itu Marcus termotivasi buat ikut tryout di tim sekolah. Akhirnya ia rajin latihan. Waktu kelas delapan (SMP) Marcus berhasil masuk ke tim sekolah. Itu perjuangannya panjang. Hampir tiap malam ia minta izin latihan di DBL Academy,” kenang sang mama.

Proses perjalanan ini pula yang turut serta dirasakan oleh sang mama. Pelan namun pasti, Marcus juga berperan dalam setiap latihannya. Peran yang diambil memang terbilang sederhana, memberi semangat teman-temannya yang sedang main di lapangan. Sampai ikut bersorak waktu temannya sukses mencetak angka. Hal-hal kecil ini bisa menjadi tambahan semangat ia dan timnya untuk semakin mencintai olahraga basket.

“Sekarang sih dia lagi getol banget di basket. Salah satu targetnya itu dia mau main di DBL Surabaya. Masuk ke roster team sekolah,” terangnya.

Mama Linda juga menambahkan, “Yang saya perhatikan, disiplin yang ia terapkan dari awal mulai termotivasi itu berlanjut sampai sekarang. Ia punya keinginan untuk terus belajar,”

Yap, basket mengajarkan Marcus untuk percaya akan sebuah proses. Proses yang tak instan. Perjalanan Marcus belum usai. Ia menemukan satu bahan bakar semangat untuk terus bermain basket. Semangat, Marcus. Sampai ketemu di DBL Arena!

Oh iya, DBL Indonesia membuka DBL Academy di kawasan Asya, Jakarta Timur, sebagai bagian dari ekspansi pengembangan olahraga pelajar.

Fasilitas ini menjadi cabang pertama di ibu kota dan akademi keempat setelah sebelumnya hadir di Surabaya (timur dan barat) serta Yogyakarta. Pembukaan ini menandai perjalanan 10 tahun DBL Academy dalam pembinaan basket usia muda di Indonesia. 

DBL Academy Jakarta mulai dibuka pada 23 April, dengan rangkaian Open House yang berlangsung pada 24–26 April. Dalam kegiatan ini, peserta dapat mengikuti free trial class dan melihat langsung fasilitas yang tersedia.

Selama Open House, peserta free trial class akan mendapatkan tiga jenis pengalaman utama, yaitu latihan fundamental basket, edukasi nutrisi, serta pengembangan karakter melalui aktivitas team building dan games. Peserta juga diberi kesempatan untuk menggunakan lapangan yang berstandar FIBA.

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL PARTNERS
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS
MANAGED BY