ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

“Dari hari pertama saya jadi gelas kosong,” kata Daniel Tedjo, kepala pelatih SMAN 11 Semarang yang terpilih menjadi skuad Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026.

Apa yang dilontarkan oleh coach Daniel -sapaan karibnya- bukan tanpa sebab. Kopi Good Day DBL Camp 2026 menjadi kesempatan kedua coach Daniel belajar ke pelatih-pelatih elite World Basketball Academy, Australia.

Yap, sejak mengetahui dirinya akan berangkat menuju DBL Camp, coach Daniel sudah menanamkan pada dirinya untuk menjadi pemelajar selama kamp berlangsung.

“Motivasi saya melatih itu ya untuk belajar. Belajar menjadi pribadi yang lebih baik, mencari ilmu. Kebetulan saya diberi kesempatan buat berangkat ke DBL Camp, ya saya harus maksimalkan itu dengan ambil ilmu sebanyak-banyaknya,” ujarnya.

Baca juga: Sempat Minder Bersaing di DBL Camp, Kini Matthew Ivander Buat Keluarga Bangga

Sebagai seorang pelatih terpilih yang berangkat ke DBL Camp, coach Daniel tak begitu menggebu untuk bisa menjadi pelatih DBL All-Star.

“Tujuh tahun yang lalu saya sudah pernah berangkat, tahun ini berangkat lagi, dari tujuh tahun yang lalu saya nggak pernah punya bayangan bakal terpilih. Niat saya cuman belajar dan jadi jembatan sama teman-teman pelatih di daerah saya,” ungkapnya.

Salah satu perbedaan yang dirasakan oleh coach Daniel adalah materi-materi baru yang membuka cakrawala pengetahuannya. Mulai dari pengetahuan soal psikologi olahraga, pencegahan cedera pada pemain hingga cara yang tepat dan benar saat melatih.

“Waktu hari pertama itu kan coach Rob menjelaskan soal basketball philosophy. Itu mengajarkan saya kalau menjadi pelatih itu bukan melatih saja, tapi juga menanamkan hal-hal dasar tentang kehidupan. Bagaimana bersikap saling menghargai satu sama lain, mengucapkan kata tolong waktu butuh bantuan, terima kasih juga kepada sesama,” ceritanya.

Coach Daniel juga menambahkan, “Dari hari pertama juga saya sudah share ke teman-teman materi apa saja yang saya dapat di DBL Camp. Karena menurut saya kalau mau berkembang ya harus bergerak bersama. Nggak bisa kalau cuman satu orang saja,” ujarnya.

Oh iya, coach Daniel bukan hanya melatih SMAN 11 Semarang saja. Ia juga menjadi pelatih di salah satu klub kelompok umur yang ada di Semarang, klub Jaguar. “Saya bagikan ke teman-teman pelatih di Jaguar. mereka antusias bahkan waktu mengetahui kalau pelatih juga perlu tahu soal sport psyschology sama basketball injury preventif,” imbuhnya.

Baginya dua pengetahuan itu perlu dimiliki oleh para pelatih yang menaruh fokus pada pengembangan usia muda. Bagaimana melakukan pendekatan kepada para pemain hingga menyusun program latihan yang aman dan sesuai dengan porsi pemain.

“Sangat bagus ya di DBL Camp ini kita juga diajak untuk memerhatikan soal kesehatan mental pemain dan juga pencegahan cedera. Mengingat sekarang itu banyak banget lho anak-anak yang masih SMP sampai SMA cedera yang lumayan serius. Kita sebagai pelatih harus mengambil peran untuk mengurangi itu. Karena kan perjalanan mereka itu masih panjang,” terangnya.

Hal tersebut ia anggap penting karena anak coach Daniel juga sedang senang-senangnya bermain basket. 

“Kebetulan anak saya juga main basket. Sempat cedera juga tapi nggak yang begitu parah (overuse). Sebagai orang tua saya sedih karena anak jadinya nggak menikmati main basket. Dari DBL Camp kemarin juga bikin saya sadar kalau pelatih juga harus benar-benar mengetahui karakter tiap pemainnya dan memahami betul untuk menyusun formula menu latihan juga,” ungkapnya.

Baca juga: Langkah Demi Langkah Ariqa Chayara, dari Ruki hingga DBL All-Star 2026

Sudut pandang yang ditawarkan coach Daniel juga menjadi bukti bahwa mau berapa kali pelatih berangkat ke DBL Camp, mereka pasti mendapat sesuatu hal yang baru.

“Saya merasa saya masih perlu banyak belajar. Perkembangan basket itu lumayan pesat, kalau kita nggak bisa segera mengejar dan belajar ya akan selalu tertinggal. Menurut saya, basket nggak gitu-gitu aja,” tandasnya.

Terima kasih telah berbagi sudut pandang, coach. Coach Daniel berduet dengan coach Mey Putridiana dari SMAN 3 Malang di skuad DBL All-Star 2026. Keduanya menjadi nakhoda di tim putri Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026. Selamat, coach Daniel.(*)

Profil Daniel Tedjo bisa kalian cek di bawah ini.

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL PARTNERS
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS
MANAGED BY