ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Bagi Gerrard Matthew Boentara, campers asal SMA Cita Hati East Surabaya, Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026 bukan sekadar pencapaian tertingginya untuk menutup masa SMA.

Menjadi penggawa DBL All-Star sudah ia nantikan sejak musim lalu. Saat ia hanya melihat dua sahabatnya berangkat ke DBL Camp dan terpilih masuk ke skuad DBL All-Star. Yap, Gerrard hanya bisa menyaksikan momen-momen sakral pengumuman All-Star kedua sahabatnya. Ini sedikit membuat hatinya bersedih.

Ketika dua sahabatnya berhasil terpilih dan berangkat ke Amerika Serikat bersama, Gerrard hanya bisa melihat dari kejauhan dan tak ikut banyak terlibat dalam cerita keseruan itu.

“Menurutku, tahun lalu aku bisa berangkat ke DBL Camp dan bisa juga terpilih. Sayangnya aku masih belum begitu terlihat. Tahun lalu itu jadi tahun terakhir dua sahabatku. Jujur, sedih karena waktu itu ingin banget berangkat ke Amerika (Amerika Serikat) bareng mereka,” katanya.

Baca juga: Para Penakluk Tradisi, Inilah Barisan Pemain Peraih Hattrick DBL All-Star

Saat kedua teman dekatnya menikmati masa-masa akhir SMA di Amerika Serikat sebagai penggawa DBL All-Star, saat itu pula Gerrard memanaskan mesin untuk musim terakhirnya di Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026.

Di DBL Surabaya, Gerrard mencatatkan rata-rata 10 poin per gim. Ia juga mengumpulkan 32 rebound, 27 asis, dan 20 steal dari 10 laga.

Catatan-catatan gemilang itu membuatnya terpilih masuk sebagai First and Second Team East Java.

“Kalau iri lihat mereka sih engga. Kegiatan mereka waktu di sana (Amerika Serikat) itu aku jadikan motivasi buat persiapan tahun terakhir. Karena, menurutku aku bisa berangkat juga,” ujarnya.

Kedua teman baik yang dimaksud Gerrard adalah Yogie Putra Darmawan dan Justin Patrick Alex. Yogie berasal dari SMA Gloria 1 Surabaya dan berhasil terpilih menjadi penggawa DBL All-Star di pengalaman pertama dan terakhirnya berangkat DBL Camp.

Justin yang berasal dari SMA St. Louis 1 Surabaya, berhasil menutup perjalanannya di DBL Camp dengan menjadi MVP dan terpilih DBL All-Star.

“Mulai dekatnya itu karena beberapa kali sering satu tim waktu ada turnamen klub atau antarkota gitu. Nah, dari sana sering main dan keluar bareng. Bertiga terus pokoknya. Bahkan, buat DBL Camp kemarin aku juga dapat bocoran banyak dari mereka,” ungkapnya.

https://www.dbl.id/uploads/post/2026/05/13/Perjalanan Gerrard Matthew Mengejar Pencapaian Justin Patrick dan Yogie Darmawan.jpg

Ada satu pesan dari sahabatnya yang dijadikan pegangan oleh Gerrard selama satu pekan di DBL Camp kemarin.

“Kata mereka itu harus aktif waktu scrimmage, harus benar-benar ngeluarin effort dan fokus ke teamwork. Nah, itu yang aku benar-benar lakuin selama kamp kemarin,” imbuhnya.

Masalahnya ada satu hal yang terlewat disampaikan oleh Yogie maupun Justin. Adalah momen-momen pemanggilan tahapan seleksi di DBL Camp. Gerrard benar-benar tidak mempersiapkan diri untuk momen mendebarkan tersebut.

Baca juga: Tahun Terakhir Main di DBL Surabaya, Gerrard Matthew Boentara Panen Cerita

“Itu tegang banget, bahkan waktu pemilihan Top 50 (Top 50 Campers) sampai Top 24 (Top 24 Campers) itu deg-degan sekali. Mereka (Justin dan Yogie) justru nggak bilang kalau pas nunggu itu tegangnya ada banget,” kenangnya.

Perasaan itu muncul bukan tanpa sebab, ada beberapa kejadian yang membuat Gerrard merasa ia belum maksimal dan tidak begitu terlihat. Terlepas dari itu semua, Gerrard berhasil membuktikan diri bahwa ia layak masuk di skuad DBL All-Star.

“Pastinya lega banget waktu tahu kalau namaku dipanggil dan terpilih (jadi DBL All-Star). Persiapan-persiapanku buat kamp dan tujuh hari selama kamp dapat hasil yang terbaik,” terangnya.

Ketika momen mendebarkan itu, dari kejauhan salah satu sahabatnya sengaja datang. Adalah Yogie Putra Darmawan yang memang sedang tinggal di Jakarta karena melanjutkan studi di Universitas Bina Nusantara.

Saat Gerrard dipanggil untuk maju mengisi slot DBL All-Star, senyum sumringah langsung terpancar di wajah Yogie. Ia bangga atas perjalanan sahabatnya untuk mewujudkan mimpi yang sempat tertunda,

“Aku emang wes bilang ke dee (Gerrard) lek mau nonton pas hari terakhir (Minggu, 3 Mei). Sekalian pengin tahu sapa ae yang kepilih,” ujar Yogie.

Setelah prosesi sakral pengumuman All-Star, Yogie mendatangi Gerrard di tengah riuhnya lapangan Grand Atrium Mall Kota Kasablanka. Rasa bahagia sang sahabat bukan sekadar senyum dan tawa yang lepas. Yogie juga mengajak Gerrard untuk beradu telapak tangan tanda sepaham (tos) dan disambut Gerrard dengan pelukan.

(Foto: Dokumentasi pribadi Yogie Putra Darmawan)

“Yakin se aku lek dee kepilih. Soale nggak onok maneh shooter jago kayak dee. Sama pas itu kan juga tak kasih saran-saran. Lek nggak tak kasih kayaknya nggak masuk deh,” cerita Yogie.

Kini, Gerrard berhasil menyamai pencapaian kedua sahabatnya. Meski niat awal berangkat bersama tak sesuai rencana, Gerrard berhasil membuktikan diri. Dan Yogie pulang membawa kabar sukacita. Kabar bahwa Gerrard mengikuti jejak langkahnya menuju Amerika Serikat bersama skuad Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star.(*)

Profil Gerrard Matthew Boentara bisa kalian cek di bawah ini.

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL PARTNERS
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS
MANAGED BY