Euforia Dewa United Arena tidak terbendung pada Rabu, 6 Mei 2026. Kala itu, sang tuan rumah Dewa United Banten berhadapan dengan Tangerang Hawks Basketball Club untuk membidik tujuh kemenangan beruntun pada musim reguler Indonesian Basketball League (IBL) 2026.
Dengan sisa waktu 4 menit 2 detik pada kuarter dua, Dewa United tampil perkasa dengan skor 50-27, unggul 23 poin atas Hawks. Pelatih Dewa United, Agustin Julbe Bosch, berdiri di ujung lapangan sambil mengerutkan alis dan memasukkan tangan ke kantong celana, menggambarkan rasa percaya diri yang tegas.
Melihat kondisi ini, Julbe lantas ingin menguji kedalaman skuadnya. Pelatih berkebangsaan Spanyol itu mengeluarkan Rio Disi, Sixth Man of the Year sekaligus Local MVP IBL 2026, dari lapangan.
Sebagai gantinya, ia memasukkan Elang Satria Rajendra Dewanto, alumnus Honda DBL with Kopi Good Day East Java-North.
Sekitar 3 menit berselang, para pemain serta pendukung Dewa United kompak bersorak sorai gembira. Berkat operan Troy Gillenwater, tembakan tripoin dari Elang tepat sasaran. Itu adalah poin pertamanya sebagai pemain profesional pada musim reguler IBL.
“Itu jadi momen paling memorable sejauh ini. Akhirnya aku bisa cetak poin di IBL,” sebut pemain bertinggi 187 cm itu.
Kontras dengan rekan-rekan setimnya, Elang justru memasang ekspresi serius setelah tembakan itu, siap menghadang serangan musuh.
Namun, jauh di dalam dirinya, terdapat rasa bangga yang melimpah bagaikan bintang di langit karena ia telah mewujudkan mimpi masa kecilnya.
Baca juga: Viknes Waren: Alumnus DBL yang Raih Mimpi di Pesisir Laut Mediterania!
Pada bulan yang sama 4 tahun lalu, Elang masih merayakan kelulusannya dari SMPN 22 Surabaya bersama teman-temannya. Dalam waktu dekat, ia akan segera memulai kiprahnya di DBL East Java-North bersama SMAN 2 Surabaya (Smada).
Tahun pertamanya pun berjalan mulus. Elang terbang tinggi dengan torehan 11,1 poin, 10 rebound, dan 4,7 steal. Meski masih berstatus sebagai freshman, ia berhasil menjadi pemain kunci Smada untuk tembus partai final DBL East Java tiga kali beruntun.

Elang Satria Rajendra Dewanto mengendalikan bola untuk SMAN 2 Surabaya di DBL East Java-North
Tidak berhenti sampai situ saja, pemain kelahiran tahun 2006 ini juga berhasil menyabet tiket DBL All-Star 2023. Elang jadi salah satu pemain termuda yang terpilih masuk ke dalam jajaran talenta muda terhebat Indonesia saat itu.
Dominasi Elang semakin terasa pada musim berikutnya. Dalam total 6 laga, ia mencatat rata-rata 16,2 poin dan 6,5 rebound. Rataan poinnya itu merupakan yang tertinggi kedua di antara seluruh pemain DBL East Java-North.
Gelar All-Star kembali terpasang megah di samping namanya pada 2024. Awalnya terlihat mustahil, kini menimba ilmu di Amerika Serikat seolah-olah sudah menjadi agenda tahunan bagi pemain berzodiak Cancer ini.
Sebelum menyudahi perjalanannya di DBL, Elang tampil maksimal dengan rata-rata 19,5 poin, 9 rebound, dan 9,5 steal. Menurutnya, bermain di DBL membuka banyak pintu untuk peluang-peluang baru yang krusial untuk masa depannya.
“DBL memudahkan banget banget buat aku untuk cari jam terbang agar nanti bisa bermain di tingkat berikutnya,” tegas Elang.
Baca juga: Filosofi Bersyukur Bawa Kartika Hatta Bangkit dari Titik Terendah Karier
Benar saja, permainan Elang yang fenomenal ketika mengenakan jersei Smada di DBL berhasil mencuri perhatian para pencari bakat, salah satunya dari Dewa United.
“Aku sudah ikut tim junior Dewa United dari kelas 10 SMA. Tapi saat itu aku masih ikut-ikutan aja dan diajak main 3X3,” ujarnya.
Setelah lulus SMA, barulah Elang melakoni program pembinaan bersama Dewa United lebih serius. Seluruh porsi latihan di sana ia lahap sembari membawa pelajaran berharga selama menapakkan kaki di lapangan DBL.
“DBL mengajarkanku untuk disiplin. Dulu saat DBL Camp, aku belajar untuk harus siap lebih awal biar gak bingung,” ceritanya.
Bermain di tingkat profesional juga membutuhkan sikap dewasa dan mental yang kuat. Mulai dari taat mengikuti arahan pelatih, membangun solidaritas antar sesama anggota tim, hingga menjaga fisik dan performa tetap maksimal, semua itu harus dibangun sejak dini.
Bersama Smada di DBL East Java, Elang telah memenuhi semua kriteria itu. Sekarang, ia memiliki tugas untuk membuktikan semua itu di tempat yang lebih menantang.

Potret Elang Satria Rajendra Dewanto mengenakan jersey Dewa United Banten di IBL 2026 (Foto: Akun Instagram @elangdewanto_)
Elang dipercaya untuk bermain di IBL All-Indonesian 2025. Ia bersama skuad muda Dewa United berhasil menjadi sorotan. Bahkan, mereka mampu menumbangkan sang juara bertahan Pelita Jaya Basketball Jakarta di laga semifinal.
Sama seperti dirinya beberapa tahun lalu, Elang selalu bersikeras untuk terus mengasah potensinya meski kesuksesan sudah berada di depan mata. “Kalau misal mainnya bagus, aku selalu cari cara gimana agar tetap konsisten. Kalau jelek, langsung koreksi diri dan berbenah,” katanya.
Baca juga: Cinta Tulus Bung Towel Antar Inez Kejar Prestasi sampai Amerika
Pola pikir Elang yang selalu ingin mendapatkan hadiah yang jauh lebih besar akhirnya membuahkan momentum emas. Setelah IBL All-Indonesian 2025 berakhir, ia berkesempatan untuk ikut sesi latihan bersama skuad senior Dewa United.
“Akhirnya aku diajak naik ke level profesional. Ternyata pelatihnya (Julbe) juga cocok, jadi aku ambil,” kenangnya.
Pada jeda musim IBL tahun ini, Elang kembali menghabiskan waktu bersama skuad junior Dewa United untuk berlaga di CLS International Cup 2026. Ini dapat menjadi wadah baginya untuk semakin memperkuat kemampuan dan reputasinya memasuki musim depan.
Ketekunan merupakan kunci dari kesuksesan Elang hingga bisa mencapai titik ini. Tiap keringat yang menetes dari tubuhnya selama di lapangan DBL adalah bukti bahwa ia tidak pernah setengah-setengah untuk menggapai mimpinya.
“Buat anak-anak DBL, jangan takut gagal! Tetap kerja keras dan keep pushing. Mau hari ini atau minggu depan rezekinya, tetap lalui terus. Jangan sampai putus asa,” tutup Elang. (*)
Baca juga: Pernah Cedera, Steven Sebastian Punya Cara Jitu untuk Jaga Kondisi
Foto: Laman resmi Dewa United Banten, akun Instagram Elang Satria Rajendra Dewanto (@elangdewanto_), dan dokumentasi pribadi DBL Indonesia