Rangkaian launching Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 resmi berlangsung pada Selasa, 21 Juli 2026, bertempat di DBL Academy East Jakarta.
Sejatinya, tanggal tersebut dipilih bukan tanpa alasan. Melainkan, berdekatan dengan peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli mendatang.
Sebagaimana diketahui, DBL Indonesia selama ini terus berkembang sebagai wadah yang membuka kesempatan bagi generasi muda Indonesia untuk terus bertumbuh tanpa batas.
Komitmen tersebut turut diwujudkan dengan diselenggarakannya sesi basketball clinic bersama Ranger Deaf Basketball, sebuah komunitas basket inklusif yang menjadi ruang bagi anak-anak penyandang tuli untuk mengembangkan potensi basket mereka.
Kali, sebanyak 16 peserta dari Ranger Deaf Basketball berkesempatan untuk dibimbing langsung oleh para coach profesional DBL Academy.
.jpg)
Potret salah satu coach DBL Academy yang sedang menjelaskan dengan bantuan Juru Bahasa Isyarat
Baca Juga: DBL Indonesia Luncurkan DBL Super Teacher, Apa Itu?
Tamiang Jelita Tobing selaku head coach dari Ranger Deaf Basketball mengaku antusias bisa menjadi bagian dari acara ini. Terlebih, ia sendiri sudah akrab dengan ekosistem DBL sejak masih duduk di bangku SMA.
“Aku sebenarnya join DBL waktu sekolah di SMA Santo Yosef Surakarta. Jadi, happy banget bisa kembali ke sini. Aku melihat anak-anak juga happy karena bisa latihan bareng coach-coach profesional. Dari sisi aku sebagai coach pun, aku juga dapat insight baru gimana cara mengajar atau media yang digunakan untuk mengajar,” ungkap wanita yang akrab disapa Tamia.
Lebih lanjut, ia juga terkesan dengan deretan fasilitas modern yang dimiliki DBL Academy. Menurutnya, kehadiran fasilitas tersebut dapat menghadirkan pengalaman tambahan bagi anak-anak Ranger Deaf Basketball.
“DBL Academy ini gede banget, ya. Kayaknya, ini lapangan basket terbesar yang pernah aku lihat juga. Apalagi, DBL juga bukan nama yang kecil. Jadi, waktu di-invite untuk datang ke sini, bangga banget,” lanjutnya.
.jpg)
Salah satu peserta basketball clinic dari Ranger Deaf Basketball yang sedang mendapat arahan dari coach DBL Academy
Hal senada turut disampaikan oleh Mila, salah satu orang tua yang hadir di sesi basketball clinic. Setelah bergabung bersama Ranger Deaf Basketball selama dua tahun, momen ini menjadi pengalaman pertama bagi putrinya untuk merasakan langsung atmosfer DBL Academy.
“Senang banget karena pengalaman baru. Biasanya, mereka latihan di outdoor. Kali ini, mencoba basket di indoor. Apalagi, coach-nya banyak, fasilitas lengkap, bersih, dan nyaman,” ungkap Mila.
Baca Juga: Micah Lancaster, Pelatih Legenda NBA yang Setia Temani Langkah DBL All-Star
Baginya, kesempatan seperti ini dapat menjadi langkah awal untuk mendorong lebih banyak pihak menghadirkan ruang yang setara bagi penyandang disabilitas.
“Ini sebuah kesempatan besar untuk kemajuan buat anak-anak disabilitas. Jadi, semoga ke depannya DBL bisa memberikan banyak program yang bisa memfasilitasi mereka untuk berkembang. Anak-anak bisa lebih bahagia dan mendapat dukungan,” ujarnya.
Begitu juga dengan Tamia. Mengemban peran sebagai pelatih membuatnya sadar bahwa kesempatan bagi teman-teman tuli untuk mengembangkan kemampuan bermain basket masih belum terbuka lebar. Apalagi, belum ada kompetisi basket yang secara khusus menjadi wadah bagi mereka.
“PR-nya memang ada dari sisi pembinaan dan kompetisinya. Jadi, aku berharap DBL juga bisa support agar teman-teman tuli bisa main basket juga, entah nanti bisa bikin kelas bareng atau coaching clinic lagi,” pungkasnya.