Sebelum duduk di bangku SMAN 9 Bandung, Steven Sebastian adalah anak yang benar-benar berbeda.
Kala itu, olahraga belum masuk ke dalam daftar kegiatan prioritasnya. Badminton dan bola basket hanya menjadi sarana untuk bersenang-senang. Seperti anak-anak pada umumnya.
“Aku merasa sebelum jadi student-athlete hidupku kayak ya udah gitu, seenaknya,” ucap cowok yang akrab disapa Pepen itu.
Sedikit yang bocah SMP itu tahu, ternyata beberapa tahun kemudian ia akan mengamankan tiket untuk terbang dan berproses di Amerika Serikat sebagai salah satu pebasket muda terhebat di Indonesia.
Baru pertama kali ikut Kopi Good Day DBL Camp pada tahun keduanya, Pepen langsung masuk ke dalam jajaran Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026.
Baca juga: Micah Lancaster, Pelatih Legenda NBA yang Setia Temani Langkah DBL All-Star
Sejatinya, ini bukanlah sebuah kejutan. Sejak kelas X, center bertinggi 189 cm itu telah memiliki performa dan potensi yang besar. Bahkan, ia sudah sering dipanggil untuk mengenakan seragam Merah Putih di panggung internasional.
FIBA U16 Asia Cup SEABA Qualifiers 2025 tercatat sebagai ajang debutnya bersama Tim Nasional (Timnas) Indonesia. Dengan torehan 5,7 poin dan 10,2 rebound, Pepen turut berkontribusi dalam merebut medali perak untuk Indonesia.
Kesempatan berikutnya muncul di turnamen FIBA U16 Asia Cup 2025 di Mongolia. Berhadapan dengan Taiwan di fase grup, Pepen tampil mentereng dengan double-double 18 poin dan 12 rebound dengan akurasi field goal 72,7 persen. Ia juga memimpin seluruh pemain Indonesia dalam hal waktu bermain (35 menit 44 detik).
Kepercayaan itu terus membuahkan hasil yang memuaskan. Setelah menerima gelar DBL All-Star 2026, Pepen melantai lagi bersama Timnas di FIBA U18 Asia Cup Qualifiers. Ia mencatat rata-rata 14,3 poin dan 11,8 rebound dalam 4 laga. Produktivitasnya semakin meningkat.
Setelah beragam aktivitas bersama Timnas selesai, Pepen juga turut berlaga di ajang Kejurnas Antarklub U18 2026. Klub kebanggannya, Cendrawasih Bandung, jadi juara setelah menang tipis 63-59 atas Merpati Bali.
Baca juga: DBL All-Star 2026 Dipastikan Berpartisipasi di National Summer Classic Chicago!
Meski memiliki agenda yang padat, Pepen tetap bisa menjaga agar permainannya tetap impresif, bahkan semakin berkembang seiring berjalannya waktu. Semua itu ia jalani dengan semangat yang tidak pernah padam.
Rahasianya? Pepen hanya memakai resep yang paling ampuh untuk meraih kejayaan: disiplin dan konsisten.
“Jadi aku merasa kalau hidupku teratur, pasti ada hasil yang dicapai,” sebut Pepen.

Steven Sebastian sebelum mengeksekusi tembakan gratis di scrimmage game Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026 di DBL Academy East Jakarta
Kebiasaan itu pun awalnya Pepen bangun dari hal-hal yang sifatnya kecil dan sederhana. Contohnya seperti membereskan tempat tidur dan sarapan dengan porsi teratur pada pagi hari. “Misalnya kalau libur ada juga sesi gym pagi harinya,” tambahnya.
Kemudian, jam istirahat, menu latihan, makan siang, dan pemulihan fisik juga telah disusun dan diterapkan sedemikian rupa. Tidak lupa juga menjaga pola tidur dan menghindari begadang.
“Konsisten yang aku bangun sendiri ini jadi sebuah kelebihan menurut aku,” ucap Pepen dengan penuh kebanggaan terhadap dirinya yang tidak pernah berhenti untuk berjuang.
Segala usaha Pepen juga diiringi dengan mentalitas yang haus akan kesuksesan. “Sampai sekarang juga walaupun sudah (terpilih) Timnas dan DBL All-Star, aku tetap gak puas. Tetap mau latihan lagi, tetap mau konsisten lagi. Gak mengurangi standarnya,” tegasnya.
Baca juga: Kasih Sayang Ibu Dorong Praisey dan Miracle Kejar Mimpi di Amerika
Bagaimanapun, mengejar prestasi tanpa jeda tentu sempat membuat Pepen merasa lelah. “Capeknya tuh misalnya setelah ada tanding, terus langsung tanding lagi (di turnamen lain). Kayak mau istirahat dulu tapi gak bisa,” cerita Pepen.
“Tapi aku selalu ubah lagi mindset-nya. Jalanin. Fokusin lagi,” tambahnya.
Bertepatan dengan momentum Hari Anak Nasional yang akan jatuh pada 23 Juli 2026, kisah Pepen menjadi pengingat bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk tumbuh dan mengembangkan potensinya ketika mendapatkan ruang, pembinaan, serta lingkungan yang mendukung.
Perjalanan dari seorang pelajar yang awalnya hanya bermain basket untuk bersenang-senang hingga dipercaya mewakili Indonesia dan berangkat ke Amerika Serikat menunjukkan bahwa mimpi besar bisa dimulai dari langkah-langkah kecil yang dijalani dengan disiplin dan konsisten.
Kopi Good Day DBL Camp 2026 sukses diselenggarakan pada 27 April hingga 3 Mei 2026 silam. Kini, barisan pemain dan pelatih terbaik yang berhasil menyandang predikat Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026 tengah bersiap untuk bertolak ke Amerika Serikat pada Juli 2026.
Selama di Amerika Serikat, skuad elite ini tidak hanya akan belajar dan berlatih bersama jajaran pelatih top NBA, tetapi juga akan menguji kemampuan mereka dalam turnamen basket level pelajar setempat. (*)
Baca juga: Filosofi Bersyukur Bawa Kartika Hatta Bangkit dari Titik Terendah Karier
Kalian bisa memantau seluruh update terkait Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026 pada laman di bawah ini