Kemerdekaan bukan hanya tentang perjalanan sebuah bangsa, tetapi juga tentang keberanian setiap generasi untuk bermimpi dan menentukan jalan mereka sendiri. Di usia Indonesia yang ke-81 tahun, semangat itu terus hidup lewat anak-anak muda yang berani punya mimpi, mengejarnya, dan menunjukkan bahwa setiap mimpi layak diperjuangkan.
Memasuki musim ke-22, Honda DBL with Kopi Good Day membawa semangat Home of the Dreamers. Sebuah rumah bagi para pemimpi untuk tampil, mencoba, jatuh, bangkit, bertumbuh, dan berkembang bersama. Di DBL, mimpi-mimpi itu bukan sekadar angan. Ada anak yang bermimpi menjadi pemain, pelatih, dancer, suporter, hingga mereka yang ingin membawa nama sekolahnya ke panggung yang lebih besar.
Di Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027, cerita tentang mimpi itu datang dari berbagai sudut. Ada yang baru pertama kali menginjak DBL Arena, ada yang kembali setelah bertahun-tahun, ada yang berpindah peran dari pemain menjadi pelatih, hingga mereka yang rela menempuh perjalanan panjang demi mendukung mimpi orang tersayang.
Semangat itu tidak berhenti sebagai sebuah tema. Ia hadir dalam langkah-langkah kecil, perjuangan panjang, dan momen-momen yang mungkin terlihat sederhana, tetapi berarti besar bagi mereka yang menjalaninya. Dari sanalah, cerita-cerita tentang mimpi menemukan bentuknya.
Karena setiap mimpi punya cerita. Dan setiap cerita punya tempat untuk pulang: Home of the Dreamers.
Untuk merayakan Hari Ulang Tahun ke-81 Indonesia sekaligus perjalanan 22 tahun DBL, DBL Play merangkum 17 cerita Home of the Dreamers, mereka yang berani bermimpi, memilih untuk terus berjuang, dan akhirnya menjadikan DBL sebagai rumahnya.
1. Dari Uganda, Sang Ayah Saksikan Mimpi Lamanya Hidup Lewat Khalif di DBL
Meski harus berada sekitar 9.000 kilometer dari Surabaya, Gangga Herlambang tetap hadir mendukung putranya, M. Khalif Khairansyah Herlambang, di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North.
Tengah menjalankan pekerjaan di Uganda, Gangga menyempatkan diri menonton laga SMAN 9 Surabaya lewat live streaming DBL Play. Ia bahkan tetap memberikan pujian dan evaluasi kepada Khalif seusai pertandingan, yang berkontribusi empat poin, dua rebound, dan dua steal dalam kemenangan 51-17 atas SMAN 3 Surabaya.
Dukungan tersebut menjadi bentuk kasih sayang sekaligus cara Gangga menghidupkan kembali mimpi basket yang dulu belum sempat ia rasakan. Sejak Khalif mulai menyukai basket di bangku SMP, Gangga selalu mendukung perjalanan sang anak hingga akhirnya tampil di DBL.
Kini, di tahun terakhir Khalif di DBL East Java-North, Gangga berharap masih bisa menyaksikan putranya secara langsung apabila SMAN 9 Surabaya melaju ke Round 2.
Baca selengkapnya: Dari Uganda, Sang Ayah Saksikan Mimpi Lamanya Hidup Lewat Khalif di DBL
2. Dari Nonton DBL Bersama Ayah, Bima Kini Jadi Bagian dari Home of the Dreamers
Muhammad Alif Bima Prakoso, penggawa Sixteen (SMAN 16 Surabaya), tampil gemilang saat menghadapi SMKN 7 Surabaya dengan torehan 18 poin, 6 rebound, dan 1 assist dalam kemenangan 58-5.
Meski menjadi top scorer, pemain kelas XII itu mengaku tak mengejar catatan pribadi. Baginya, menjalankan sistem dari pelatih dan membantu tim meraih kemenangan jauh lebih penting.
Kecintaannya terhadap basket sendiri tumbuh sejak SD berkat sang ayah yang lebih dulu bermain basket dan sering memperlihatkan berbagai tayangan basket, termasuk Slam Dunk.
Perjalanan Bima kemudian semakin dekat dengan DBL ketika sang ayah mengajaknya menyaksikan pertandingan pada 2019. Atmosfer pertandingan dan permainan Kevin Otniel kala itu meninggalkan kesan yang membekas hingga akhirnya Bima bisa merasakan sendiri panggung DBL. Musim ini menjadi tahun ketiganya tampil di Honda DBL with Kopi Good Day East Java-North.
Sejalan dengan tema Home of the Dreamers, Bima menilai DBL sebagai rumah bagi para pemain muda untuk mengejar mimpi dan menunjukkan kemampuan mereka.
Baca selengkapnya: Dari Nonton DBL Bersama Ayah, Bima Kini Jadi Bagian dari Home of the Dreamers
3. 20 Tahun Lebih Menanti, SMA Al Hikmah Tampil di DBL East Java-North Lagi
Setelah 20 tahun menanti, SMA Al Hikmah Surabaya akhirnya kembali tampil di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North. Menariknya, penampilan terakhir mereka terjadi pada 2004, tahun ketika DBL pertama kali digelar di Surabaya.
Comeback ini langsung berbuah manis setelah SMA Al Hikmah mengalahkan SMKN 3 Surabaya dengan skor 23-8 pada laga perdana di DBL Arena, Sabtu, 8 Agustus 2026. Meski puas dengan kemenangan, head coach Marcellio Ach menilai timnya masih memiliki sejumlah hal yang perlu dibenahi, terutama komunikasi dan organisasi permainan.
Kembalinya SMA Al Hikmah ke DBL juga telah dipersiapkan melalui berbagai turnamen, latihan rutin tiga hingga empat kali sepekan, hingga rangkaian sparring menjelang kompetisi.
Dukungan sekolah dan antusiasme para pemain membuat mereka berani memasang target lolos Round 2. Bagi Marcellio, musim ini bukan sekadar soal kemenangan, tetapi juga kesempatan bagi para pemain, terutama kelas XII, untuk merasakan panggung DBL dan menciptakan sejarah baru bagi SMA Al Hikmah setelah dua dekade.
Baca selengkapnya: 20 Tahun Lebih Menanti, SMA Al Hikmah Tampil di DBL East Java-North Lagi
4. Bukan Sekadar Mengejar Menang, Coach Boyo Rawat Kultur Basket Smekda
Basket SMKN 2 Surabaya (Smekda) terus berkembang di tengah kesibukan siswa SMK yang harus membagi waktu antara belajar, praktik, dan magang. Kultur tersebut dijaga oleh Suryo Hadi Prabowo alias Coach Boyo yang menaruh perhatian besar pada regenerasi.
Tim pelatih bahkan melakukan scouting sejak pemain masih duduk di bangku SMP, baik di Surabaya maupun luar daerah.
Musim ini, sekitar 80 persen skuad Smekda masih dihuni pemain dari musim sebelumnya. Meski basket harus bersaing dengan kultur futsal yang kuat di lingkungan SMK, Smekda tetap menjadi salah satu pilihan olahraga yang digemari siswa.
Namun, Coach Boyo masih memiliki pekerjaan rumah untuk memperkuat second team agar kedalaman skuad semakin seimbang dengan first team. Menurutnya, regenerasi tidak hanya tentang mempertahankan tim saat ini, tetapi juga menyiapkan pemain yang siap melanjutkan perjuangan setelah para senior lulus.
Dengan fondasi tersebut, Coach Boyo memasang target tegas untuk musim ini, yakni playoff. Perjalanan Smekda pun tak sekadar mengejar kemenangan, tetapi juga menjaga kultur basket, membangun regenerasi, dan menanamkan sikap saling menghormati, termasuk ketika harus menghadapi mantan anak asuhnya.
Baca selengkapnya: Bukan Sekadar Mengejar Menang, Coach Boyo Rawat Kultur Basket Smekda
5. Comeback Usai 7 Tahun Vakum, Ini Kata Alumni SMAN 2 Lamongan!
Setelah tujuh tahun vakum, skuad putra SMAN 2 Lamongan (Smadala) akhirnya kembali melantai di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North. Kembalinya Smadala juga disambut hangat para alumni, salah satunya Muhammad Zaky Al Jauzy yang hadir langsung di tribun DBL Arena.
Menurutnya, bermain di DBL Arena merupakan mimpi banyak siswa Smadala. Ia menilai performa adik kelasnya cukup menjanjikan meski masih membutuhkan adaptasi karena baru pertama kali tampil di panggung DBL.
Penilaian positif Zaky semakin lengkap setelah Smadala berhasil mengawali comeback dengan kemenangan 21-18 atas SMA 17 Agustus 1945 Surabaya. Laga berlangsung ketat hingga kuarter terakhir dan sempat menyajikan skor imbang menjelang lima menit akhir pertandingan.
Zaky mengaku tak menyangka tim Smadala mampu langsung meraih kemenangan pada laga perdana setelah tujuh tahun absen.
Baca selengkapnya: Comeback Usai 7 Tahun Vakum, Ini Kata Alumni SMAN 2 Lamongan!
6. Dari Tuban, Smansa dan Coach Yogi Bawa Mimpi Student Athlete Daerah ke DBL
Perjalanan Coach Yogi Oktafianto bersama SMAN 1 Tuban bermula secara tidak sengaja sekitar 2015–2016, ketika ia diminta menggantikan rekannya yang tak bisa melanjutkan tugas sebagai pelatih. Dari sana, ia bertahan hampir satu dekade, mendampingi berbagai generasi pemain dan membawa Smansa menjadi satu-satunya wakil Tuban di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North.
Bagi Coach Yogi, tampil di DBL bukan sekadar mengejar kemenangan, tetapi memberi kesempatan bagi anak-anak daerah untuk merasakan persaingan yang lebih besar dan membawa nama Tuban.
Selama membina Smansa, Coach Yogi berusaha menjadikan basket sebagai ruang untuk belajar disiplin, kerja sama, tanggung jawab, hingga mengambil keputusan. Ia juga menjaga hubungan antara pemain, pelatih, dan alumni agar kultur basket Smansa tetap berlanjut dari generasi ke generasi.
Sejalan dengan tema Home of the Dreamers, ia ingin Smansa menjadi rumah yang nyaman bagi para pemain untuk tumbuh dan mengejar mimpi. Baginya, keberhasilan terbesar bukan hanya prestasi di lapangan, melainkan melihat anak-anak didiknya tumbuh dan sukses setelah meninggalkan sekolah
Baca selengkapnya: Dari Tuban, Smansa dan Coach Yogi Bawa Mimpi Student Athlete Daerah ke DBL
7. Penantian 9 Tahun Coach Fandy dan Mimpi yang Tak Pernah Padam untuk Debut di DBL
Sembilan tahun setelah pertama kali mengenakan jersey SMA Wijaya Putra Surabaya, Achmad Fadillah Afandy akhirnya menjejakkan kaki di DBL Arena bukan sebagai pemain, melainkan sebagai pelatih tim putra Smawipa.
Mimpi yang dulu tertunda karena belum berkesempatan tampil di DBL kembali ia perjuangkan setelah direkrut menjadi pelatih pada 2022. Bersama generasi baru Smawipa, Coach Fandy membangun tim dari tahun ke tahun hingga akhirnya mereka mendapat kesempatan debut di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North.
Saat pertama kali melihat nama sekolahnya terpampang di papan skor dan Wipa Mania memenuhi tribun, ia mengaku merinding karena mimpi yang selama ini hanya bisa dilihat dari tribun atau YouTube akhirnya benar-benar terwujud.
Bagi Coach Fandy, perjalanan ini juga menjadi bentuk balas budi kepada Smawipa yang telah memberinya banyak hal sejak masih menjadi siswa. Ia ingin DBL menjadi pengalaman berharga bagi anak-anaknya, sembari terus mengajarkan mereka untuk percaya pada proses, bermain tanpa beban, dan menikmati kesempatan yang telah diperjuangkan bersama.
Baca selengkapnya: Penantian 9 Tahun Coach Fandy dan Mimpi yang Tak Pernah Padam untuk Debut di DBL
8. Berawal dari Tribun, Kini Doa Nando dan Jeriko Jadi Kenyataan di Smaven
Mimpi Jonando Bunarta untuk bermain di DBL Banjarmasin bersama sang adik, Jeriko Bunarta, bermula ketika ia masih duduk di kelas V SD dan menyaksikan DBL South Kalimantan 2019 dari tribun.
Tujuh tahun berselang, mimpi itu akhirnya terwujud. Keduanya kini berseragam SMAN 7 Banjarmasin (Smaven) dan langsung tampil bersama pada laga perdana melawan SMAN 1 Kandangan yang berakhir 90-14. Nando tampil impresif dengan 17 poin, 5 rebound, 2 assist, dan 3 steal, sementara Jeriko mencatat 3 poin dan 3 rebound dalam debutnya.
Jeriko memang sengaja memilih Smaven agar bisa mengikuti jejak sang kakak. Setelah lolos seleksi, keduanya rutin berlatih bersama, mulai dari jogging hingga memperbaiki kemampuan drive dan shooting. Kini, mereka punya target yang sama: membantu Smaven mempertahankan gelar juara DBL South Kalimantan, terlebih musim ini menjadi tahun terakhir Nando sebagai siswa. Jika berhasil, keduanya sudah menyiapkan satu kenangan spesial, mengabadikan momen bersama untuk dipajang di rumah.
Baca selengkapnya: Berawal dari Tribun, Kini Doa Nando dan Jeriko Jadi Kenyataan di Smaven
9. Dulu Tiup Peluit, Kini Coach Rizky Bawa Sabers Debut di DBL East Java-North
Tahun 2017, Mohamad Rizky pernah berdiri di pinggir lapangan Honda DBL with Kopi Good Day sebagai wasit. Sembilan tahun berselang, ia kembali ke DBL Arena dengan peran berbeda sebagai pelatih Sabers, tim basket putra SMAN 2 Jombang, yang menjalani debut di DBL East Java-North.
Pengalaman sebagai pengadil pertandingan menjadi bekal berharga bagi Rizky karena ia sudah memahami atmosfer, lokasi pemanasan, hingga situasi pertandingan di DBL Arena. Meski begitu, peran sebagai pelatih menghadirkan tantangan baru, terutama saat para pemain Sabers sempat mengalami demam panggung pada dua kuarter awal.
Rizky kemudian meminta anak asuhnya melupakan dua kuarter pertama dan bangkit pada kuarter ketiga. Instruksi tersebut berhasil membawa Sabers keluar dari tekanan hingga mengamankan kemenangan 27-21 atas SMAN 1 Manyar.
Kesuksesan itu merupakan hasil persiapan sekitar tiga bulan setelah musim sebelumnya mereka belum beruntung masuk waiting list. Kini, setelah mencatat kemenangan debut, Rizky ingin perjalanan Sabers tidak berhenti sampai di sini. Datang jauh dari Jombang ke Surabaya, ia menargetkan timnya mampu melaju ke Round 2.
Baca selengkapnya: Dulu Tiup Peluit, Kini Coach Rizky Bawa Sabers Debut di DBL East Java-North
10. 25 Tahun Mengabdi, Dwi Meirdianto Totalitas Kawal Comeback Eighty
Pemandangan hangat terlihat di tribun SMAN 80 Jakarta ketika Dwi Meirdianto, guru matematika yang telah 25 tahun menjadi bagian dari sekolah, ikut larut mendukung tim putra Eighty di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 North Jakarta.
Musim ini terasa spesial karena Eighty kembali ke persaingan DBL North Jakarta setelah absen musim lalu. Meski akhirnya kalah tipis 28-25 dari SMA Tzu Chi pada 12 Agustus 2026, Dwi tetap mengapresiasi perjuangan para pemain dan totalitas suporter yang hadir. Baginya, dukungan di tribun bukan semata-mata soal mengejar kemenangan, tetapi tentang membangun kebersamaan dan memberikan pengalaman bagi para siswa.
Dwi juga menilai kehadiran suporter menjadi bagian penting dari perjalanan siswa karena mereka bisa bertemu dan berinteraksi dengan sekolah lain. Ia pun tak ingin anak-anak larut dalam kekecewaan setelah langkah Eighty terhenti.
Sebaliknya, ia berharap pengalaman tersebut menjadi pelajaran untuk berbenah dan kembali lebih siap pada musim berikutnya. Bagi Dwi, berdiri bersama para siswa di tribun, meski harus berpanas-panasan, adalah bentuk dukungan nyata untuk sekolah dan anak-anak yang terus ia dampingi.
Baca selengkapnya: 25 Tahun Mengabdi, Dwi Meirdianto Totalitas Kawal Comeback Eighty
11. 13 Tahun Lalu ke Final Jadi Pemain, Kini Zani ke Final Lagi Sebagai Pelatih
Penantian 13 tahun akhirnya terbayar. Tim putra SMAN 2 Banjarmasin (Smada) melaju ke Final Party Honda DBL with Kopi Good Day 2026 South Kalimantan setelah menundukkan SMA IT Ukhuwah Banjarmasin 55-51.
Ini menjadi penampilan Fantastic Four pertama Smada sejak 2017. Di balik keberhasilan tersebut ada Coach Muhammad Mazani yang mampu membaca situasi pertandingan dan mengantarkan timnya bangkit setelah sempat tertinggal. Menariknya, perjalanan Coach Zani bersama Smada di Final Party bukanlah hal baru. Ia pernah menjadi pemain dan membawa Smada ke partai puncak pada 2013, sebelum kemudian memulai karier kepelatihannya pada 2018.
Setelah tujuh tahun menangani Smada, Coach Zani melihat potensi besar dalam skuad musim ini. Ia bahkan mendorong pemain berlatih lima hingga enam kali dalam sepekan, dengan intensitas tambahan seperti shooting drill di waktu istirahat. Kerja keras itu turut membuat Keandra Choky Iqbal Maulana berkembang menjadi salah satu pemain penting Smada.
Choky mencetak double-double 10 poin dan 13 rebound di Big Eight, lalu tampil lebih dominan dengan 20 poin dan 5 rebound saat menghadapi Ukhuwah. Kini, Coach Zani dan Smada hanya berjarak satu langkah dari mimpi terbesar mereka: membawa almamater menjadi juara DBL South Kalimantan.
Baca selengkapnya: 13 Tahun Lalu ke Final Jadi Pemain, Kini Zani ke Final Lagi Sebagai Pelatih
12. Pensiun Liga Profesional, Bima Riski Debut Jadi Pelatih SMA Petra 2 Surabaya
Bima Riski Ardiansyah memulai babak baru dalam kariernya setelah 16 tahun menjadi pemain basket profesional dan pensiun pada 2024. Kini, ia menjalani debut sebagai assistant coach SMA Petra 2 Surabaya di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North.
Mendampingi Head Coach Bhiantoro Darmawan, Bima membantu membaca situasi pertandingan dan menerapkan strategi man to man saat menghadapi SMA Cita Hati West. Strategi tersebut membawa Petra 2 meraih kemenangan 22-17, meski Bima menilai efektivitas field goal masih perlu diperbaiki.
Pengalaman panjang sebagai pemain profesional kini menjadi bekal Bima untuk membimbing para student-athlete. Ia ingin menularkan agresivitas, fokus, serta sikap tidak menyia-nyiakan setiap kesempatan kepada para pemain Petra 2.
Meski telah pensiun dari level profesional, kecintaannya terhadap basket tetap membuatnya aktif mengikuti turnamen dan kini berkontribusi dari pinggir lapangan. Bagi Bima, menjadi pelatih juga memberinya kesempatan untuk tetap dekat dengan basket sekaligus memiliki waktu yang lebih fleksibel bersama keluarga.
Baca selengkapnya: Pensiun Liga Profesional, Bima Riski Debut Jadi Pelatih SMA Petra 2 Surabaya
13. Perjalanan Panjang Raditya Ibrahim Mengejar Mimpi Basketnya hingga ke Surabaya
Raditya Ibrahim, pemain asal Kediri, mulai mengenal basket sejak kelas VI SD setelah terpilih membela sekolah di Wali Kota Cup Kediri.
Sempat kehilangan kepercayaan diri hingga hampir menyerah saat SMP, Radit mendapat dukungan dari sang ibu, Whening Hapsari, yang saat itu bekerja di Kalimantan. Pada 2024, sang ibu mengenalkannya dengan DBL Academy.
Setiap akhir pekan, Radit rela bepergian sendiri naik kereta dari Kediri ke Surabaya untuk berlatih. Perjalanan tersebut perlahan mengembalikan kepercayaan dirinya dan membuka berbagai kesempatan, termasuk mengikuti coaching clinic bersama Phil Handy serta program basket ke Shanghai dan Seoul.
Kini, Radit duduk di kelas X SMA VITA Surabaya dan tinggal di kos agar bisa bersekolah sekaligus terus mengembangkan kemampuan basketnya. Ia telah merasakan panggung Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North dan turut membantu VITA mengalahkan SMA Kemala Bhayangkari 1 Surabaya 30-20 dengan catatan 6 poin dan 4 rebound.
Dari anak yang sempat takut tidak bisa berkembang setelah meninggalkan Kediri, Radit kini memiliki mimpi menjadi bagian DBL Indonesia All-Star hingga memperoleh beasiswa kuliah ke luar negeri melalui basket. Bagi sang ibu, perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa proses, doa, dan usaha tidak pernah sia-sia.
14. Smada Bangkalan Debut di DBL East Java-North, Rayakan Mimpi Satu Sekolah!
Jarak dan lautan tak menghalangi skuad putra SMAN 2 Bangkalan (Smada Bangkalan) untuk mewujudkan mimpi tampil di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North.
Setelah melalui berbagai perjuangan, termasuk meyakinkan pihak sekolah dan mengurus sejumlah kebutuhan administrasi, Smada Bangkalan akhirnya resmi berlaga di DBL Arena Surabaya. Antusiasme para pemain pun begitu besar.
Head coach Dimas Nur Rohmi bahkan menambah porsi latihan dari dua menjadi empat kali dalam sepekan untuk mempersiapkan 12 pemainnya menghadapi debut di DBL. Dukungan penuh dari sekolah dan lingkungan sekitar akhirnya turut mengiringi perjalanan mereka ke Surabaya.
Sayangnya, debut Smada Bangkalan belum berjalan mulus. Mereka harus mengakui keunggulan SMAN 1 Puri Mojokerto dengan skor 20-80. Meski kalah telak, Coach Dimas menilai hasil tersebut menjadi bagian dari proses adaptasi karena para pemain baru pertama kali merasakan atmosfer kompetisi DBL.
Dava Ardiansyah Maulana dan rekan-rekannya tetap membawa target untuk melaju ke Round 2. Kekalahan di laga perdana pun diharapkan menjadi pengalaman berharga agar Smada Bangkalan dapat tampil lebih baik pada pertandingan berikutnya.
Baca selengkapnya: Smada Bangkalan Debut di DBL East Java-North, Rayakan Mimpi Satu Sekolah!
15. Mimpi Heuw Sisters Melantai Bersama di DBL North Jakarta yang Terwujud
Honda DBL with Kopi Good Day 2026 North Jakarta menjadi momen spesial bagi kakak-adik Reginna Joycelynn Heuw dan Phoebe Cailynn Heuw. Keduanya sama-sama membela SMA Permai Jakarta setelah enam tahun tumbuh bersama di olahraga basket.
Musim ini menjadi kesempatan pertama sekaligus terakhir mereka bermain dalam satu tim karena Reginna akan mengakhiri masa sekolahnya, sementara Phoebe baru menjalani debut. Keinginan untuk tampil bersama pun akhirnya terwujud dan langsung dibuka dengan kemenangan Permai atas SMA Bina Tunas Bangsa (BTB Knights) dengan skor 24-21.
Sebagai kakak, Reginna merasa memiliki tanggung jawab untuk membantu Phoebe beradaptasi dan berkembang. Ia mengingatkan sang adik agar lebih rajin berlatih, tidak mudah terbawa emosi, percaya diri, serta mampu berkoordinasi dengan tim.
Keduanya kini bersiap menghadapi Fantastic Four dengan target memberikan penampilan terbaik. Bagi Reginna, DBL North Jakarta 2026 bukan hanya tentang menutup perjalanan terakhirnya bersama Permai, tetapi juga menciptakan kenangan berharga bersama sang adik sekaligus meninggalkan pesan untuk Phoebe yang akan melanjutkan perjuangan di dua musim berikutnya.
Baca selengkapnya: Mimpi Heuw Sisters Melantai Bersama di DBL North Jakarta yang Terwujud
16. Hampir 2 Dekade Jadi Rival di DBL, Pelatih Kakak-Adik Ini Rawat Basket Kalsel
Pada Honda DBL with Kopi Good Day 2026 South Kalimantan, pertemuan SMAN 2 Banjarmasin (Smada) dan SMAN 7 Banjarmasin (Smaven) menghadirkan derbi bersaudara antara Michael Mikanata Dau dan sang kakak, Ampuh Dau.
Michael yang kini berperan sebagai asisten pelatih Smada memberi kesempatan kepada pelatih muda, Ina Herawati, sebagai head coach, sementara Ampuh tetap menukangi Smaven. Rivalitas keduanya bukan hal baru.
Sejak DBL hadir di Banjarmasin pada 2008, Michael dan Ampuh sudah berkali-kali berhadapan sebagai pelatih. Namun, di balik persaingan tersebut, keduanya sama-sama tumbuh dari keluarga yang mencintai basket dan telah mendedikasikan perjalanan panjang untuk mengembangkan olahraga ini di Kalimantan Selatan.
Bagi Michael, kehadiran DBL turut mengubah mimpi dan pembinaan basket pelajar di Banjarmasin. Para pemain kini memiliki target lebih besar, mulai dari tampil di DBL, menjadi champion, masuk First Team, hingga terpilih ke DBL Camp dan All-Star. Ia juga menilai pembinaan sejak dini penting untuk meningkatkan kemampuan pemain, terutama dalam menghadapi tantangan fisik.
Baca selengkapnya: Hampir 2 Dekade Jadi Rival di DBL, Pelatih Kakak-Adik Ini Rawat Basket Kalsel
17. Debut di DBL, Keluarga Pak Andy Kompak Dukung Alex Raih Mimpi dari Tribun!
Tahun 2026 menjadi periode penuh arti bagi Alexio Caerolly Susanto. Selain berhasil masuk sekolah impiannya, pemain SMAN 2 Jombang (Smada) itu akhirnya mewujudkan mimpi bermain di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North.
Bersama Smada yang juga berstatus debutan, Alex turut merasakan dua kemenangan di Round 1, masing-masing atas SMAN 1 Manyar Gresik (27-21) dan SMA Trimurti Surabaya (26-18). Pada laga kedua, Alex bahkan mencetak poin perdananya hanya lima detik setelah tip-off. Performa tersebut tak lepas dari dukungan sang ayah, Andy Susanto, yang hadir bersama seluruh keluarga untuk menyaksikan Alex berlaga di DBL Arena.
Kecintaan Alex terhadap basket telah tumbuh sejak kelas I SD setelah terinspirasi sang kakak, Gilbert. Sejak saat itu, bermain di DBL menjadi target yang terus ia kejar hingga akhirnya terwujud setelah Smada lolos melalui Waiting List.
Demi mencapai mimpinya, Alex menjalani latihan intensif hingga malam, dibimbing langsung oleh Gilbert, sekaligus menjaga nutrisi dan kondisi fisiknya. Bagi Andy, perjuangan tersebut baru permulaan. Ia ingin Alex terus berkembang dan mampu bersaing di luar Jombang.
Apa pun perjalanan yang dipilih sang anak ke depan, Andy memastikan dirinya dan keluarga akan selalu berada di belakang Alex untuk memberikan dukungan.
Baca selengkapnya: Debut di DBL, Keluarga Pak Andy Kompak Dukung Alex Raih Mimpi dari Tribun!