Basket dan sportivitas merupakan dua hal yang tak bisa dipisahkan. Nilai inilah yang terus ditanamkan sepanjang penyelenggaraan Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027. Para student-athlete tak hanya dituntut untuk menunjukkan kemampuan terbaik di lapangan, tetapi juga belajar menghormati setiap elemen yang terlibat dalam pertandingan, termasuk tim lawan.
Meski terdengar sederhana, menerapkan sportivitas tentu tak semudah mengucapkannya. Nilai tersebut justru kerap diuji ketika sebuah tim harus melewati pertandingan dengan tensi tinggi.
Di tengah persaingan yang memanas, bagaimana para pemain tetap mampu menjaga sikap dan menjunjung sportivitas?
Pengalaman itulah yang turut dirasakan srikandi SMA Permai Jakarta. Sebelum menobatkan diri sebagai finalis baru DBL North Jakarta 2026, skuad asuhan Riska Pebrianti itu harus lebih dulu dihadapkan dengan dua pertempuran bertensi tinggi.
Pada laga pembuka, skuad Permai langsung menghadapi duel sengit kontra SMA Bina Tunas Bangsa. Mereka sukses mengamankan kemenangan tipis dengan selisih hanya tiga poin, 24-21, pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Beranjak ke pertandingan berikutnya, Permai kembali menunjukkan mentalitas bertanding dengan menumbangkan runner-up musim lalu, SMA Bina Bangsa School Pantai Indah Kapuk. Sempat tertinggal, mereka mampu membalikkan keadaan pada paruh kedua hingga menutup laga dengan kemenangan 37-32, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Baca Juga: 16 Tahun Perjuangan Coach Didiet Membangun Basket Nexix’s
Sebagai pelatih, tanggung jawab yang dipikul Riska (sapaan karibnya) tentu bertambah. Tugasnya bukan sekadar mengantarkan tim meraih kemenangan, tetapi juga memastikan setiap pemain tetap berpegang pada game plan tanpa meninggalkan sportivitas.
“Saya selalu mengajarkan mereka bermain keras, bukan bermain kasar. Ingatkan proses perjalanan latihan yang sudah mereka lakukan dan tujuan akhir yang ingin dicapai. Selama bel akhir belum dibunyikan, artinya kerja keras mereka belum selesai. Ingatkan selalu bermain sportif, hormati lawan, dan hormati keputusan wasit,” tegas Riska.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa sportivitas bisa dibentuk melalui komunikasi yang sehat. Di sinilah, Riska turut menegaskan soal pentingnya menciptakan lingkungan tim yang sehat melalui afirmasi positif serta kritik yang membangun.
Bahkan, skuad Permai juga memiliki sebuah “ritual” tersendiri sebelum menapakkan kaki di atas lapangan. Riska selalu mengajak anak-anak didiknya untuk membayangkan semua kemungkinan yang bisa saja terjadi selama laga berjalan.
“Di sesi itu juga, kami membayangkan semua perasaan yang mungkin akan dialami di pertandingan, ada emosi, senang, atau tangis. Kami juga ingatkan tujuan utama mereka ada di tim ini. Komunikasi seperti ini bisa jadi rem dalam semua situasi, apalagi kalau mereka menghadapi pertandingan sengit,” tegas Riska.

Potret Riska Pebrianti bersama pemain dan jajaran ofisial SMA Permai Jakarta selepas menghadapi Final Honda DBL with Kopi Good Day 2026 North Jakarta
Kehadiran seorang pelatih dalam suatu tim bukan hanya soal meramu strategi permainan sebaik mungkin. Lebih dari itu, mereka juga memegang kendali dalam membentuk karakter para pemain agar tetap positif, baik saat berada di dalam maupun di luar lapangan.
“Peran pelatih itu memang sangat besar karena menjadi role model untuk anak didiknya. Tugas pelatih bukan hanya melatih anak untuk jadi jago dan pemenang,” ujarnya.
Baca Juga: Babak Baru Riska Pebrianti Bersama Srikandi Permai Akhirnya Dimulai
Menurut Riska, nilai-nilai yang ditanamkan pelatih selama proses latihan juga akan menjadi bekal bagi pemain ketika menghadapi berbagai situasi di pertandingan. Sebab, kemenangan bukan satu-satunya hal yang menentukan kualitas sebuah tim, melainkan juga bagaimana setiap student-athlete mampu bersikap dan menghargai lawan.
Nilai tersebut pun terasa semakin relevan menjelang peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) yang diperingati setiap 9 September. Momentum ini menjadi pengingat bahwa olahraga bukan hanya tentang mengejar kemenangan, tetapi juga membentuk karakter, menjunjung sportivitas, serta menanamkan sikap saling menghargai di setiap laga.
Menyambut peringatan tersebut, Riska pun menitipkan sebuah pesan hangat bagi seluruh student-athlete yang tengah berjuang membanggakan nama almamater di lapangan.
“Hormati lawan, wasit, dan perangkat pertandingan. Terakhir, hormati jersey yang kalian pakai. Bermain keras boleh, tapi bukan kasar dan mencederai lawan. Mungkin hasil pertandingan akan dengan cepat dilupakan, tapi cara kalian bertanding akan diingat seumur hidup,” tutupnya.
Peringatan Haornas pun menjadi kesempatan untuk merefleksi ulang mengenai makna sportivitas dalam olahraga basket. Sebab, sportivitas bukan sekadar tentang menerima kemenangan maupun kekalahan, tetapi juga bagaimana setiap pemain mampu menghargai lawan, menjaga sikap, dan tetap bermain dengan penuh tanggung jawab di tengah ketatnya persaingan.
DBL North Jakarta 2026 termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 yang siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema “100% Indonesia”. Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final.
Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)