Bagi student athlete Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027, olahraga bukan hanya semata kegiatan fisik. Olahraga menjadi tempat mereka menaruh mimpi, cita-cita hingga harapan yang diperjuangkan. Lebih dalam lagi, lewat olahraga mereka belajar banyak hal kehidupan.
Pengalaman itu yang didapat oleh Gipih Jaya Muktananda, pemain SMAN 1 Mataram yang berlaga di DBL West Nusa Tenggara 2026.
Basket bukan hanya mengajarkan Gipih soal kerja keras. Bukan cuman sekadar menuntutnya untuk bisa meraih kemenangan pada setiap pertandingan.
Baca juga: Saat Sportivitas Jadi Bagian Penting dari Perjalanan Riska Pebrianti dan Permai
Basket membawanya membuka banyak pintu cakrawala pengalaman. Baik pengalaman baik maupun pengalaman yang membuatnya berproses menjadi lebih baik.
Salah satu pengalaman yang membentuk dirinya ada pada momen DBL West Nusa Tenggara musim lalu.
“Aku pernah ngedown banget tahun lalu. Pas aku dapat free throw waktu lawan Smala (SMAN 5 Mataram). Itu penentuan kalau misalnya masuk timku bisa menang,” ujarnya.
Pada momen itu, Gipih memiliki kesempatan untuk membawa sekolahnya menuju babak playoffs. Jika ia berhasil memasukkan dua tembakan gratis, Smansa Mataram terbang ke playoffs.
Baca juga: Tepis Rasa Minder, Smabul Buktikan Anak Daerah Bisa Bawa Pulang Gelar Juara DBL!
“Waktu itu aku gak bisa memanfaatkan free throw karena gak masuk dua kali. Itu Smansa kalah satu poin. Perasaanku gak enak banget. Bebannya terasa banget,” ucapnya.
Momen kegagalan tersebut masih diingat betul oleh Gipih. Bahkan, ia butuh waktu lama untuk bisa benar-benar bangkit dari kegagalan tersebut.
“Kepikiran banget sih, Kak. Ada kali seminggu lebih aku masih kepikiran soal itu, kecewanya ada banget. Pikiran benar-benar kosong dan semangat buat olahraga atau latihan nggak ada,” ungkapnya.

Cobaannya nggak berhenti sampai di sana. Gipih sempat harus menepi cukup lama akibat cedera ankle. Itu jadi salah satu cedera pertamanya selama menekuni basket.
Baca juga: 16 Tahun Perjuangan Coach Didiet Membangun Basket Nexix’s
“Aku tumben banget cedera ankle sampai tiga bulan. Itu sempat ngedown dan overthinking karena nggak sembuh-sembuh,” kenangnya.
Beruntungnya, lingkungan sekitar Gipih memahami betul situasi sulit tersebut. Alih-alih memaksakan dirinya untuk terus melanjutkan berlatih, lingkungan sekitarnya justru mendukung proses pemulihannya.
“Pelatih aku sama keluarga benar-benar nggak ngepush aku buat tetap basket. Mereka justru nyuruh aku buat istirahat biar bisa benar-benar pulih dan biar lebih maksimal juga,” ungkap cowok yang memiliki cita-cita menjadi dokter.
Lewat pengalaman itu, basket mengajarkan Gipih untuk bersabar. Menikmati setiap momen pemulihan sambil mempersiapkan diri.
Ia ingat betul, saat dirinya pertama kali menekuni basket bukan untuk mengejar prestasi. “Awalnya itu cuman iseng aja. Biar fisik aku lebih ideal. Dulu aku pengin tinggi sama agak kurus. Jadinya aku coba ikut basket,” ceritanya.
Gipih juga menambahkan, “Lama-lama dari basket aku belajar banyak hal. Soal disiplin dan bangkit dari kegagalan. Momen capek pas latihan, beberapa kekalahan yang menyakitkan itu membentuk diriku yang sekarang,”
Dari sana, ia memaknai basket bukan sekadar olahraga. Basket menjadi tempatnya untuk berproses menjadi pribadi yang lebih baik. Sebagai wadahnya untuk mewujudkan mimpi. Membanggakan orang tua.
“Basket jadi sarana aku buat buktiin ke diri sendiri kalau proses panjang nggak pernah bohong. Basket sudah kayak rumah keduaku sih. Dia (basket) ini tahu bagaimana aku dulu berjuang dari nol sampai sekarang,” ceritanya.
Perjalanannya menekuni basket perlahan namun pasti membuahkan hasil. Keteguhannya menghadapi ratusan kegagalan, semangatnya tak pernah padam di tengah badai yang menerpa.
“Aku nggak mau nangis lagi pada tahun terakhirku main di DBL. Syukur aku bisa wujudkan itu. Memang aku nangis tapi bukan karena kalah. Karena aku bisa membuktikan kalau sekolah aku juga bisa juara,” ucapnya.
Gipih menjadi salah satu aktor di balik keberhasilan SMAN 1 Mataram menjadi juara di DBL West Nusa Tenggara. Terakhir kali SMAN 1 Mataram juara DBL West Nusa Tenggara ada pada musim 2008.
Selain itu, namanya juga terpilih sebagai pemain Kopi Good Day First Team 2026 West Nusa Tenggara dan terpilih sebagai Honda MVP DBL West Nusa Tenggara.
Bagi Gipih, basket bukan sekadar olahraga. Basket sudah masuk dalam perjalanan spiritualnya menemukan jati diri. Belajar banyak hal baru mengenai kehidupan; kerja keras, disiplin, pembentukan karakter, bersosialisasi. Baginya basket bukan hanya dipandang sebagai kegiatan fisik. Selamat hari olahraga nasional. Wujudkan mimpimu di panggung Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027.
Profil Gipih Jaya Muktananda bisa kalian cek di bawah ini.