DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

MAINMAIN

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Christabel, Savira Alifa, dan Keisha Hasna menjawab pertanyaan pada sesi ngobrol bareng DBL Play

JAKARTA - Srikandi SMAN 28 sukses meraih back to back champion musim ini. Final putri tersebut menjadi laga penutup untuk rangkaian Honda DBL seri Ibu Kota tahun 2019. Namun perjalanan para student athlete tak berhenti disitu. Sepuluh pemain terpilih dari sektor putri yang terbagi kedalam First dan Second team, akan mewakili DKI Jakarta untuk mengikuti Honda DBL Camp di Surabaya pada 12-16 November mendatang.

Sebelum berangkat menuju Honda DBL Camp, para First dan Second Team putri melakukan sesi QnA di program terbaru Instagram TV @dbl_jakarta yaitu Ngobrol Bareng DBL Play.

Sesi QnA ini terbagi menjadi tiga segmen. Pertama pertanyaan ice breaking. Kedua pertanyaan dari followers Instagram @dbl_jakarta dan ketiga pertanyaan konfirmasi berdasrkan data dan fakta dari tim redaksi DBL Jakarta.

Dibalik aksi-aksi gemilang para srikandi di lapangan basket ada kisah-kisah haru, kerja keras dan perjuangan dibaliknya. Salah satunya kisah comeback stronger milik Christabel. Sebab, kapten SMAN 28 ini musim lalu sempat mengalami cedera dan harus menepi dari dunia basket untuk sementara.

Namun sekembalinya Abel (panggilan akrab Christabel) ke dunia basket, ia berhasil mendapatkan banyak pencapaian positif. Ia langsung membawa SMAN 28 mempertahankan gelar Ratu Ibu kota dan meraih gelar MVP putri.

Dibalik kesuksesannya itu, Abel menyampaikan motivasinya untuk bisa menjadi comeback stronger setelah masa rehatnya musim lalu. “Aku mau kasih bukti ke orang-orang kalau aku bisa jadi comeback stronger. Setelah cedera pun aku masih bisa main basket. Puji Tuhan aku buktikan di DBL ini,” jelas center SMAN 28 ini.

Kisah lainnya datang dari kapten tim SMAN 70 Jakarta, Savira Alifa. Wajahnya yang cantik, postur tubuhnya yang tinggi, Savira menjadi idola banyak cowok-cowok. Tetapi banyak orang yang mempertanyakan sebenarnya apa alasan Savira memilih terjun ke dunia Basket.

Ternyata keluarga menjadi faktor paling besar yang membuat dara berusia 17 tahun ini memilih menekuni dunia basket. “Awalnya suka basket karena keluarga. Karena keluargaku semuanya main basket. Tapi makin kesini semangat main basket dari diri aku sendiri karena banyak manfaatnya juga” ungkapnya.

Dan masih banyak lagi kisah-kisah inspiratif dari para dara muda berbakat yang masuk jajaran First Team putri. Seperti tips menyeimbangkan antara akademik dan basket dari kapten SMAK 1 Penabur, Stephanie Wijaya. Ada juga tips agar dapat bermain basket dengan baik dari salah satu garda andalan SMAN 28 Keisha Hasna. Semuanya akan tersaji di video Q&A First Team putri ini! (*)

  RELATED ARTICLES
Comments (0)