ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Di era ini, proses pembelajaran terasa sangat kompleks. Mulai dari penalaran analitis hingga pembelajaran berbasis proyek. Belum lagi kurikulum yang berubah-ubah dengan cepat menuntut guru untuk terus adaptif dan inovatif. Namun, ada satu hal yang luput tanpa disadari, yaitu pembelajaran soal sosial dan empati. 

Hal sederhana itu tak luput dilakukan oleh Raihan Zaid Al Ghifari, Guru Pendidikan Pancasila dan Sosiologi SMA IT Daarul Hikmah, Bontang. Ia membuat komunitas di sekolahnya bernama Social Innovation atau yang populer dengan SOCIOVATION. Komunitas riset sosial yang bentuknya adalah grup belajar. Raihan -sapaan karibnya di sekolah- mengaku, dahulu rata-rata murid lebih senang dengan riset di bidang sains dan teknologi dan riset sosial humaniora pada saat itu belum ada. 

Tujuan dibentuknya SOCIOVATION tidak lain dan tidak bukan adalah untuk mengajarkan mereka berempati terhadap fenomena sosial yang ada di masyarakat. Dari situ, ia berharap empati mereka timbul sehingga bermuara pada solusi dan inovasi untuk mengatasi permasalahan-permasalahan sosial yang mereka temukan di lapangan. 

Baca Juga: DBL Super Teacher: Yuan Achda Bikin Ekosistem Olahraga Sekolah Jadi Asyik

Momen Raihan saat Menemani Brainstorm Anak Didiknya (Foto: dokmentasi pribadi)

“Saya menyadari untuk mengkaji terkait dengan masalah sosial yang ada di lingkungan sekitar mereka itu tidak hanya bisa kita lakukan ketika pembelajaran efektif dalam kelas, ketika kegiatan intrakurikuler atau kegiatan kokurikuler,” ungkapnya.

Usut punya usut komunitas belajar ini lahir dari keikutsertaan Raihan bersama tiga anak didiknya di kompetisi “Kupukal Team Innovation Summit.” Lomba riset yang menghadirkan sebuah solusi di lingkungan sekitar. Di kompetisi itu, ia bersama anak didiknya mengkaji sebuah permasalahan sosial terkait dengan kenakalan remaja yang ada di lingkungan sekitar mereka. Tak berhenti di situ, mereka membuat gim inovasi berupa kartu pintar yang tujuannya untuk memberikan edukasi kepada remaja tentang pencegahan kenakalan remaja di masyarakat.

Berkat inovasi tersebut, Raihan dan ketiga anak didiknya berhasil meraih penghargaan gold winner atau juara pertama. Setelah pencapaian yang didapat, SOCIOVATION pun terus bertransformasi menjadi komunitas yang lebih besar dan berkembang.

SMA IT Daarul Hikmah saat Menerima Gold Winner di Kupukal Team Innovation Summit (Foto: dokumentasi pribadi)

Inovasi Raihan untuk SOCIOVATION bagaikan letupan kembang api yang tak berhenti. Setelah menjuarai kompetisi, dihadirkan program siniar atau yang dikenal dengan podcast bernama Ed School DHBS Podcast. Di kegiatan ini, Raihan membimbing anak didiknya untuk berani berbicara dan bersuara.

“Dari kegiatan DHBS Podcast ini, saya membimbing murid-murid saya yang mungkin awalnya kurang percaya diri untuk berbicara di depan umum sampai akhirnya jadi percaya diri.  Alhamdulillah melalui kegiatan DHBS Podcast ini, hmereka berhasil percaya diri menjadi host dengan mewawancarai teman-temannya yang berprestasi dan juga tokoh-tokoh inspiratif yang kami undang di DHBS Podcast,” ujarnya.

Baca Juga: DBL Super Teacher: Arno Johan Seimbangkan Akademik dan Taekwondo di Pekalongan

Kiprahnya untuk membangun podcast di sekolah juga bermuara pada dirinya yang diamanahi untuk membimbing siswa-siswinya menjadi Master of Ceremony (MC). Dengan begitu, ketika ada kegiatan dan acara di sekolah mereka bisa tampil memimpin acara dengan percaya diri.

Tak berhenti di situ, Raihan pun kerap dipercaya untuk menjadi pembimbing pada ajang FLS3N (Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional) pada kategori lomba monolog. Hasilnya pun menggembirakan, salah satu siswa yang ia bimbing berhasil mendapatkan juara 3 tingkat kota Bontang.

Raihan bersama dengan Anak Didiknya Mendapatkan Juara 3 di FLS3N (Foto: dokumentasi pribadi)

Seperti mata koin logam yang punya dua sisi, di balik sisi keberhasilan ada pula sisi kesulitannya. Selama proses kegiatan itu Raihan menemui kesulitan pada pembagian waktu, terlebih SMA IT Daarul Hikmah adalah boarding school. Padatnya kegiatan sekolah dan asrama yang berjalan bersamaan membuat para siswa kelelahan. Oleh karena itu, tugas Raihan bersama dengan guru lainnya adalah menguatkan kemampuan mereka untuk memanajemen waktu dengan baik. Bersamaan dengan itu, ia pun harus memberikan motivasi dan penguatan mental agar mereka kembali semangat dan percaya diri untuk mengikuti kegiatan-kegiatan nonakademik.

Dengan bergabungnya Raihan sebagai calon DBL Super Teacher, Raihan ingin mengintegrasikan akademik dan nonakademik sehingga berjalan dengan selaras. Pembelajaran berbasis proyek atau project based learning ingin ia gencarkan. Pembelajaran itu akan mengasah skill mereka. Misalnya keterampilan dalam video maker. Hasil yang bagus pun ia bisa ikutkan ke berbagai kompetisi.

Raihan juga percaya, bahwa seorang guru harus punya kesadaran untuk meng-upgrade kompetensi yang ia miliki. Apalagi di DBL Super Teacher nanti ia akan menambah jejaring atau relasi antarprofesi. Ia meyakini ketika seorang guru memiliki semangat untuk belajar, energi itu akan menular kepada murid-muridnya. 

Baca Juga: DBL Super Teacher: Kedekatan Asniwaty Kunci Sukses Drumband SMAN 2 Merauke

“Ketika saya bisa bertemu, berdiskusi dengan teman-teman sesama guru yang ada di seluruh Indonesia, saya berharap saya dan teman-teman guru lainnya itu dapat bertukar atau berbagi praktik baik pembelajaran yang sudah kami lakukan di dalam ruang kelas kita masing-masing,” tambahnya.

DBL Super Teacher adalah program pelatihan, pengembangan kapasitas, dan apresiasi bagi guru pendamping yang digagas oleh DBL Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Program ini ditujukan bagi tenaga pendidik yang berdedikasi tinggi dan meyakini bahwa proses belajar tidak hanya berhenti di dalam ruang kelas. Guru-guru terpilih juga akan mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan hingga belajar (short course) ke luar negeri.

Program yang didukung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ini gratis dan terbuka bagi seluruh guru di Indonesia. (*)

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS