Setiap pelatih tentu memiliki cara tersendiri untuk membangun bonding dengan anak-anak didiknya. Yeti Marisa Pramulia, kepala pelatih tim putri SMPN 22 Surabaya (Dapuda), memilih pendekatan melalui berbagai permainan serta membuat video TikTok bersama anak-anak didiknya.
Saat ditemui selepas pertandingan, Coach Yeti mengatakan bahwa dirinya tidak ingin menjadi pelatih yang terlalu otoriter. Karena itu, ia memilih pendekatan yang lebih menyenangkan untuk membangun kedekatan dengan pemain sekaligus menciptakan suasana latihan yang lebih nyaman.
"Kami harus jadi pelatih yang inovatif dan kreatif untuk membangun chemistry antaranggota," ujar Coach Yeti, Sabtu, 19 September 2026.
Baca juga: Basket untuk Skill, Karakter untuk Hidup ala Coach Li Cu
Coach Yeti mengatakan bahwa melatih siswa SMP memiliki tantangan tersendiri. Pasalnya, para pemain masih berada dalam fase pertumbuhan dan mulai belajar mengelola emosi serta ego mereka. Terlebih, ketika menangani tim putri, salah satu tantangan yang perlu dihadapi adalah menjaga suasana hati para pemain agar tetap stabil selama menjalani latihan maupun pertandingan.
"Makanya kami dari tim pelatih juga harus pandai-pandai menyelami mereka agar semakin suka dengan basket," ungkapnya.
Saat menyadari suasana hati para pemain sedang kurang baik ketika latihan, Coach Yeti memilih memberikan game sebagai cara untuk mencairkan suasana sekaligus memahami kondisi anak didiknya. Permainan tersebut juga dimanfaatkan untuk kembali membangun semangat para srikandi Dapuda.
Baca juga: Angelina Natazza Mulai Menanam Mimpi Besar di DBL
Game yang diberikan cukup sederhana, yakni mengajak para pemain berduel melawan dirinya dan Riyan Yoga Pratama selaku asisten pelatih. Dari permainan tersebut, semangat para pemain pun mulai tumbuh.
"Saya kasih motivasi ke mereka seperti 'Kamu lawan coach saja loh bisa, apalagi besok saat kamu ketemu lawan'," terang Coach Yeti.
Tidak hanya mengajak bermain game, Coach Yeti juga mengaku kerap membuat video TikTok bersama anak didiknya untuk mencairkan suasana. Ia bahkan mengatakan bahwa dirinya sebenarnya tidak terlalu mahir membuat video TikTok. Namun, demi membangun kedekatan dengan para pemain, Coach Yeti tetap bersedia ikut membuatnya bersama mereka.
"Saya ingin menjadi pelatih yang bisa diajak seru-seruan. Jadi dengan itu juga bisa meningkatkan bonding kami," ceritanya.
Baca juga: Tahun Terakhir di Junior DBL, Aisyah Kini Berani Ambil Peran untuk NSA
Sayangnya, pada pertandingan Junior DBL 2026 Surabaya hari ini, srikandi Dapuda belum mampu menampilkan performa terbaiknya. Mereka harus mengakui keunggulan SMP Gloria 1 Surabaya dengan skor akhir 32-15.
Meski begitu, Coach Yeti mengaku tidak kecewa dengan hasil tersebut. Ia menyadari bahwa sejumlah anak didiknya sedang berada dalam kondisi yang kurang fit, sehingga belum dapat tampil secara maksimal di pertandingan kali ini.
"Itu menjadi PR buat saya ke depannya, bagaimana menghadapi kondisi ketika banyak anak yang kurang fit, tetapi mereka tetap bisa mempersiapkan diri dan tampil siap saat berlaga," tandas Coach Yeti.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil pelatih ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)