ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Deswita Salma Maharani (nomor punggung 47) dari SMAN 1 Puri Mojokerto (Castle) menggiring bola saat menghadapi SMAN 16 Surabaya (Sixteen) pada babak Playoffs Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya, Jumat, 25 September 2026.

Ada satu penantian yang akhirnya selesai di DBL Arena Surabaya. Setelah 2 musim belum mampu meraih kemenangan atas SMAN 16 Surabaya (Sixteen), Deswita Salma Maharani akhirnya menutup pertemuan ketiganya dengan cerita berbeda.

SMAN 1 Puri Mojokerto (Castle) berhadapan dengan Sixteen di pertandingan kedua Jumat, 25 September 2026 dalam Playoffs Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java North. Castle mengawali laga dengan situasi yang cukup sengit. Mereka hanya unggul tipis 4-3 pada akhir kuarter pertama.

Perlahan, permainan Castle mulai menemukan bentuknya. Sixteen hanya mampu menambah dua poin pada kuarter kedua, sementara Castle terus menjauh hingga skor 13-5. Keunggulan itu semakin melebar pada kuarter ketiga menjadi 20-5 sebelum Castle memastikan kemenangan 30-9 pada akhir pertandingan. 

Salma menjadi salah satu pemain yang membantu Castle menjaga permainan sepanjang laga. Bermain selama 36 menit 28 detik, pemain kelas XII itu mencatatkan 11 poin, 8 rebound, dan 2 assist.

Baca juga: Dulu Kawal DBL All-Star 2008, Kini Coach Amin Dampingi Devi

Namun, pertandingan ini punya arti yang lebih panjang bagi Salma. Ini merupakan musim ketiganya bertemu Sixteen di ajang DBL. Sejak masih duduk di kelas X pada 2024, ia sudah berhadapan dengan tim yang sama. Musim berikutnya, pertemuan kembali terjadi dengan hasil yang belum berpihak kepada Castle.

Bahkan, di luar DBL, Salma juga sempat beberapa kali bertemu Sixteen. Hasilnya pun belum sesuai harapan. Beberapa pertandingan hanya berakhir dengan selisih satu atau dua poin, tetapi kemenangan tetap belum menjadi milik Castle.

Karena itu, sebelum pertandingan dimulai, Salma sudah menanamkan satu target dalam dirinya. Setelah 2 musim belum berhasil menaklukkan Sixteen, kali ini ia ingin membawa Castle mengakhiri penantian tersebut.

"Jujur hari ini aku all out, tapi masih ada sedikit 10 persen yang belum aku keluarin. Tapi 90 persen udah. Karena aku berhasil bawa timku menang lawan SMA 16. Pecah telor lah bahasanya. Setelah lama kita enggak menang," ujar Salma.

Baca juga: Hasil DBL East Java-North: Putri Castle Lolos ke Babak Playoffs!

Tekad itu menjadi salah satu bekal Salma sebelum pertandingan. Ia mengaku ingin menunjukkan bahwa Castle mampu bangkit dan memberikan permainan berbeda pada pertemuan kali ini.  

"Jujur hari ini excited pol. Aku sebenarnya menanamkan pada diriku hari ini harus menang. Karena aku pengen buktiin sesuatu yang diremehkan itu pasti bangkit. Dia udah ngeremehin aku, udah ngeremehin timku nih. Aku seenggaknya harus up lah biar mereka tahu ada yang lebih dari mereka," ujar Salma.

Perjalanan menuju pertandingan ini pun cukup berbeda. Castle sudah berhenti menjalani latihan rutin sejak minggu sebelumnya. Sebagai gantinya, Salma dan rekan setimnya menjaga kesiapan melalui pertandingan pada event lain di Mojokerto.

Tidak banyak arahan khusus yang diberikan menjelang laga. Castle justru membawa pengalaman dari pertandingan sebelumnya untuk menjaga ritme permainan. Di situ, kepercayaan kepada satu sama lain menjadi modal yang terus mereka pegang.

Baca juga: Musim Kedua Bela Petra 1, Venedict Feivel Lebih Dewasa Hadapi Laga

Salma juga membawa urusan pribadi ketika memasuki pertandingan. Sebelumnya, ia merasa belum mampu menunjukkan permainan terbaik saat Castle menghadapi Gloria 1. Kekalahan tersebut membuatnya kecewa karena merasa belum memberikan kontribusi yang diharapkan untuk tim.

Kemenangan atas Sixteen kemudian terasa seperti kesempatan untuk menebus penampilan tersebut. Apalagi, lawan yang dihadapi adalah tim yang sudah tiga kali hadir dalam perjalanan DBL-nya.

Deswita Salma Maharani (nomor punggung 47) menerobos pertahanan lawan dan melepaskan tembakan lay-up untuk SMAN 1 Puri Mojokerto (Castle).

"Ini bukti tebusan aku. Karena aku kemarin waktu lawan Gloria 1 aku miss banget, off banget. Bener bener enggak ada sama sekali. Aku bener bener sedih karena aku enggak bisa bawa timku menang lawan Gloria 1. Tapi it’s oke. Karena hari ini aku menang lawan Sixteen," tutur Salma.

Ada pula cerita lain yang membuat kemenangan ini terasa lebih personal. Pada pertemuan musim sebelumnya, Castle harus kehilangan beberapa pemain karena cedera. Salma masih mengingat bagaimana beberapa kakak kelasnya mengalami cedera ACL dan ankle hingga harus menjalani operasi.

Baca juga: Dikenalkan Ayah Sejak SD, Devi Jalani Debut Bersama Putri Castle di Round 2

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan yang membentuk Salma hingga musim terakhirnya. Kini, sebagai pemain kelas XII, ia tidak hanya memikirkan bagaimana menutup perjalanannya sendiri. Ia juga mulai menyiapkan pemain yang akan melanjutkan langkah Castle setelah dirinya lulus.

Salah satunya adalah Arum Oktavia. Pemain bernomor punggung 1 itu beberapa kali terlibat dalam permainan bersama Salma. Bahkan, Salma sempat memberikan umpan yang kemudian diselesaikan Arum menjadi poin.

Bagi Salma, Arum sudah dianggap seperti adiknya sendiri. Ia ingin membagikan pengalaman dan cara bermain yang selama ini ia dapatkan agar Arum bisa menjadi salah satu sosok yang membantu Castle pada musim berikutnya.

"Dia udah aku anggap seperti adikku sendiri. Lebih tepatnya dia itu bisa memimpin teman temannya kalau tidak emosi. Jadi aku pengen nyalurin itu karena aku habis ini lulus. Yang harusnya bisa bawa teman temannya playoff lagi tahun depan," katanya.

Baca juga: 2 Dekade Lebih Melatih, Coach Amin Pilih Tak Menekan Anak Didiknya

Dukungan dari keluarga juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan Salma. Ia menyebut orang tuanya selalu hadir memberikan dukungan, termasuk ketika tidak bisa datang langsung ke pertandingan. Dukungan itu tetap diberikan melalui live streaming hingga berbagai kebutuhan yang menunjang perjalanannya sebagai pemain.

Kini, setelah penantian tiga musim, Salma punya satu alasan untuk menikmati hari ini lebih dulu. Ia tidak ingin kemenangan tersebut langsung dibebani dengan pikiran mengenai lawan berikutnya.

Untuk laga selanjutnya, ia memilih memberi ruang bagi rekan setimnya untuk menikmati kemenangan. Istirahat, bersantai, dan melakukan hal yang mereka sukai menjadi cara Castle mengembalikan energi sebelum kembali memikirkan pertandingan.

"Biarin adik adikku menikmati kemenangan hari ini dulu. Untuk lawan besok kita pikirin besok. Kita mau rest, rileks, beli makanan yang disuka biar mood-nya naik. Nikmatin pokoknya hari ini," pungkas Salma.

Baca juga: Hasil DBL East Java-North: Sinlui Menang Lawan Rival Lama!

Tiga musim membawa Salma pada pertemuan yang sama dengan cerita yang selalu berbeda. Kali ini, ia tidak pulang dengan rasa kecewa yang sama. Ada lega, ada bangga, dan ada keyakinan bahwa Castle masih punya perjalanan panjang.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. 

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil Deswita Salma Maharani bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Hasil akhir pertandingan SMAN 16 Surabaya vs SMAN 1 Puri Mojokerto bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS