ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Coach Christy Justivera saat mendampingi tim putri SMP Nation Star Academy Surabaya (NSA) dalam laga Fantastic Four Junior DBL 2026 Surabaya di DBL Arena Surabaya, Senin, 28 September 2026.

Ada satu momen ketika pertandingan SMP Vita Surabaya (Vita) dan SMP Nation Star Academy Surabaya (NSA) berjalan begitu sengit. Selisih angka hanya terpaut satu hingga dua poin, membuat setiap possession terasa penting bagi kedua tim.

Senin, 28 September 2026, SMP Nation Star Academy Surabaya (NSA) berhadapan dengan SMP Vita Surabaya (Vita) pada Fantastic Four Junior DBL 2026 Surabaya. Dua kuarter pertama berlangsung ketat. NSA hanya unggul 23-21 pada kuarter pertama, sebelum menutup halftime dengan keunggulan tipis 36-35.

Situasi tersebut tidak membuat Coach Christy menambah tekanan kepada pemainnya. Justru, ia meminta pemainnya kembali percaya kepada kemampuan sendiri dan tidak terburu buru mengambil keputusan di lapangan.

Ia tahu pertandingan masih panjang. Karena itu, ketenangan menjadi hal yang terus ia ingatkan kepada anak anaknya. Kepercayaan dari pelatih juga diharapkan bisa membuat pemain lebih nyaman menjalankan permainan.

"Coach percaya sama kalian, kalian juga harus percaya sama diri sendiri. Kalau kalian percaya diri sendiri, mainnya juga enak. Enggak usah takut, enggak usah buru-buru," ujar Coach Christy.

Baca juga: Tahun Terakhir di Junior DBL, Aisyah Kini Berani Ambil Peran untuk NSA

Pesan itu perlahan terlihat setelah jeda. Memasuki kuarter ketiga, Coach Christy memberikan kesempatan bermain kepada pemain yang sebelumnya belum banyak mendapatkan menit.

Namun, Coach Christy tetap percaya kepada rotasi yang sudah disiapkan. Satu demi satu poin berhasil dikejar hingga NSA kembali menemukan ritme permainan mereka.

Aksi Salsabila Dewi Sinta (nomor punggung 9) pemain putri SMP Nation Star Academy Surabaya (NSA) saat menggiring bola menerobos pengawalan pemain SMP Vita Surabaya.

Perlahan, pertahanan NSA kembali membantu mereka menemukan ritme permainan. NSA menutup kuarter ketiga dengan keunggulan 52-46. Pada kuarter terakhir, jarak semakin melebar hingga akhirnya NSA mengamankan kemenangan 69-52 dan memastikan tempat di babak final.

Bagi Coach Christy, keberhasilan tersebut juga menjadi gambaran perkembangan tim sejak pertandingan pertama. Ada kesalahan yang mereka bawa dari laga awal, terutama ketika menghadapi tekanan full press, tetapi perlahan mulai diperbaiki.

"Game pertama kita masih kena kecurian dari full press. Game kedua sudah diperbaiki. Game ketiga lawannya lebih berat, kita sudah perbaikan lagi, jadi agak jarang kena di belakang," jelasnya.

Baca juga: Dulu Bermain untuk Gloria 2, Kini Valerie Menjaga Mimpi Adik-Adiknya

Defense memang menjadi bagian yang berkembang dari permainan NSA. Di sisi lain, Coach Christy masih melihat pekerjaan rumah pada field goal dan free throw. Kemampuan tersebut sebenarnya sudah dilatih, tetapi ketenangan pemain ketika pertandingan berlangsung masih menjadi persoalan.

Hal serupa juga ia temui selama mendampingi pemain di usia SMP. Menurut Coach Christy, perhatian anak anak pada usia tersebut terkadang mudah teralihkan. Saat latihan, ia bahkan perlu beberapa kali memanggil pemain agar kembali fokus pada instruksi.

"Anak anak SMP ini usia puber, jadi fokusnya agak berkurang. Kalau kita manggil enggak bisa sekali dua kali. Harus ekstra super sabar, harus bisa nyatuin anak anak," jelasnya.

Kesabaran kemudian menjadi bagian dari cara Coach Christy mendampingi mereka. Ia tidak ingin basket hanya dipenuhi tuntutan hasil. Baginya, pemain perlu menikmati proses supaya kecintaan mereka terhadap basket tidak berhenti ketika mereka menyelesaikan jenjang SMP atau SMA.

Coach Christy melihat cukup banyak pemain yang akhirnya meninggalkan basket karena sejak awal terlalu dibebani target. Karena itu, ia memilih membangun suasana yang membuat anak anak tetap merasa senang ketika berada di lapangan.

Coach Christy Justivera memberikan instruksi dari pinggir lapangan sebelum sebelum pemain melanjutkan jalannya laga.

"Jangan sampai kita membebani anak anak. Kadang banyak orang tua atau pelatih maunya menang, menang, menang. Kalau saya enggak. Yang penting anak anak ini senang basket terlebih dulu," tuturnya.

Baca juga: 2 Musim ke Fantastic Four, Coach Ernest Masih Berpegang pada Cara yang Sama

Keinginannya agar pemain tetap menikmati basket tidak lepas dari perjalanan panjang Coach Christy Justivera di olahraga tersebut. Akrab disapa Yu Ching, ia lebih dulu merasakan persaingan sebagai pemain sebelum berdiri di pinggir lapangan sebagai pelatih.

Coach Christy menyebut pernah memperkuat Timnas Indonesia pada 1987 hingga 1989. Ia juga tampil bersama Jawa Timur pada PON 1989 di Jakarta. Setelah mengakhiri kiprahnya sebagai pemain, ia melanjutkan perjalanannya di basket dengan mulai melatih anak anak.

Perjalanan itu sempat berhenti cukup lama. Coach Christy kemudian bekerja di sebuah pabrik di Jakarta selama sekitar 10 tahun dan tidak lagi menjalani aktivitas basket seperti sebelumnya.

Pada 2011, ia kembali ke Surabaya. Kesempatan untuk kembali ke dunia basket datang ketika dirinya dipanggil untuk melatih. Coach Christy kemudian kembali menangani basket di CLS sebelum melanjutkan perjalanan di lingkungan sekolah.

Di Nation Star Academy Surabaya, Coach Christy lebih dulu mengajar sebagai guru olahraga di jenjang SD. Dari sana, ia ikut merintis basket putri NSA sejak usia dini. Sejak sekitar 2015, ia mulai menangani tim basket putri SMP NSA.

Baca juga: Bukan Berapa Poin yang Dicetak, Ini yang Dicari Coach Fahad dari Petra 3

Beberapa pemain yang pernah dibinanya bahkan sudah ia kenal sejak masih duduk di bangku SD. Bagi Coach Christy, hubungan panjang tersebut menjadi bagian dari proses mendampingi pemain untuk berkembang, bukan hanya selama mengikuti kompetisi.

Perjalanan panjang tersebut kini membawanya bersama NSA menuju final Junior DBL 2026 Surabaya. Tetapi menjelang pertandingan terakhir, Coach Christy tidak ingin pencapaian tersebut berubah menjadi tekanan bagi pemain.

Potret skuad putri SMP Nation Star Academy Surabaya (NSA) bersama Coach Christy seusai memastikan langkah ke babak final Junior DBL 2026 Surabaya di DBL Arena Surabaya.

Ia memilih mengembalikan mereka kepada alasan sederhana mengapa mereka bermain basket. Menikmati permainan, berani mengambil keputusan, dan tetap tersenyum di lapangan.

"Basketball is a game. Jadi harus fun. Jangan sampai kita membebani anak-anak. Kalau dapat juara itu bonus, yang penting mainlah yang betul dan anak-anak ini senang basket," tuturnya.

Sepuluh tahun lebih mendampingi tim basket putri SMP NSA membuat Coach Christy punya perjalanan panjang bersama para pemainnya. Sebagian bahkan sudah ia kenal sejak masih berada di jenjang SD.

Baca juga: Game dan TikTok Jadi Cara Coach Yeti Cairkan Suasana Srikandi Dapuda

Final Junior DBL 2026 Surabaya menjadi bagian berikutnya dari perjalanan tersebut. Apa pun hasilnya nanti, Coach Christy ingin para pemain tetap membawa rasa senang terhadap basket setelah meninggalkan lapangan.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. 

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil Christy Justivera bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Hasil akhir pertandingan SMP Vita Surabaya vs SMP Nation Star Academy Surabaya bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS