ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Aksi Lionel Ang Ni (nomor punggung 30) saat membawa bola di bawah pengawalan ketat pemain Surabaya Cambridge School dalam laga final Junior DBL 2026 Surabaya di DBL Arena Surabaya, Rabu, 30 September 2026.

Perjalanan panjang Lionel Ang bersama basket akhirnya sampai pada satu momen yang tidak ia sangka. Rabu, 30 September 2026, namanya menjadi yang terakhir disebut sebagai MVP Putra Junior DBL 2026 Surabaya.

Penghargaan itu diumumkan sebelum Lionel kembali ke lapangan bersama SMP Xin Zhong Surabaya untuk menjalani partai final menghadapi SMP Surabaya Cambridge School (SCS). Xin Zhong kemudian menutup laga dengan kemenangan 47-55.

Lionel bermain selama 36 menit 6 detik dan mencatatkan 15 poin, 7 rebound, serta 2 assist. Catatan itu melengkapi penampilannya sepanjang Junior DBL 2026 Surabaya yang menghasilkan total 69 poin, 23 rebound, 11 assist, 4 block, dan 15 steal dalam lima pertandingan.

Baca juga: Putri NSA Juara, Putra Xin Zhong Akhiri Penantian di Junior DBL 2026 Surabaya!

Namun, gelar MVP tersebut bukan cerita yang dimulai di DBL Arena. Jauh sebelum mengenakan seragam Xin Zhong dan bermain di hadapan penonton, Lionel mengenal basket dari sebuah lapangan sederhana ketika masih kecil.

"Saya mulai lihat teman saya main di lapangan basket waktu masih kecil. Terus saya coba aja. Setelah itu mulai latihan serius dari kelas II SD. Saya sendiri yang minta untuk latihan lebih serius karena memang sudah suka basket," cerita Lionel.

Kecintaannya pada basket kemudian membawanya menjalani pengalaman yang cukup berbeda. Lionel sempat tinggal di Tiongkok selama beberapa tahun. Di sana, ia tetap bermain basket dan bergabung dalam latihan klub. Pengalaman tersebut memberinya kesempatan merasakan lingkungan latihan yang berbeda dari yang ia temui di Indonesia.

Lionel Ang Ni (nomor punggung 30) saat melakukan jump shot dalam pertandingan final melawan Surabaya Cambridge School.

Baca juga: Kepercayaan Diri Jadi Kunci SMP Xin Zhong Melaju ke Final Junior DBL Surabaya!

Salah satu pelatih yang mendampingi Lionel ketika berada di Tiongkok adalah Zhang Yan Bo. Dari latihan bersama klub tersebut, Lionel merasa mendapat pengalaman yang ikut membentuk permainannya. Ia juga melihat perbedaan kemampuan di antara pemain yang ditemuinya saat berlatih.

"Kalau dibandingkan, menurut saya pemain di Tiongkok lebih skillful. Latihannya juga bagus. Saya waktu di sana ikut latihan klub, jadi bisa dapat pengalaman dan belajar dari teman-teman di sana," ujar Lionel.

Lionel berada di Tiongkok sejak kelas IV hingga akhirnya kembali ke Indonesia saat kelas VII. Kepulangannya bukan karena basket, melainkan karena keluarga. Setelah kembali, ia melanjutkan sekolah sekaligus terus mengembangkan kemampuannya di lapangan.

Baca juga: Saat Xin Zhong Menang, Lionel Ang Justru Melihat Ruang untuk Berbenah

Perjalanan itu juga mendapat dukungan dari orang tua. Lionel bercerita, keluarganya ikut membantu mencarikan klub dan pelatih agar ia tetap mempunyai ruang untuk berkembang. Dukungan tersebut membuat latihan basketnya tidak berhenti setelah ia kembali dari Tiongkok.

"Orang tua saya bantu cari klub dan coach dari luar juga. Jadi saya tetap bisa latihan dan mengasah kemampuan. Dari situ saya terus main basket sampai sekarang," katanya.

Junior DBL 2026 Surabaya menjadi salah satu panggung penting dalam perjalanan tersebut. Bersama Xin Zhong, Lionel melaju hingga partai puncak. Lima pertandingan ia jalani sepanjang kompetisi dengan kontribusi yang konsisten, sebelum akhirnya menutup hari terakhir dengan gelar MVP.

Baca juga: Bukan Soal Siapa yang Terlihat, Coach Agus Ingin Xin Zhong Bermain Bersama

Ketika namanya diumumkan sebagai pemain terbaik kategori putra, Lionel mengaku tidak benar-benar memperkirakan penghargaan tersebut akan menjadi miliknya. Ia justru merasa pencapaian itu tidak datang dari usahanya seorang diri.

Lionel Ang Ni dan Nafeesha Ayudhia Inara usai dinobatkan sebagai penerima gelar Most Valuable Player (MVP) Junior DBL 2026 Surabaya di DBL Arena Surabaya.

"Saya tidak expect bisa jadi MVP. Tapi karena bantuan teman-teman dan kerja keras saya juga, akhirnya saya bisa dapat MVP. Saya senang banget bisa jadi MVP dan bisa ikut Experience DBL Camp di DBL Camp 2027," tutur Lionel.

Gelar tersebut sekaligus menjadi pencapaian baru bagi Lionel di usia 15 tahun. Meski sudah mengoleksi pengalaman bermain dan beberapa penghargaan sebelumnya, ia masih melihat perjalanan basketnya jauh dari selesai.

Baca juga: Last Dance Nafeesha Berujung Gelar MVP Junior DBL 2026 Surabaya

Jenjang SMA akan menjadi tantangan berikutnya. Lionel masih ingin melanjutkan basket, meski ia belum berani memasang target terlalu jauh untuk menjadi pemain profesional. Menurutnya, masih banyak pemain lain yang juga memiliki kemampuan dan perjalanan masing-masing.

"Saya mau terus main basket waktu SMA. Kalau untuk jadi profesional, saya belum terlalu yakin karena masih banyak pemain lain. Jadi sekarang saya mau jalanin saja dulu, terus latihan dan lihat nanti ke depannya bagaimana," ucapnya.

Kini, setelah final selesai dan trofi MVP berada di tangannya, Lionel punya satu pengalaman baru untuk dibawa ke perjalanan berikutnya. Dari seorang anak yang awalnya hanya ikut mencoba karena melihat teman bermain basket, ia kini menutup Junior DBL 2026 Surabaya sebagai MVP Putra.

Baca juga: Dari Ajakan Papa, Kini Salsa Antar NSA Juara Junior DBL 2026 Surabaya

Langkah berikutnya sudah menunggu. Kesempatan menjadi Experience DBL Camp di DBL Camp 2027 menjadi panggung baru bagi Lionel untuk kembali belajar, bertemu pemain lain, dan membawa pengalaman dari Junior DBL ke perjalanan basketnya berikutnya.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. 

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil Lionel Ang Ni bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Hasil akhir pertandingan SMP Surabaya Cambridge School vs SMP Xin Zhong Surabaya bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS