ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Potret Jay Lim (pojok kiri), Brandon De Angelo (tengah), Yoshi Tonado (pojok kanan) saat menjadi juri di Junior DBL Dance Competition Surabaya 2026, Sabtu, 3 Oktober 2026

Junior DBL Dance Competition Surabaya 2026 kembali menghadirkan berbagai penampilan dari para pelajar di tingkat SMP dengan konsep yang beragam. Tahun ini, para peserta mendapat tantangan untuk mengusung tema "100% Indonesia". 

Bagi Jay Lim, Yoshi Tonado, dan Brandon De Angelo selaku juri, tema tersebut menjadi ruang bagi para peserta untuk mengeksplorasi kreativitas sekaligus mengenal lebih jauh kekayaan budaya Indonesia.

Jay Lim melihat setiap sekolah memiliki cara masing-masing dalam menerjemahkan tema "100% Indonesia" ke dalam penampilan mereka. Ada tim yang mengangkat budaya daerah, musik, hingga cerita tertentu yang kemudian dikemas menjadi sebuah pertunjukan dance.

Baca juga: Pertegas Dominasi, Sinlui Kawin Gelar Lagi di DBL East Java-North 2026!

"Aku suka banget cara mereka membawakan cerita ke dalam DBL Dance," ujar Jay saat ditemui usai menjadi juri di ajang Junior DBL Dance Competition Surabaya 2026, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Hal serupa juga dirasakan Brandon De Angelo. Menurutnya, tema "100% Indonesia" membuat peserta mencari cara mereka sendiri untuk mengeksplor budaya yang ada di Indonesia untuk penampilan mereka.

"Melihat penampilan tadi, aku juga ikut terinspirasi sama mereka. Aku belajar banyak hal dari penampilan mereka," timpal Brandon.

Performa SMP Petra 3 Surabaya di babak Best Five Junior DBL Dance Competition Surabaya 2026Performa SMP Petra 3 Surabaya di babak Best Five Junior DBL Dance Competition Surabaya 2026

Selain soal tema, Yoshi Tonado yang juga menjadi salah satu juri Junior DBL Dance Competition Surabaya 2026 menilai persaingan musim ini terasa lebih kompetitif dibandingkan musim-musim sebelumnya. Menurutnya, hal tersebut semakin menarik karena para peserta masih berusia belia, tetapi sudah memiliki visi dan konsep masing-masing untuk penampilan mereka.

Baca juga: Samantha Jesselyn Bahagia Dampingi Richelle di Final DBL East Java-North 2026

"Yang bikin kami wow itu, mereka masih muda, tapi tampil di sini dengan sangat all out. Nggak ada yang setengah hati," tambah Yoshi.

Bagi para peserta, proses mencari ide hingga menerjemahkannya ke dalam pertunjukan juga menjadi bagian penting dari pengalaman mengikuti kompetisi. Mereka tidak sekadar tampil di atas panggung, tetapi juga membawa cerita, identitas, dan interpretasi masing-masing mengenai Indonesia.

Brandon melihat Junior DBL Dance Competition Surabaya 2026 sebagai wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan bakat dan berkarya, apalagi tema besar DBL musim ini adalah "Home of The Dreamers". Menurutnya, kesempatan seperti ini dapat membantu para peserta mengembangkan kemampuan sekaligus memberikan pengalaman yang berguna untuk perjalanan mereka ke depan.

Ia menyebutkan, proses mempersiapkan penampilan tidak hanya melibatkan para dancer dari tiap sekolah, tetapi juga para mentor. Mereka turut melakukan brainstorming bersama untuk menghasilkan karya yang menarik.

Baca juga: Keren! Berikut Best Three Junior DBL Dance 2026 Surabaya

"DBL Dance ini salah satu dance competition yang selalu dinanti-nantikan tiap sekolah. Jadi, harus ada terus biar mereka bisa terus explore dance yang lebih," tambah Jay.

Tidak hanya menjadi ruang untuk mengembangkan diri, Junior DBL Dance Competition Surabaya 2026 juga membawa kebanggaan tersendiri bagi setiap sekolah. Para dancer tampil dengan membawa nama sekolah masing-masing, sehingga kerja keras yang mereka tunjukkan di panggung menjadi bagian dari kebanggaan bersama.

"Aku harap ke depannya semakin banyak anak muda yang bisa mewakili Indonesia di kompetisi dance hingga ke mancanegara," tandas Yoshi, sembari menyampaikan harapannya untuk para dancer muda Indonesia di masa depan.

Bagi ketiga juri Junior DBL Dance Competition Surabaya 2026, keberagaman konsep yang hadir tahun ini menunjukkan bahwa tema "100% Indonesia" dapat diterjemahkan dengan banyak cara. 

Baca juga: Selamat! Ini Pemenang DBL Most Favorite 2026 East Java-North

Mulai dari budaya daerah, seni, musik, hingga cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat, semuanya bisa menjadi sumber inspirasi. Pada akhirnya, Junior DBL Dance Competition Surabaya 2026 bukan hanya tentang berkompetisi. 

Namun, juga menjadi kesempatan bagi para pelajar untuk mengenal Indonesia dari sudut pandang mereka sendiri, mengasah kreativitas, dan membawa nama sekolah dengan bangga.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".  Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS