Kompetisi basket pelajar tidak selalu berhenti di lapangan sekolah. Di Surabaya, pertandingan antarpelajar bisa berubah menjadi sebuah pertunjukan yang selalu dinantikan publik.
Buktinya terlihat pada Final Party Honda DBL with Kopi Good Day East Java-North (DBL Surabaya) di DBL Arena, Surabaya, Sabtu, 3 Oktober 2026. Tiket pertandingan final ludes hanya dalam beberapa jam setelah penjualan dibuka. Euforia berburu tiket bahkan ikut memenuhi obrolan di media sosial menjelang pertandingan.
Ketika laga dimulai, seluruh sudut tribun DBL Arena dipenuhi penonton. Mayoritas merupakan bagian dari ekosistem sekolah yang bertanding, mulai siswa, guru, orang tua, hingga alumni. Namun, tidak sedikit pula penonton yang datang bukan sebagai bagian dari suporter sekolah, melainkan memang ingin menikmati pertandingan dan atmosfer Final Party.
Di tengah atmosfer tersebut, SMA St Louis 1 Surabaya (Sinlui) kembali menunjukkan dominasinya. Tim putra dan putri Sinlui sukses mengawinkan gelar champion Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North setelah sama-sama mengalahkan SMA Gloria 1 Surabaya di partai final.
Dari sektor putri, Sinlui tampil sebagai juara setelah menundukkan Gloria 1 dengan skor 54-36.
Baca Juga: Pertegas Dominasi, Sinlui Kawin Gelar Lagi di DBL East Java-North 2026!
Sementara pada final putra, pertandingan berlangsung lebih ketat. Sinlui yang sudah unggul sejak kuarter pertama terus mendapat tekanan dari Gloria 1. Namun, perlawanan tersebut belum mampu membalikkan keadaan. Sinlui akhirnya memastikan gelar juara dengan kemenangan 61-44.
Hasil tersebut sekaligus memperpanjang dominasi Sinlui di panggung DBL Surabaya.
Namun, cerita Final Party tahun ini tidak hanya tentang siapa yang menjadi juara.
Tingginya minat publik menunjukkan bagaimana kompetisi basket pelajar telah berkembang menjadi bagian dari kultur hiburan olahraga di Surabaya. Pertandingan tetap menjadi pusat perhatian, tetapi pengalaman yang ditawarkan jauh lebih luas: atmosfer tribun, dukungan suporter, rivalitas antarsekolah, hingga momen-momen emosional para pemain di lapangan.
Bagi DBL, perkembangan tersebut merupakan bagian dari perjalanan panjang ekosistem yang dibangun sejak kompetisi ini pertama kali digelar di Surabaya pada 2004.
Direktur DBL Indonesia Masany Audri mengapresiasi antusiasme dan partisipasi tinggi dari seluruh ekosistem DBL di Surabaya.
Menurut Sany- sapaan akrabnya- Surabaya memiliki sejarah panjang bersama DBL. Kota Pahlawan menjadi tempat pertama kompetisi Developmental Basketball League (DBL) digelar pada 2004, sekaligus menjadi titik awal lahirnya ekosistem kompetisi basket pelajar yang kini berkembang menjadi yang terbesar di Indonesia.
"Antusiasme luar biasa di Final Party tahun ini menunjukkan bahwa ekosistem itu masih hidup dan terus berkembang. Kami berterima kasih kepada seluruh pemain, sekolah, orang tua, suporter, dan semua pihak yang terus menjadi bagian dari perjalanan panjang DBL," ujar Masany.

Ketika Perjalanan Mengejar Mimpi Hadir di Lapangan
Final Party Honda DBL with Kopi Good Day 2026 juga membawa pesan yang lebih personal bagi para pemain.
Musim ini, DBL mengusung tema Home of The Dreamers. Selama lebih dari dua dekade, DBL membangun ekosistem yang menjadi ruang bagi jutaan anak Indonesia untuk bermain, belajar, bertumbuh, sekaligus mengejar mimpi mereka melalui olahraga.
Pesan tersebut coba diterjemahkan ke dalam rangkaian seremoni Final Party.
Saat pemanggilan starting line-up (SLU), setiap pemain tidak hanya memasuki lapangan sebagai seorang atlet. Di gate menuju lapangan, terpampang foto "Mini You", yaitu foto masa kecil masing-masing pemain.
Para pemain juga didampingi sahabat sebagai player escort. Momen tersebut menjadi simbol bahwa perjalanan mengejar mimpi tidak pernah benar-benar dilakukan sendirian. Ada keluarga, teman, guru, pelatih, dan berbagai support system yang ikut memberikan dukungan di sepanjang perjalanan.
Salah satu momen tersebut hadir ketika pemain putri Sinlui, Richelle Evelyn Widjaja, dipanggil masuk ke lapangan. Ia ditemani sang sahabat, Samantha Jesselyn Prasetio.
Persahabatan keduanya sudah terjalin sejak kelas VIII SMP. Memasuki SMA, Richelle dan Jesselyn memang tidak lagi berada di kelas yang sama. Kesibukan Richelle sebagai pebasket juga membuat keduanya semakin jarang bertemu. Namun, komunikasi tetap terjaga.
Karena itu, ketika Richelle mengajak Jesselyn untuk mendampinginya di Final Party, Jesselyn langsung menerima. Baginya, kesempatan tersebut menjadi momen spesial karena bisa kembali memberikan dukungan kepada sahabatnya di salah satu pertandingan penting, sekaligus menjadi penutup yang indah bagi perjalanan mereka di masa SMA.
"Pastinya happy, apalagi aku udah ngedukung Richelle dari dia SMP. Jadi, kesempatan ini sangat berkesan buat aku," ujar Jesselyn.
Momen seperti itu menjadi bagian dari cerita yang membuat Final Party DBL bukan sekadar pertandingan untuk menentukan juara.
Ada pemain yang mengejar mimpi, ada sekolah yang membawa kebanggaan, ada orang tua dan guru yang memberikan dukungan, ada sahabat yang ikut menemani, dan ada ribuan penonton yang datang untuk menyaksikan semuanya.
DBL Jatim Belum Selesai
Meski DBL Surabaya telah menemukan juaranya, rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day East Java Series (DBL Jatim) masih berlanjut.
Surabaya akan menjadi tuan rumah rangkaian DBL East Java Championship pada 5–9 Oktober. Babak ini menjadi panggung penentuan juara regional Jawa Timur.
Para finalis DBL Surabaya akan kembali bertanding dengan finalis dari DBL Malang, DBL Madiun, dan DBL Jember.(*)