ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Delia Varda Kirana (nomor punggung 13) membawa bola saat berhadapan dengan barisan pertahanan SMA St. Louis 1 Surabaya dalam laga Fantastic Four Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java Championship, Rabu, 7 Oktober 2026.

Bola terus bergerak cepat di area permainan SMA St. Louis 1 Surabaya (Sinlui). Beberapa kali tripoin dilepaskan dan berakhir dengan tambahan angka. Dari sisi lapangan, Delia Varda Kirana ikut memperhatikan bagaimana lawannya mampu menjaga kepercayaan diri dalam situasi tersebut.

Pemandangan itu menjadi salah satu hal yang paling menarik perhatian Delia ketika SMAN 3 Blitar (Smaga) berhadapan dengan Sinlui pada Fantastic Four Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java Championship, Rabu, 7 Oktober 2026. 

Sebagai pemain kelas X, Delia mendapat kesempatan merasakan langsung atmosfer kompetisi di Surabaya setelah Smaga melanjutkan perjalanan dari Malang.

"Kuarter tiga empat itu mereka tiga poin terus. Aku sampai dapat bola sambil ketawa, kayak wah banget. Baru pertama kali lihat yang langsung tiga poin berturut turut begitu," ujar Delia.

Baca juga: Ada Janji Sang Ayah di Balik Aksi Gemilang Si Rookie, Delia Varda Bersama Smaga

Sinlui memang tampil dominan sepanjang pertandingan. Smaga kesulitan menjaga jarak hingga akhirnya harus mengakhiri perjalanan di Championship dengan skor 70-33. Sementara itu, Sinlui memastikan tempat di Final Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java Championship.

Delia sendiri menjadi salah satu pemain yang mendapat menit bermain panjang. Ia berada di lapangan selama 37 menit 31 detik dan mencatatkan 10 poin, 5 rebound, serta 1 assist.

Namun, bagi Delia, pertandingan tersebut tidak hanya tentang hasil akhir. Ia justru mendapatkan gambaran baru mengenai bagaimana sebuah tim dengan chemistry yang kuat bermain dan mengambil keputusan ketika mendapatkan ruang.

"Timnya bagus, pemain timnya juga bagus, terus pede shoot-nya. Sebelumnya sudah dikasih tahu sama kakak kelas, tapi aku malah tertantang. Pas di lapangan baru merasa, oh gitu toh," katanya.

Baca juga: Suryadinata Putera Hartono dan Perjalanan Panjang Menuju Final Bersama Gloria 1

Pengalaman tersebut membuat Delia melihat perbedaan permainan di level SMA dengan masa ketika ia masih bermain di SMP. Menurutnya, basket SMA menuntut pemain untuk lebih memahami sistem dan bekerja sebagai satu kesatuan.

Aksi Delia Varda Kirana (nomor punggung 13) berusaha menguasai bola di tengah ketatnya kawalan pemain SMA St. Louis 1 Surabaya.

"Kalau SMA aku mikirnya kan pasti tim. Ternyata timnya ini kayak kurang chemistry. Jadi kita pakai sistem buat langsung kerja. Kalau SMP dulu malah kayak main sendiri sendiri," tuturnya.

Bagi Delia, proses memahami permainan sebagai bagian dari tim masih terus berjalan. Ia juga menemukan beberapa hal yang perlu diperbaiki setelah menghadapi Sinlui, terutama ketika mengambil keputusan saat melakukan drive dan ketika harus melepaskan tembakan.

"Mainnya lebih tenang lagi. Sama memperbaiki shooting sih. Tadi drive sempat ragu, shooting asal asalan. Tapi waktu bawa bola tadi lumayan tenang," ujar Delia.

Baca juga: Tempuh 25 Kilometer dari Rumah ke Sekolah, Azriel Kejar Mimpi Bersama Smabul

Perjalanan Smaga hingga ke Championship dimulai dari Malang. Sebelumnya, mereka berhasil menjadi runner up putri Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-South.

Bagi Delia, perjalanan dari Malang ke Surabaya membuat musim pertamanya bersama tim SMA terasa semakin panjang. Ia bukan hanya mendapat kesempatan bermain di panggung yang lebih besar, tetapi juga melihat secara langsung standar permainan yang ingin ia capai.

Basket sendiri awalnya tidak masuk dalam rencana Delia. Ia mulai mencoba olahraga tersebut ketika kelas IV SD karena sang kakak mengajaknya beraktivitas di masa pandemi. Delia sempat merasa tidak nyaman dan membutuhkan waktu sekitar 1,5 bulan sebelum akhirnya menikmati latihan.

"Awalnya ikut latihan, sempat kurang nyaman. Ternyata ketemu teman satu sekolah, jadi akhirnya ikut terus. Waktu latihan kita enjoy, main main tapi tetap fokus latihan. Dari situ jadi keterusan," ceritanya.

Kehadiran teman satu sekolah membuat Delia mulai menikmati latihan. Dari kegiatan yang awalnya dilakukan agar tidak hanya berada di rumah selama pandemi, basket perlahan berubah menjadi olahraga yang ingin ia jalani lebih serius.

Baca juga: Romeo Tutup 3 Musim Bersama Sketsa dengan Penuh Kebanggaan

Kini, ia bahkan sudah memiliki gambaran tentang masa depannya di basket. Delia ingin terus berkembang dan jika mendapat kesempatan, ia ingin membawa olahraga tersebut hingga level profesional.

Delia Varda Kirana (nomor punggung 13) melepaskan tembakan layup di bawah tekanan pertahanan SMA St. Louis 1 Surabaya.

"Kalau ada kesempatan, maunya sampai jangka panjang sih. Aku pengin jadi pemain profesional. Dulu waktu SMP kepikiran pengin masuk Timnas dulu, terus coba-coba main ke luar negeri," ungkapnya.

Perjalanan itu juga mendapat dukungan yang semakin besar dari keluarga. Awalnya orang tua Delia tidak banyak ikut campur. Namun, setelah melihatnya mulai mengikuti pertandingan dan mendapat kesempatan bermain lebih jauh, mereka perlahan ikut belajar mengenal basket.

Sang ayah bahkan kini sering mengirim video basket kepada Delia. Ia yang sebelumnya tidak terlalu memahami permainan tersebut mulai memperhatikan pertandingan dan mencari gerakan yang menurutnya menarik untuk dibagikan kepada putrinya.

"Aku kayak enggak nyangka sih. Sebelumnya kan ya sudah terserah kamu. Tiba tiba ikut, terus tiba tiba sampai begini. Papa sekarang malah sering kirim reels basket ke aku," kata Delia.

Baca juga: Isabelle Jadikan Kerja Keras Sang Kakak sebagai Panutan

Musim ini memang berhenti di Fantastic Four. Namun, Delia masih punya waktu untuk berkembang bersama Smaga, terutama setelah banyak pemain kelas XII meninggalkan tim pada musim berikutnya.

Ia tahu ada banyak pekerjaan yang menantinya. Pengalaman menghadapi Sinlui menjadi salah satu bekal untuk memahami permainan di level yang lebih tinggi, sekaligus pengingat tentang bagian mana yang harus ia benahi.

"Nyiapin mental lagi, nyiapin shooting sama nyiapin pede drive-nya. Aku harus lebih pede lagi," pungkas Delia.

Mental, shooting, dan keberanian saat melakukan drive menjadi catatan yang ingin Delia bawa ke musim berikutnya. Perjalanan Smaga memang berhenti di Fantastic Four, tetapi bagi Delia, pengalaman di Surabaya memberi satu gambaran baru tentang permainan yang ingin terus ia kejar.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. 

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil Delia Varda Kirana bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS