Dua koreografi berbeda menghiasi tribun Sinluiers saat Final Party Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java di DBL Arena Surabaya, Jumat, 9 Oktober 2026.
Suporter SMA St. Louis 1 Surabaya (Sinlui) itu menyiapkan visual khusus untuk mendukung tim putra dan putri mereka yang berhadapan dengan SMA Gloria 1 Surabaya (Gloria 1).
Koreografi tim putri membawa nuansa Mesir kuno dengan Anubis sebagai tokoh utama. Sementara itu, tim putra mendapat dukungan lewat visual ksatria, malaikat, dan naga yang dibuat seolah bergerak di tribun.
Bagi Sinluiers, setiap elemen bukan sekadar hiasan. Ada pesan tentang kejayaan, keberanian, dan keyakinan yang ingin mereka sampaikan kepada para pemain di lapangan.
Baca juga: Sinluiers Mengutus Cerberus untuk Menjaga Kejayaan di DBL Arena
Excel Anargya Nathanael, capo Sinluiers, menjelaskan bahwa tema Mesir dipilih karena peradaban tersebut sudah dikenal sejak lama dan tetap memiliki kejayaan hingga sekarang. Mereka ingin semangat itu menggambarkan perjalanan Sinlui yang terus menjaga tradisi juara.

Suasana megah di DBL Arena Surabaya saat koreografi anubis dari para suporter Sinluiers menghiasi jalannya Final Party Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java.
"Mesir itu suatu negara yang sudah ada sejak dulu banget dan sampai sekarang itu masih sama jayanya. Di sini kami juga pengin menyampaikan kalau Sinlui bisa melakukan hal yang sama," jelas Excel.
Menurut Excel, Sinluiers ingin tim kebanggaan mereka terus mempertahankan kejayaan seperti peradaban Mesir yang menjadi inspirasi koreografi putri.
"Sejak dulu Sinlui dapat selalu berdiri dan sampai sekarang juga masih mempertahankan kejuaraannya, bahkan sampai delapan kali," lanjutnya.
Pesan tersebut diwujudkan melalui figur Anubis yang menjadi pusat koreografi putri. Dalam mitologi Mesir kuno, Anubis dikenal sebagai sosok berkepala jakal yang berperan dalam ritual penimbangan jantung di alam baka.
Baca juga: Sinluiers Ajak Alice Lawan Rasa Takut

Bentuk dukungan penuh dan semarak tribun Sinluiers yang mengawal perjuangan tim kebanggaan di partai puncak.
Dalam kepercayaan Mesir kuno, ia juga dipandang sebagai pelindung dan penuntun jiwa, bukan semata-mata sosok yang menakutkan. Bagi Sinluiers, Anubis menggambarkan sosok yang mampu menjaga kejayaan dengan berani sekaligus bijak.
Mereka ingin mengibaratkan tim putri Sinlui sebagai penjaga takhta yang tidak hanya berusaha mempertahankan gelar, tetapi juga mampu mengambil keputusan dengan pertimbangan yang tepat.
Di sisi kanan dan kiri koreografi, terdapat tulisan "Kedaulatan luhur ini telah membaja dalam kalbu kita". Kalimat tersebut memperkuat pesan tentang kejayaan yang telah tertanam kuat sebagai bagian dari identitas Sinlui.
Frasa "kedaulatan luhur" merujuk pada keberhasilan yang mulia dan terhormat. Sementara itu, kata "membaja" menggambarkan sesuatu yang semakin kuat. Sinluiers ingin menunjukkan bahwa semangat mempertahankan kejayaan telah menjadi bagian dari diri mereka dan akan terus melekat.
Baca juga: Sinluiers Bawa Alice Hadapi Perjalanan Baru
Bagian tengah koreografi juga menampilkan matahari dengan piala, dilengkapi visual piramida. Setiap elemen memiliki makna tersendiri yang ingin disampaikan Sinluiers kepada tim putri.

Kemeriahan tribun dengan detail megahnya visual koreografi anubis yang menjadi latar belakang jalannya pertandingan penutup musim ini.
Excel menerangkan bahwa matahari dipilih karena erat dengan kehidupan sekaligus menjadi simbol kejayaan dan kemakmuran.
"Matahari itu salah satu sumber kehidupan, pusat tata surya. Matahari juga melambangkan kejayaan dan kemakmuran," tuturnya.
Tak hanya matahari, piala dan piramida juga memiliki arti khusus. Menurut Excel, piala menggambarkan tujuan yang ingin terus dicapai tim putri setiap kali bertanding, sedangkan piramida menjadi simbol kejayaan.
"Terus ada pialanya juga, itu melambangkan kalau memang salah satu tujuan kita selalu ada itu untuk selalu menang dalam hal yang kita hadapi. Kalau piramida, itu melambangkan kejayaan juga," tambah Excel.
Baca juga: Putra Sinlui Tak Larut dalam Tekanan, Fokus Siapkan Diri Jelang Laga
Berbeda dari nuansa Mesir pada koreografi putri, tim putra mendapat dukungan dengan konsep ksatria dan naga. Koreografi tersebut mengusung judul "Sang Pemecah Belenggu Takut" sebagai gambaran keberanian Sinlui dalam menghadapi tantangan, terlebih karena pertandingan itu menjadi penutup perjalanan mereka pada musim ini.

Berbagai elemen visual dan properti kreatif disiapkan para suporter Sinluiers untuk menghidupkan atmosfer Final Party.
Di bagian tengah, figur ksatria berzirah tampil menonjol sebagai pusat visual. Pedang yang digambarkan terus bergerak melambangkan ketangguhan dan keberanian para pemain untuk terus melangkah maju.
Kisah itu juga menghadirkan naga sebagai lawan sang ksatria. Naga dibuat seolah bergerak di tribun, memberikan kesan bahwa pertarungan di dalam cerita koreografi tersebut benar-benar berlangsung.
Di sisi kanan dan kiri, dua sosok malaikat tampil dengan latar menyerupai sobekan. Tulisan "Babat Habis" turut menghiasi koreografi, mempertegas pesan keberanian yang ingin disampaikan Sinluiers kepada tim putra.
Baca juga: Ramadhan Mahardika, Jauh dari Blitar demi Ambisinya Bersama Putra Sinlui
Excel menjelaskan bahwa konsep kesatria dan naga dipilih untuk menggambarkan sosok yang berani menghadapi berbagai tantangan. Dua malaikat yang turut ditampilkan menjadi simbol keyakinan mereka kepada Tuhan.

Detail properti seperti ksatria memperkuat pesan keberanian di arena pertandingan.
"Kalau yang putra itu ksatria sama naga. Pokoknya sudah menceritakan kalau Sinlui ini tokoh yang selalu berani menghadapi segala hal," ungkapnya
Ia kemudian menjelaskan makna dua sosok malaikat dan tulisan yang melengkapi koreografi putra.
"Di situ juga ada dua malaikat yang melambangkan kalau kita ini percaya, iman kita kuat, selalu percaya kepada Tuhan. Terus ada kata-katanya 'Babat Habis', itu juga melambangkan kalau kita berani melawan," sambung Excel.
Melalui visual tersebut, Sinluiers ingin menyampaikan dukungan kepada para pemain putra agar berani menghadapi lawan di lapangan.
Baca juga: 7 Tahun Berlalu, Marcellino Bonfilio Kembali ke Sinlui
Sosok ksatria yang mampu mengalahkan naga menjadi gambaran keberanian untuk menghadapi rintangan, sementara malaikat membawa pesan tentang iman dan doa yang menyertai perjuangan mereka.

Totalitas suporter di tribun tampak dari persiapan properti koreografi naga yang tampil secara mendetail.
Seluruh koreografi itu disiapkan selama kurang lebih 14 hari, termasuk pengerjaan berbagai properti. Waktu tersebut digunakan untuk menyatukan bentuk, visual, dan pesan yang ingin ditampilkan.
Meski konsep untuk tim putra dan putri berbeda, keduanya membawa dukungan yang sama bagi sekolah kebanggaan mereka. Kerja keras itu pun terasa semakin berarti ketika tim putra dan putri Sinlui kembali merasakan kemenangan pada Final Party.
Bagi Excel, musim ini hanya bisa digambarkan dengan satu kata, luar biasa. Kesempatan untuk kembali merasakan final bersama menjadi pengalaman yang membahagiakan sekaligus mengharukan.
"Kalau dari saya, puji Tuhan bisa menang lagi, masih dikasih kesempatan buat menang lagi, kita bisa ngerasain final lagi bareng-bareng," ujarnya.
Baca juga: Justins Linardi Lanjutkan Langkah Sang Kakak di DBL East Java-North
Excel mengaku senang karena kerja keras Sinluiers akhirnya bisa ditampilkan di hadapan para pendukung yang memenuhi arena. Kreativitas yang dituangkan ke dalam koreografi menjadi bagian penting dari pengalaman mereka musim ini.

Kemeriahan tribun semakin terasa lengkap saat suporter Sinluiers menyalakan lampu ponsel secara bersama-sama.
"Ya intinya luar biasa. Senang pasti, juga terharu. Semua kerja keras kita terbayar di sini. Mulai dari koreo, kreativitasnya kita juga ditunjukkan semua," tutup Excel.
Bagi Sinluiers, dukungan kepada tim putra dan putri tidak berhenti pada suara dari tribun. Anubis, matahari, piramida, ksatria, malaikat, hingga naga menjadi cara mereka menyampaikan keyakinan kepada para pemain.
Dua koreografi itu membawa cerita berbeda, tetapi bertemu dalam satu tujuan. Menjaga kejayaan Sinlui sekaligus menyemangati para pemain agar terus berani menghadapi tantangan di lapangan.
Baca juga: Nostalgia Main Bersama, Ian dan Matthew Kembali Bersatu untuk Putra Sinlui
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil SMA St. Louis 1 Surabaya bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).