ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Potret

Di balik setiap tembakan yang melesat mulus ke ring, setiap tetes keringat di atas lapangan, dan setiap sorak-sorai kemenangan, selalu ada cerita tentang pengorbanan sunyi yang jarang tersorot kamera. 

Perjalanan para pemain tidak hanya diukur dari seberapa tangguh saat ia bertarung di bawah kuatnya pertahanan lawan, melainkan juga dari seberapa besar cinta dan ketulusan orang-orang tercinta yang mengiringi langkahnya.

Kisah inilah yang terpancar dari sosok Josua Eliezer Tjioe Sidabutar, guard andalan SMAN 1 Manado (Smansa Manado). 

Menjalani musim ketiga sekaligus tahun pemungkasnya di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 North Sulawesi, Josua tidak hanya sedang mengejar ambisi membawa sekolahnya kembali meraih kejayaan, tetapi juga menuntaskan sebuah janji emosional kepada keluarganya.

Kecintaan Josua terhadap bola basket bukanlah sebuah kebetulan. Bibit itu tertanam sejak ia masih duduk di kelas 2 Sekolah Dasar, berkat sang kakak, Jason Tjioe, yang kerap mengajaknya bermain. 

Melihat hobi anak-anaknya, sang ibunda, Joice Parengkuan, bahkan tak ragu membelikan ring basket dan membawanya langsung menggunakan truk ke halaman rumah mereka di Amurang. Dari halaman rumah itulah impian-impian besar mulai dirajut. 

Memasuki jenjang SMA, panggung DBL menjadi saksi bisu perjalanan naik turun karier basket Josua. Pada musim perdana, ia langsung merasakan manisnya babak Fantastic Four. 

Namun, roda kehidupan berputar cepat, pada tahun kedua, langkahnya harus terhenti lebih awal di laga perdana usai takluk di tangan SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon (Losnito).

Baca Juga: Raih 31 Poin di Laga Perdana, Josua Tjioe Ingin Juara dan Ikuti Jejak Sang Kakak

Kini, di tahun terakhirnya, tekad itu kembali menyala terang. Kemenangan atas SMAN 1 Airmadidi di babak Big Eight dengan skor 90-14 pada Selasa, 20 Oktober 2025 kembali mengantarkan Smansa Manado menembus Fantastic Four. 

Di balik kebangkitan itu, ada satu hal yang tidak pernah berubah, yakni dukungan luar biasa tanpa kenal lelah dari sang ibunda tercinta.

Jika berbicara tentang pengorbanan terbesar, ingatan Josua langsung berfokus pada satu momen paling berkesan dalam hidupnya, perjuangan luar biasa yang dilakukan sang ibu saat ia berusaha menembus DBL Camp lewat DBL Play Road to Kopi Good Day DBL Camp 2025.

Untuk bisa terbang mengikuti kamp pelatihan basket terbesar di Indonesia tersebut, para peserta harus masuk dalam peringkat lima besar perolehan suara terbanyak. Kala itu, ada dua cara mengumpulkan dukungan, lewat vote gratis setiap akun atau melalui pembelian koin.

Melihat sang buah hati punya impian besar menembus DBL Camp, Ibu Joice tidak tinggal diam. Ia pun turun langsung ke jalan, dan berkeliling dari satu tempat ke tempat lain demi mengumpulkan dukungan.

"Kita kan juga jaga di toko, jadi semua pelanggan saya minta tolong untuk download DBL Play, baru kita jalan lagi ke sebelah rumah. Pokoknya setiap tempat kopi, kita pergi duduk situ, kita kenalan, kita coba permisi pinjam handphone-nya untuk vote," kenang Ibu Joice sambil tersenyum hangat.

Dengan kerendahan hati, ia berkeliling meminta tolong kepada orang-orang asing layaknya seseorang yang sedang mendukung kontestan ajang pencarian bakat di televisi. 

"Eh, mas-mas, pinjam HP dong. Download ini ya, untuk vote anak saya," ucap Ibu Joice, mengenang momen-momen perjuangan tersebut.

Bahkan, ketika perjuangan vote gratis dirasa belum cukup, pihak keluarga juga merogoh kocek untuk membeli koin dukungan. 

Sayangnya, takdir berkata lain. Sempat berada di posisi aman lima besar, posisi Josua harus tergeser di detik akhir dan harus puas finis di peringkat delapan, membuatnya harus mengubur impian menginjakkan kaki di DBL Camp.

DBL North Sulawesi - SMAN 1 Manado Josua Tjioe (2)

Meski berbuah kekecewaan saat itu, sisa-sisa perjuangan tersebut justru jadi memori paling berharga yang menemani langkah Josua hingga hari ini. 

Ada rasa haru yang teramat dalam melihat bagaimana seorang ibu rela melibas batas lelah demi melihat anaknya bahagia dan berprestasi di lapangan.

Kini, cinta dan pengorbanan itu terus berlanjut sepanjang DBL North Sulawesi 2026. Demi menyaksikan anaknya bertanding, Ibu Joice bersama keluarga setia menempuh perjalanan darat selama kurang lebih dua jam bolak-balik dari Amurang menuju Manado hampir setiap hari.

Jarak puluhan kilometer dan rasa penat bukanlah halangan demi melihat Josua bertanding dengan jersei kebanggaan Smansa.

Di balik ketegangan laga, sang ibu selalu ada di barisan tribun penonton, bukan hanya untuk merayakan kemenangan, tapi juga menjadi pelabuhan pertama yang menenangkan saat Josua harus menghadapi kekecewaan di lapangan.

"Kita sebagai orang tua pastinya menyemangati terus. Ya udah, kamu masih ada kesempatan. Ayo, coba lagi. Kita berusaha. Makanya ini tahun ketiga, ya. Semangatin anak-anak. Semoga kalau Tuhan boleh berkenan, tahun ini kita bisa champion," ungkap Ibu Joice penuh harap.

Menatap sisa laga musim ini, harapan besar tak hanya diapungkan oleh sang ibunda, tetapi juga menjadi doa tulus dari lubuk hati Josua paling dalam. 

Terlebih, sang kakak, Jason Tjioe pernah menorehkan sejarah dengan meraih gelar Champion sekaligus Most Valuable Player DBL North Sulawesi di masa lalu.

"Terima kasih juga buat mama sama papa, karena sudah luangkan waktu buat saya. Dari perjalanan jauh, waktu, capek juga mungkin, tapi selalu support saya. Terima kasih mama dan papa, kakak juga yang ada di Jakarta, thank you," ucap Josua.

Baca Juga: Insiden di Tikungan Jalan Tak Padamkan Semangat Smart di Laga Big Eight

Di tahun terakhir pengabdiannya berseragam Smanda, Josua Eliezer tidak sedang bermain seorang diri. 

Di setiap langkah kakinya di lapangan, terselip keringat perjuangan sang ibu di kedai-kedai kopi, doa-doa yang dipanjatkan dari jauh, serta rindu yang terbayar lunas di setiap tikungan jalan Amurang-Manado. 

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".  

Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS