Butuh perjalanan panjang hingga akhirnya Bernard Kevin bisa berdiri di antara para kesatria SMA Jubilee Jakarta di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Jakarta Championship.
Petualangannya resmi dimulai pada 2023. Kala itu, Bernard (sapaan akrabnya) menjadi bagian dari skuad SMP Terang Bangsa yang berlaga di Junior Exhibition Games 2023 Central Java Series-North Region.
Dua tahun berselang, namanya muncul dalam barisan SMA Jubilee Jakarta di AZA 3X3 Competition 2025 North Jakarta. Hingga akhirnya, ia mendapat kesempatan untuk merasakan persaingan format 5on5 di DBL North Jakarta 2026.
Jika melihat kembali ke belakang, keputusan Bernard untuk mengarungi dunia basket tak lepas dari peran seorang kakak. Menariknya, sang kakak, Benedict Kenneth, merupakan penggawa SMA Karangturi Semarang pada musim 2024 dan 2025.
“Dari umur delapan tahun, aku diajak sama kakak buat ikut latihan di ekskul basket sekolah di Semarang. Di situ, aku iseng coba dan ternyata nyaman,” ungkap Bernard.
Baca Juga: Cerita 2 Rookie Jubilee, Dibayangi Tekanan hingga Mimpi Lanjutkan Dominasi
Tak heran, kehadiran sang kakak punya pengaruh besar dalam perjalanan Bernard sebagai student-athlete. Ia mengaku kerap mendapat masukan berharga dari sang kakak yang membantunya terus meningkatkan performa di lapangan.
“Dia kasih tahu aku kalau lagi underperform harus gimana dan belajar buat lebih sabar dan dewasa,” tuturnya.
Di sisi lain, ada pula kedua orang tua yang tak pernah lelah meluangkan waktu untuk mengantar, menemani, hingga menyaksikan aksinya dari tribun.

Potret Bernard Kevin dan Benedict Kenneth bersama kedua orang tua
Namun, segalanya berubah ketika Bernard memutuskan untuk merantau dan meninggalkan kampung halaman. Jika sebelumnya ia bisa merasakan dukungan keluarga secara langsung, kini Bernard harus terbiasa menjalani kesehariannya jauh dari orang-orang terdekat yang selama ini selalu ada untuknya.
“Aku harus merantau dan keluar dari zona nyaman. Belum kenal siapa-siapa juga. Itu pengalaman yang baru karena harus start dari nol. Saat itu, rasanya campur aduk, ada sedih, senang, bangga, tapi berat hati juga harus ninggalin teman-teman di Semarang,” terang Bernard.
Keputusan untuk menjalani kehidupan di Ibu Kota tentu telah melalui pertimbangan panjang. Terlebih, ia sendiri telah memikul tekad besar untuk bisa mengarungi dunia basket lebih jauh.
Setibanya di Jakarta, nasib baik tak selalu berpihak pada Bernard. Tahun pertamanya pun langsung dihantam dengan ujian berat, ketika dirinya belum bisa terpilih sebagai roster 5on5 SMA Jubilee Jakarta di DBL North Jakarta 2025.
Hari-hari terasa semakin berat. Bahkan, sempat terbesit dalam benaknya untuk mengakhiri kiprah sebagai pemain basket.
“Aku ngerasa kayaknya enggak bisa lanjut dan enggak mampu buat hadapi ini semua. Tapi, coach dan mama ingatkan aku terus kalau aku harus bisa dan step up di tahun kedua,” ceritanya.
Baca Juga: Melihat Sisi Lain dari Kehidupan Chimaobi Nzekwue Sebagai Pemain Unggulan
Gelaran AZA 3X3 Competition 2025 North Jakarta menjadi titik awal dari kebangkitan Bernard. Semangatnya semakin membara setelah berhasil mengamankan status runner-up di kompetisi tersebut.
Selama satu tahun terakhir, Bernard pun semakin menempa dirinya dengan sederet latihan yang intens demi membuktikan bahwa keputusannya untuk berada jauh dari keluarga bukanlah pilihan yang salah.
Hingga akhirnya, momen yang semula hanyalah sebuah mimpi bagi Bernard, kini menjadi kenyataan. Ia resmi berdiri di antara penggawa Jubilee dalam rangkaian DBL North Jakarta 2026. Perjalanan mereka juga masih berlanjut di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Jakarta Championship untuk memperjuangkan satu tempat di partai puncak.
“Ternyata, aku bisa lewatin ini semua dan yakinin diri buat latihan lebih serius dan giat lagi,” tegasnya.
Di DBL Jakarta Championship 2026, skuad Jubilee telah menggenggam satu kemenangan atas Bunda Mulia School Jakarta dengan skor akhir 73-35 pada Kamis, 22 Oktober 2026. Keberhasilan ini tentu membuat Bernard semakin termotivasi untuk bisa membawa Jubilee kembali menguasai satu tempat di Indonesia Arena.
“Main di Indonesia Arena itu pasti mimpi semua anak DBL. Kalau bisa main di sana, aku mau ajak keluarga dan teman-teman aku buat nonton di sana,” ucapnya.
Namun, Indonesia Arena bukanlah satu-satunya impian Bernard. Ia juga ingin mengembalikan Jubilee ke takhta Penguasa Jakarta, setelah terakhir kali meraihnya pada 2023.
“Aku mau bawa juara karena tahun terakhir buat kakak-kakak kelas. Aku harus kasih yang terbaik dan mau lanjutkan legasi,” tutupnya.
DBL Jakarta Championship 2026 termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 yang siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema “100% Indonesia”. Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final.
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)