Babak Fantastic Four Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Jakarta Championship menjadi salah satu momen yang paling ditunggu.
Gengsi yang dipertaruhkan bukan sekadar tiket menuju partai puncak dan kesempatan tampil di hadapan ribuan pasang mata di Indonesia Arena. Lebih dari itu, babak ini terasa kian istimewa dengan munculnya wajah baru setelah dua tim raksasa harus angkat kaki dari persaingan.
Selama ini, srikandi SMAN 70 Jakarta (Bulungan) dikenal sebagai salah satu tim yang tak pernah absen meramaikan partai final DBL Jakarta sejak 2021. Musim ini pun, kehadiran mereka di Indonesia Arena kembali dinantikan, terlebih setelah harus puas mengakhiri perjalanan sebagai runner-up pada musim lalu.
Karena itulah, musim ini turut menjadi peluang bagi Bulungan untuk memperbaiki catatan tersebut. Mengingat, mereka pernah mengukir nama sebagai Ratu DBL Jakarta selama empat musim beruntun, yakni pada 2021 hingga 2024. Asa itu semakin terbuka lebar setelah Bulungan berhasil mempertahankan kekuasaan di DBL South Jakarta 2026.
Namun, deretan pencapaian bergengsi itu ternyata bukan jaminan mutlak. Siapa sangka, SMA Al Maruf Jakarta muncul sebagai batu sandungan. Dua kali berjumpa di DBL Jakarta Championship 2026, dua kali pula Bulungan harus mengakui kehebatan sang semifinalis East Jakarta.
Bagi Al Maruf, momen ini bukan hanya soal menjegal langkah salah satu tim terkuat. Melainkan, pencapaian tersebut turut menjadi wujud nyata dari kebangkitan mereka setelah angkat kaki di babak Fantastic Four DBL East Jakarta 2026 sekaligus gagal mengamankan gelar back-to-back champion.
Keberhasilan Al Maruf pun menjadi bukti bahwa adanya sistem baru berupa Play-in Tournament di DBL Jakarta Championship 2026 bisa membuka kesempatan lebih luas bagi para semifinalis, terutama dari region East Jakarta dan South Jakarta.
Baca Juga: Srikandi Al Maruf Buktikan Arti Bangkit Lewat Kemenangan atas Bulungan!
Namun, bukan berarti Al Maruf bisa bernapas lega. SMAN 71 Jakarta (Sapta Eka) datang sebagai tantangan besar bagi Al Maruf untuk dapat mengamankan satu tempat di putaran final. Bagaimana tidak, Sapta Eka menyimpan rekam jejak meyakinkan tatkala menghadapi Al Maruf dalam dua pertandingan musim ini.
Sapta Eka tak hanya memupus ambisi sang rival untuk kembali merebut takhta Ratu DBL East Jakarta 2026, tetapi juga menghilangkan satu dari dua nyawa Al Maruf di babak Championship.
Jika menilik pada 11 tahun silam, Sapta Eka pernah mencicipi atmosfer final DBL Jakarta 2015 dan keluar sebagai runner-up, sebelum kompetisi ini terbagi dalam empat region pada 2018.
Baca Juga: Kepsek SMAN 71 Jakarta Jadi Saksi Sapta Eka Patahkan Misi Revans Al Maruf
Di sudut lain, srikandi SMA Jubilee Jakarta masih perkasa. Dua kemenangan di babak Championship digenggam dengan mulus, seolah ingin membuktikan bahwa mereka masih layak untuk kembali menyandang status sebagai Penguasa Jakarta.
Memasuki fase penentuan, Jubilee kembali dipertemukan dengan SMA 1 PSKD Jakarta (PSKD 1). Kali ini, PSKD 1 perlu ekstra waspada lantaran mereka sudah pernah menelan kekalahan dari Jubilee pada pertemuan sebelumnya.
Dua kemenangan itu turut dikantongi oleh para kesatria Jubilee. Hanya saja, langkah putra Jubilee sempat terancam ketika menjawab tantangan Kolese Kanisius Jakarta. Jika mengintip catatan buku sejarah DBL Jakarta, duel itu menandai pertemuan kelima bagi Jubilee dan Kanisius, setelah 2022, 2023, dan 2024.
Pada empat perjumpaan sebelumnya, kehadiran Kanisius sebagai musuh bukanlah hambatan berarti bagi Jubilee. Namun, cerita berbeda tersaji di DBL Jakarta Championship 2026. Selama duel berlangsung, Kanisius sempat berada dalam posisi unggul, meski pada akhirnya Jubilee kembali berhasil mengambil alih kendali.
Kini, dua tim dengan ambisi besar kembali saling menyapa di Fantastic Four. Berbekal satu nyawa tersisa, Kanisius tentu tidak ingin mengakui kehebatan tim musuh untuk kelima kalinya. Begitu pula dengan Jubilee yang tidak akan membiarkan satu tempat di Indonesia Arena, mengingat mereka sudah menjadi bagian dari Final DBL Jakarta sejak 2022.
Baca Juga: Menanti Kejutan Kanisius di Tengah Perburuan Tiket Menuju Indonesia Arena
Kejutan belum berhenti sampai situ. SMA Bukit Sion Jakarta (Buksi), sang back-to-back champion, justru harus gugur lebih awal. Padahal, Buksi dikenal sebagai tim dengan reputasi yang tak main-main. Sejak 2018, satu kursi di Final DBL Jakarta selalu ditempati oleh para penggawa Buksi. Padahal, musim ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk membawa pulang titel threepeat champion.
Kekalahan Buksi menjadi bab cerita membahagiakan bagi SMA Pangudi Luhur Jakarta. Penantian mereka sama satu tahun akhirnya terbayar lunas. Pangudi Luhur berhasil membuat sang bebuyutan takluk dalam dua pertemuan musim ini, tanpa adanya drama if necessary seperti musim sebelumnya.
Ya, rivalitas antara dua tim menjadi begitu fenomenal setelah Pangudi Luhur mengantongi kemenangan dramatis berkat aksi buzzer beater ketika berjumpa Buksi di Championship musim lalu. Hasil ini gantian memaksa Buksi turun ke lower bracket sekaligus mencetak sejarah baru dengan menghadirkan laga if necessary pertama sejak berlakunya sistem double elimination pada 2024.
Meski begitu, Pangudi Luhur tak boleh lengah. Pasalnya, kemenangan ini kembali mempertemukan mereka dengan Raffles Christian School Jakarta (Knights). Dalam dua musim terakhir, kedua tim tercatat telah bertempur sebanyak tiga kali.
Baca Juga: Sengit Lagi! Pangudi Luhur Kembali Paksa Buksi Terima Kekalahan Dramatis
Dua di antaranya berlangsung di partai puncak DBL South Jakarta 2025 dan 2026, kemudian berlanjut di babak Championship musim ini. Selama itu pula, Knights tidak memberi kesempatan bagi Pangudi Luhur untuk merasakan kemenangan.
Rekam jejak tersebut tentu menjadi bahan bakar semangat bagi Knights untuk melanjutkan tren kemenangan. Sementara, apabila kembali menelan kekalahan, bisa dipastikan perjalanan Pangudi Luhur berakhir.
Perlu diketahui, setiap pertandingan Fantastic Four memiliki peluang untuk berlanjut ke laga if necessary. Pertandingan tambahan ini digelar apabila kedua tim sama-sama mengantongi satu kemenangan dan satu kekalahan (1-1) sebelum melangkah ke putaran final.
Jika SMA Al Maruf Jakarta berhasil meraih kemenangan, mereka akan kembali berhadapan dengan SMAN 71 Jakarta dalam laga if necessary sebagai penentuan. Sementara itu, SMA 1 PSKD Jakarta juga berpeluang menjalani pertandingan serupa apabila mampu menumbangkan SMA Jubilee Jakarta.
Pun dengan sektor putra. Laga if necessary akan digelar apabila SMA Jubilee Jakarta dan Raffles Christian School menelan kekalahan.
Maka dari itu, jangan sampai lewatkan keseruan Fantastic Four DBL Jakarta Championship 2026 pada Rabu, 28 Oktober 2026.
DBL Jakarta Championship 2026 Jakarta termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 yang mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema “100% Indonesia”. Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final.
Jadwal pertandingan Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Jakarta Championship akan di-update secara berkala di halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)