DBL ACADEMY

Junior DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Potret Kalila Ayesha Yasmin (nomor punggung 24) saat pemanggilan starting lineup di laga SMA Jubilee Jakarta versus SMA 1 PSKD Jakarta dalam DBL Jakarta Championship 2026

Srikandi SMA Jubilee Jakarta menjadi tim pertama yang mengunci tempat di Indonesia Arena! Pencapaian ini sekali lagi membuktikan konsistensi melangkah ke partai puncak sekaligus membuktikan tekad besar mereka untuk membawa pulang gelar back-to-back champion. 

Tiket tersebut didapat setelah Jubilee menaklukan SMA 1 PSKD Jakarta (PSKD 1) pada Rabu, 28 Oktober 2026. Tampil dominan sejak kuarter pertama, Jubilee berhasil menutup pertandingan dengan kemenangan meyakinkan 68-42.

Di balik keberhasilan tim putri Jubilee, terdapat sosok kapten yang turut menjaga kekompakan dan kepercayaan diri rekan-rekannya, ialah Kalila Ayesha Yasmin. Bagi Kalila (sapaan akrabnya), melangkah ke Indonesia Arena tentu menyimpan makna mendalam. Lantaran, musim ini menandai kali ketiga dirinya melangkah ke arena tersebut bersama Jubilee.

“Jujur senang banget karena target kita memang untuk masuk ke Indonesia Arena. Selanjutnya, kita bakal fokus latihan buat kejar back-to-back Champion,” ujar Kalila.

Meski berhasil membawa timnya kembali ke panggung final, perjalanan menuju titik ini bukan tanpa tekanan. Kalila mengaku sempat merasa terbebani oleh ekspektasi untuk kembali membawa almamaternya ke singgasana Ratu DBL Jakarta. Namun, tekanan itu berhasil hilang berkat dukungan dan kebersamaan tim.

“Komunikasi satu sama lainnya itu penting banget. Terus coba ajak yang lain main dengan percaya diri, enjoy, dan jangan ada pressure. Aku sebagai kapten juga pokoknya percaya terus sama tim, coaches, orang tua, supporter sama Tuhan juga,” ujarnya.

Baca Juga: Melihat Perjalanan Rafiqi Ghazali dari Mata Sang Ibu

Pencapaiannya di titik ini pun tak semudah membalikkan telapak tangan. Terdapat perjalanan panjang yang sudah dilalui sejak pertama kali berkenalan dengan basket.

Kalila mulai mendalami basket saat duduk di bangku kelas V sekolah dasar. Ketertarikannya terhadap olahraga ini berawal dari sang ayah yang pertama kali mengenalkannya pada basket. Ia pun mulai mengikuti ekstrakurikuler basket di sekolah, meski kala itu belum terlalu serius menekuninya.

"Pas itu, aku bahkan sering bolos ekskul basket karena memang masih belum terlalu tertarik," ungkapnya.

Kecintaannya terhadap basket baru tumbuh ketika memasuki jenjang SMP. Sejak saat itu, ia mulai bergabung dengan klub basket dan menjalani latihan privat bersama sang ayah untuk mengembangkan kemampuannya. Namun, semakin serius menekuni basket, Kalila kian sering dihadapkan oleh keraguan terhadap diri sendiri. 

“Dulu, aku merasa ter-pressure. Aku takut banget mainnya jelek dan lainnya. Cuma, aku berusaha untuk keluar dari zona nyamanku dan akhirnya aku berhasil main basket lebih enjoy lagi dibandingkan sebelumnya,” tuturnya. 

Di tengah perjalanan itu, rasa lelah dan keinginan untuk mengeluh pun beberapa kali muncul. Meski demikian, ia berusaha meyakinkan dirinya setiap kali ia merasa lelah. Keyakinan itulah yang menjadi pegangan Kalila untuk terus melangkah. Ia memahami bahwa hasil tidak selalu datang secara instan sehingga konsistensi dan kemauan untuk terus berkembang menjadi hal yang harus dipertahankan.

Seiring berjalannya waktu, Kalila mulai memiliki target yang ingin diwujudkan. Saat duduk di kelas IX, ia mulai membayangkan dirinya bisa tampil di panggung DBL, terlebih jika mendapat kesempatan bermain di Indonesia Arena.

Keinginan itu kian menguat setelah Kalila berkesempatan menyaksikan langsung Final DBL Jakarta 2023. Pengalaman tersebut menjadi salah satu momen yang membuat impiannya untuk tampil di panggung DBL semakin nyata.

"Pas 2023, aku sempat nonton Final DBL di Indonesia Arena, duduk di CAT paling depan. Terus, aku berdoa ‘semoga aku bisa main di Indonesia Arena di masa depan’ akhirnya aku berhasil buat tampil di Indonesia Arena musim 2024, pas aku rookie. Saat ini, itu masih jadi kenangan indah,” ujarnya.

Doa yang selama ini ia panjatkan akhirnya terjawab pada musim 2024. Kalila berhasil menjalani debut di DBL North Jakarta dan langsung merasakan atmosfer pertandingan di Indonesia Arena pada tahun pertamanya. Momen istimewa itu pun ia abadikan lewat sebuah kalimat penuh makna yang terukir di sepasang sepatunya: “Bunda, Ayah, Mimpi Aku Tercapai”.

Bagi Kalila, ada pengalaman berkesan ketika beralih dari menyaksikan final sebagai penonton menjadi pemain yang tampil langsung di lapangan. Momen tersebut menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan basketnyan sekaligus semakin memantapkan keinginannya untuk melanjutkan pendidikan dan mengembangkan kemampuan basket di SMA Jubilee Jakarta.

Ia pun juga mengungkapkan adanya beberapa perbedaan antara persiapannya musim ini menuju Indonesia Arena dengan musim-musim sebelumnya.

“Waktu kelas X, aku rookie sendiri. Aku masih adaptasi, gimana sih cara perkenalan tim dan ketika di dalam lapangan. Kelas XI, kita kejar target untuk gelar champion. Kita beneran latihan terus setiap hari, pagi, sore. Tahun ini, kita lebih semangat dan solid lagi, kita juga latihan terus sampai target kita dapetin back-to-back Champion tercapai,” jelasnya.

Baca Juga: Ada Dukungan Amin Prihantono di Setiap Langkah Salwa Nabila

Bukan hanya fokus pada fisik, Kalila bersama rekan-rekannya turut menjalani program latihan pola, permainan, hingga gym. Seluruh rangkaian tersebut menjadi bagian dari upaya tim untuk menjaga kesiapan sekaligus mengejar target juara kembali.

Kalila juga menilai, kesempatan untuk tampil di Indonesia Arena musim ini terasa semakin spesial. Pasalnya, musim ini menjadi musim terakhirnya berkompetisi di DBL sebagai pemain SMA.

“Saat itu, aku dan tim senang banget, kita beneran raih gelar champion dan rasanya jujur bangga banget. Kita nangis terharu dan nangis bahagia sama-sama. Apalagi, itu tahun keduaku. Itu berhasil jadi kenangan terbaik, sih. Tapi tahun ini, kita bakal buat kenangan yang jauh lebih baik dari sebelumnya,” tuturnya.

Meski perjalanan di SMA akan segera berakhir, ketertarikan Kalila terhadap basket belum berhenti. Ia mengaku masih memiliki keinginan untuk melanjutkan perjalanan sebagai pemain basket di bangku perguruan tinggi.

Sebelum sampai pada tahap tersebut, ia masih memiliki satu kesempatan untuk menorehkan cerita baru bersama Jubilee. Kembali ke Indonesia Arena menjadi langkah penting, tetapi tantangan berikutnya adalah bagaimana ia dan tim mampu memanfaatkan kesempatan itu sebaik mungkin.

“Pastinya, aku mau main bagus. Terus kalau ada rezeki, semoga aja aku bisa masuk DBL All-Star. Kalau enggak dapat, aku mau berharap yang terbaik aja untuk aku dan tim. Nothing to lose. Semangat aja,” tutupnya.

DBL Jakarta Championship 2026 termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 yang siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. 

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema “100% Indonesia”. Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. 

Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini
(pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS