Dari bangku penonton menuju lapangan pertandingan, perjalanan Bani Afiansyah Putra menjadi bukti bahwa sebuah mimpi bisa tumbuh dari pengalaman sederhana.
Pemain SMA Jubilee Jakarta (Jubilee) ini dulu hanya bisa menyaksikan Final DBL Jakarta di Indonesia Arena dari tribun. Kini, ia berkesempatan untuk merasakan langsung atmosfer pertandingan di area yang sama, tetapi sebagai pemain.
Namun, perjalanan Bani hingga sampai di titik ini tak didapatkan secara instan. Jauh sebelum bermimpi tampil di Indonesia Arena, ia sudah lebih dulu mengenal basket sejak berusia tujuh tahun, tepatnya pada 2017, berkat dorongan kedua orang tuanya.
“Aku disuruh papa dan mama basket karena dulu postur badan sama pola hidup aku itu kurang bagus, suka tidur malam dan lainnya. Papaku juga bilang banyak pelajaran yang bisa diambil dari basket,” jelasnya.
Sejak saat itu, Bani mulai mengembangkan kemampuannya dengan bergabung bersama klub basket.
Pengalamannya yang menyaksikan langsung Final DBL Jakarta 2024 juga turut mendorong keinginannya untuk tampil di panggung DBL.
Baca Juga: Putra Jubilee dan Ancaman Terbesar di DBL Jakarta Championship 2026
Potret Bani Afiansyah Putra ketika menonton Final DBL Jakarta 2024 (kiri) dan meraih gelar MVP di AZA 3X3 Competition 2025 North Jakarta (kanan)
Keinginan untuk melantai di DBL pun mulai ia perjuangkan sejak duduk di kelas X SMA. Pada tahun pertamanya di bangku SMA, Bani sempat mencoba peruntungan melalui seleksi roster tim 5on5 Jubilee untuk berlaga di DBL North Jakarta 2025. Sayangnya, kesempatan tersebut belum berhasil membawanya untuk masuk ke dalam tim utama.
“Aku sempat down waktu enggak kepilih tim 5on5, tapi aku coba buat terima aja,” ujarnya.
Walaupun belum berhasil menembus tim 5on5, Bani tetap memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya melalui AZA 3X3 Competition 2025 North Jakarta. Kesempatan tersebut ia manfaatkan sebaik mungkin untuk terus mengasah keterampilannya di lapangan.
Usahanya pun berujung manis. Ia berhasil meraih gelar Most Valuable Player (MVP) dalam kompetisi tersebut, sebuah pencapaian yang menjadi salah satu pengalaman penting dalam perjalanan basketnya. Dari situ, ia juga semakin termotivasi untuk mengasah keterampilannya dalam mengolah bola.
“Musim lalu, aku latihannya kurang all-in dan kurang all-out pas seleksi. Jadi musim ini aku latihan lebih keras lagi. Mulai dari latihan bareng tim dan ikut pertandingan terus, dimana pun, aku enggak pernah nolak-nolak,” ungkapnya.
Ia bahkan memiliki rutinitas khusus demi mempersiapkan diri menghadapi seleksi roster DBL. Setiap pukul 05.30 pagi, ia selalu menyempatkan diri untuk berlatih bersama. Setelah menyelesaikan kegiatan belajar di sekolah, ia kembali menjalani latihan basket. Tak hanya itu, ia juga menambah latihan fisik melalui olahraga lain, seperti berenang dan gym.
Di tengah padatnya persiapan untuk merebut tempat di skuad 5X5 Jubilee, Bani juga dihadapkan pada tantangan sebagai seorang student-athlete. Ia juga harus menemukan cara untuk menyeimbangkan jadwal latihan yang padat dengan tanggung jawab akademik.
“Persiapanku untuk DBL intens banget. Kadang pelajaran agak ketinggalan. Cuma, kita harus ngejar lagi. Soalnya di sekolahku kalau nilai enggak bagus, kita bisa enggak naik kelas,” ujarnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, Bani berusaha mengejar materi yang tertinggal dengan bertanya kepada teman-temannya mengenai pelajaran maupun tugas sekolah. Dukungan dari orang tua dan teman-teman juga menjadi bagian penting yang menguatkannya dalam menjalani dua tanggung jawab sekaligus.
Kerja keras itu akhirnya membawanya terpilih sebagai pemain 5on5 tim putra Jubilee DBL North Jakarta 2026, tepat saat ia duduk di kelas XI.
Pertandingan demi pertandingan dilewati, hingga akhirnya skuad Jubilee sampai di Fantastic Four DBL Jakarta Championship 2026. Sebuah laga krusial untuk menentukan nasib mereka menuju Indonesia Arena.
Pada Rabu, 28 Oktober 2026, Bani dan tim putra Jubilee harus melewati pertandingan sengit melawan Kolese Kanisius Jakarta. Persaingan bahkan sudah terasa sejak kuarter pertama, ketika kedua tim sama-sama mendapatkan skor seri 8-8. Memasuki kuarter kedua, Jubilee sempat tertinggal dengan skor 21-27.
Situasi tersebut tak membuat Jubilee kehilangan semangat. Perlahan, mereka bangkit dan terus menambah perolehan poin hingga berhasil meraih kemenangan dengan perolehan skor 54-46.
Baca Juga: Kalila Ayesha dan Sepasang Sepatu yang Jadi Saksi Terwujudnya Mimpi Besar
Hasil tersebut memastikan tim putra Jubilee melangkah ke babak puncak yang akan berlangsung di Indonesia Arena.
“Jujur, aku senang banget akhirnya bisa ke Indonesia Arena. Dulu sama sekali enggak pernah kepikiran bakal bisa ngerasain main di Indonesia Arena,” ungkapnya.
Bagi Bani, kemenangan ini memiliki makna tersendiri. Setelah melewati kegagalan seleksi, terus meningkatkan intensitas latihan, dan berusaha menjaga keseimbangan antara basket dengan akademik, Bani akhirnya mendapat kesempatan untuk berdiri di panggung yang selama ini ia impikan.
Ia pun juga ingin membuktikan kemampuan bermain timnya kepada seluruh pihak lewat babak puncak di Indonesia Arena nanti.
“Aku mau buktiin as a team aja. Kita semua itu bisa main bagus. Aku juga mau di musim ini kita juara dan happy-happy bareng tim.” harapnya optimistis.
DBL Jakarta Championship 2026 termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 yang siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema “100% Indonesia”. Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final.
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini
(pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)