DBL ACADEMY

Junior DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Potret Coach Liana Rosmasari (kiri) dan Miracle Christiano (kanan) selepas laga tim putra Raffles Christian School Jakarta versus SMA Pangudi Luhur Jakarta di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Jakarta Championship

Dua tangan Coach Liana Rosmasari saling bertaut erat. Ia tak henti memanjatkan doa, seolah berharap keajaiban dari Sang Maha Kuasa di detik-detik akhir laga putra Raffles Christian School Jakarta (Knights) kontra SMA Pangudi Luhur Jakarta di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Jakarta Championship, Kamis, 29 Oktober 2026.

Atmosfer di GOR Bulungan, Jakarta Selatan semakin menegangkan ketika kedua tim berada dalam kedudukan imbang, 71-71, saat waktu tersisa dua menit. 

Kedua tim terus mencoba melancarkan tembakan, tetapi tak ada satu pun yang terkonversi menjadi angka. Hingga akhirnya, nama Miracle Christiano bak sebuah mantra bagi datangnya sebuah keajaiban.  

Sebuah kesalahan dari Pangudi Luhur menghadiahkan Miracle dua tembakan gratis hanya di sisa satu detik terakhir!

Kesempatan pertama gagal dieksekusi, membuat seluruh elemen Knights berharap-harap cemas. Di sisa satu kesempatan, Miracle akhirnya bisa mengubah angka di papan skor sekaligus membuat laga berakhir dramatis, 72-71. 

Ketegangan di wajah Coach Liana seketika berganti menjadi ekspresi lega yang begitu besar. Tampaknya, tidak ada kata yang bisa menggambarkan betapa bangga dirinya terhadap seluruh penggawa Knights. 

“Mereka tuh dalam keadaan capek, jadi saya enggak bisa nge-push mereka seperti yang biasanya. Fighting spirit mereka yang bikin saya terharu, bangga, sampai enggak tahu lagi, deh. Pokoknya, saya bangga sama mereka,” buka Coach Liana dengan penuh haru. 

Liana rosmasari
Potret Coach Liana Rosmasari di tengah laga tim putra Raffles Christian School Jakarta versus SMA Pangudi Luhur Jakarta di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Jakarta Championship

Tak bisa dipungkiri, kehadiran Pangudi Luhur kali ini menjadi ancaman besar bagi pasukan Knights. Situasi ini membuat Coach Liana beberapa kali mengambil jeda timeout untuk mengevaluasi permainan sekaligus meracik strategi yang tepat, terutama saat memasuki penghujung laga. 

Baca Juga: Patah Hati Coach Liana yang Sembuh Berkat Kemenangan Putra Knights

Ada alasan tersendiri di baliknya. Coach Liana begitu berupaya keras agar anak asuhnya tak perlu melalui laga if necessary. Mengingat, kondisi fisik yang sudah terkuras setelah melewati pertandingan panas. Belum lagi, para penggawa senior juga baru saja menghadapi sesi Tes Kemampuan Akademik (TKA). 

“Saya yakin anak-anak bisa menghadapi game ini. Game plan-nya tadi kita harus cari foul dan akhirnya dapat. Peran utamanya tadi ada di Miracle,” ungkapnya. 

Dari kacamata seorang Liana, ia turut mengakui ketangguhan Pangudi Luhur selama di medan pertempuran. Bahkan, tim asuhan Rimbun Maruli Tua SIdauruk itu membuat Coach Liana memutar otak untuk bisa menghadapi pergerakan mereka. 

“Kedua tim ini sama-sama pejuang. Pangudi Luhur juga enggak mau menyerah dan ini lawan yang tangguh banget. Apalagi, pemain di Knights dan Pangudi Luhur juga kebanyakan satu klub. Cuma kalau misalkan memang harus ke if necessary, kita harus hadapi,” ungkapnya. 

Kini, tersisa kebahagiaan yang begitu besar dalam diri Coach Liana. Terlebih, Indonesia Arena sudah menjadi tujuan utamanya bersama Knights sejak musim lalu. Namun, ia ingin agar anak-anak didiknya belajar menghargai proses untuk bisa mencapai impian tersebut. 

Menariknya, Coach Liana dan Knights tak hanya menorehkan sejarah dengan membawa timnya melaju ke Final DBL Jakarta untuk pertama kali. Momen ini juga menghadirkan cerita istimewa baginya karena akan berjuang bersama sang putra, Miracle, di Indonesia Arena. 

Baca Juga: Gagalkan Revans Pangudi Luhur, Knights Amankan Back-to-back Champion!

Sebagai ibu, Coach Liana juga memiliki sebuah momen “sakral” sebelum Miracle benar-benar menapakkan kaki di lapangan. 

“Saya selalu bilang be a leader. Kalau jadi key player, bukan berarti haru show off atau one man show. Enggak boleh marah-marah, enggak boleh protes ke wasit, enggak boleh kasih gesture yang enggak enak ke lawan. Kalau memang ingin menyemangati diri sendiri, lakukanlah sendiri. Jangan sampai mendiskreditkan lawan atau referee,” terangnya. 

Liana rosmasari
Potret Coach Liana Rosmasari dan Miracle Christiano sebelum pertandingan tim putra Raffles Christian School Jakarta versus SMA Pangudi Luhur Jakarta dimulai

Di sisi lain, ia juga menekankan betapa beratnya mengemban peran ganda sebagai ibu sekaligus pelatih bagi sang buah hati. hati. Sebab, setiap keputusan dan penampilan Miracle di lapangan turut mencerminkan dirinya sehingga ada tanggung jawab lebih besar yang harus ia jaga.

“Saya senang bisa menjadi head coach untuk anak sendiri. Makanya, saya selalu bilang harus bisa tunjukin permainan yang bagus. Puji Tuhan, dia tanggung jawab dengan itu,” ujarnya. 

Coach Liana memiliki rentang waktu selama satu bulan untuk menempuh persiapan jelang panggung bergengsi Final DBL Jakarta 2026. Saat ini, satu mimpi besar telah dikantongi. Berikutnya, Coach Liana tak segan untuk membidik impian yang semakin prestisius. 

“Pasti, semua mau juara. Anak-anak juga berusaha keras dan tahu kalau coach-nya mau juara,” tutupnya.

DBL Jakarta Championship 2026 Jakarta termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 yang mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. 

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema “100% Indonesia”. Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. 

Statistik pertandingan ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS