DBL Super Teacher merupakan program baru DBL Indonesia musim ini yang dihadirkan untuk mengapresiasi peran para guru. Mengusung tema “Home of The Dreamers” DBL bertekad menjadi panggung bagi inklusif bagi siapa saja. Bukan hanya para student-athlete, melainkan juga sosok di balik layar yang memberikan dukungan tanpa batas, termasuk para guru.
Menjadi guru tentu bukan perkara mudah, terlebih bagi mereka yang mengamini bahwa proses belajar tak berhenti sebatas di ruang kelas. Guru-guru ini percaya bahwa akademik dan nonakademik bukan dua hal yang berseberangan, melainkan hal yang berjalan selaras dan beriringan.
Antusiasme peserta luar biasa. Ratusan guru dari Sabang sampai Merauke berlomba-lomba mendaftarkan diri demi mengejar ilmu untuk bisa diimplementasikan kembali ke sekolah masing-masing. Bagi mereka, DBL adalah salah satu jalan menuju ‘Roma’, wadah untuk bisa terus meningkatkan kemampuan mereka.
Baca Juga: DBL Super Teacher: Dewanta Aji dan Misi Membina Basket Berkelanjutan di Olifant
Latar belakang para pendaftar pun sangat beragam. Meski DBL identik dengan olahraga, tetapi para guru yang terdaftar bahkan tak hanya didominasi oleh guru Pendidikan Jasmani dan Olahraga (PJOK). Guru Ekonomi, Fisika, Bahasa Inggris, hingga Prakarya mewarnai pendaftaran DBL Super Teacher ini.
Dari ratusan pendaftar, seleksi awal telah menyaring peserta menjadi Top 72. Selanjutnya, peserta Top 72 mengikuti online assessment yang dikerucutkan menjadi Top 24. Guru-guru “Super” yang berhasil menembus Top 24 ini kelak bersiap mengikuti bootcamp di Jakarta.
Selama proses seleksi Top 72, tim penilai seolah dibuat kagum oleh kemampuan para peserta. Mereka semua terbukti adalah pendidik dengan kemampuan di atas rata-rata. Bergerak, belajar, dan berinovasi di tengah berbagai keterbatasan. Bahkan, mereka percaya bahwa kemampuan siswa tak hanya soal akademik. Kemampuan nonakademik para siswa pun tak luput dari dukungan tiada henti dari para guru.
Terlepas dari siapa pun yang akan lolos Top 24, para guru yang lolos dan terdaftar di Top 72 adalah guru-guru hebat yang sangat dibutuhkan untuk generasi masa depan Indonesia.
“Kami sempat kebingungan untuk menentukan siapa saja yang masuk. Karena semua punya ‘cara’ tersendiri untuk menginovasikan pembelajaran secara lebih baik. Para guru tersebut selalu berusaha agar akademik dan nonakademik bukan berjalan terpisah tapi selalu beriringan,” ujar tim penilai.
Baca Juga: DBL Super Teacher: Nova Riama Menghidupkan Sains di Tanah Papua
Pengumuman Top 24 DBL Super Teacher dijadwalkan pada Senin, 2 November 2026. Para peserta terpilih akan mengikuti pelatihan (bootcamp) pada 18-21 November 2026 di Jakarta. Puncaknya, 4 Super Teacher terbaik berkesempatan mengikuti short course eksklusif di luar negeri.(*)