ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

MAINMAIN

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Smansa Malang manfaatkan pemain yang ada dengan memperkuat skill individunya.

SMAN 1 Malang berhasil menembus babak big eight pada musim 2018. Sayang langkah Smansa Malang terhenti di babak grup pada Honda DBL East Java Series 2019-South Region. Mereka hanya mengoleksi satu kemenangan di fase grup sehingga gagal ke playoffs.

Fadra Kurniawan, pelatih Smasa Malang memaparkan berbagai kekurangan timnya musim lalu. Yang paling mencolok adalah fundamental. "Sangat banyak kekurangan musim lalu. Kami kurang siap sehingga berpengaruh ke fisik dan pola permainan," jelasnya.

Kabar baiknya, Smansa Malang melakukan regenerasi dengan baik. Walaupun banyak pemain guard dan small forward di musim ini. "Untuk pemain bigman-nya memang juga ada tapi hanya beberapa saja," ujar coach Fadra.

Untuk meningkatkan performa timnya, coach Fadra menggelar tiga kali latihan dalam sepekan. Fundamental menjadi menu utamanya. "Saya perkuat dasarnya dulu. Supaya semua pemain punya skill yang merata. Setelah itu baru diajarkan bagaimana pola bermain yang efektif," bilangnya.

Sayang, program latihan yang telah disusun menjadi ambyar gara-gara pandemi coronavirus. Smansa Malang harus berhenti latihan. Sebagai gantinya, mereka berlatih secara mandiri di rumahnya masing-masing.

"Materi latihan yang menjadi tugas saat di rumah hanya meliputi latihan fisik saja. Selain untuk persiapan, hal itu juga bisa menjaga kebugaran para pemain selama jeda ini," ungkapnya.

Setelah wabah ini selesai, coach Fadra berencana meningkatkan porsi latihan tim untuk mengejar ketertinggalan. Ia juga berencana mengadakan latih tanding. "Harapan saya adalah kami bisa masuk fantastic four seri Malang pada musim ini," tutupnya.(*)

  RELATED ARTICLES
Comments (0)