ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

MAINMAIN

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Belakangan ketika pandemi terjadi, kita jadi sangat sering mendengar kata "karantina". Sebenarnya bicara soal karantina, SMAN 5 Balikpapan sudah menerapkan hal ini jauh hari. Bahkan, ketika mereka mengikuti Honda DBL 2010 di Samarinda pun, cara ini mereka lakukan. Nah, kisah ini pernah dibagikan skuad putri SMAN 5 Balikpapan pada tim DBL Indonesia, 2 Mei 2010 silam. 

Lantaran harus bertanding di Samarinda, tim putri SMAN 5 Balikpapan saat itu tak balik pulang. Perjalanan tiga jam dari Balikpapan menuju Samarinda bisa menghabiskan energi jika harus ditempuh bolak-balik selama satu minggu. Selain waktu tempuh yang cukup lama, perjalanan berjarak 115 km itu cukup berisiko karena harus melewati jalan berkelok-kelok dan menembus hutan.

Atas dasar itulah, tim ini memilih menginap di sebuah mes Bhayangkari, Samarinda di Samarinda selama mengikuti Honda DBL 2010 East Kalimantan Series. Mereka menerapkan karantina dengan disiplin ketat. Cara ini tak sia-sia, di musim itu tim putri SMAN 5 Balikpapan berhasil melaju hingga partai final.

Selama masa karantina, kehidupan para anggota tim sedikit banyak berubah. Masing-masing harus menyesuaikan diri dengan kegiatan yang full diisi dengan latihan, latihan, dan latihan basket.

Pelatih SMAN 5 Balikpapan saat itu, Dian Purnamaningsih, memberlakukan disiplin ketat kepada seluruh pemain selama masa karantina. ''Di sini mereka bukan berlibur, tetapi fokus bertanding. Saya ingin mereka disiplin, terutama soal waktu. Mereka harus tidur pukul 10 malam dan bangun pukul 6 pagi. Jadi, pukul 9 malam semua HP wajib dikumpulkan ke saya dan TV dimatikan,'' tutur Dian pada tim DBL Indonesia, saat itu.

Aturan ketat yang diberikan Dian tidak sia-sia. Tim putri SMAN 5 Balikpapan berhasil melenggang ke final. Ternyata tinggal di mes dekat lokasi pertandingan juga merupakan langkah tepat untuk menyimpan tenaga sehingga bisa fokus ke pertandingan.

Satu minggu karantina diakui oleh para anggota tim banyak memberikan dampak yang baik bagi tim, terlebih masalah kekompakan. Mereka menjadi makin akrab. ''Itu ngefek lho ke pertandingan. Kita jadi tahu apa maunya teman kita, ke mana geraknya. Respons saat passing juga makin akurat,'' beber Aulya Sari Anwar, center tim tersebut.

Selain semakin kompak, mereka punya beberapa pengalaman kocak. Beberapa anggota tim putri SMAN 5 Balikpapan sering mengigau tentang pertandingan saat tidur.

''Tiba-tiba tengah malam ada yang teriak girang, katanya berhasil menjadi juara Honda DBL. Atau, ada yang tiba-tiba bilang, 'passing', 'lay-upgitu. Tiap hari penuh latihan dan latihan. Duh, lucu deh pokoknya,'' cerita pemain yang kala itu menggunakan jersey bernomer 12 itu.

Di final Honda DBL 2010 East Kalimantan Series kemarin (2/5) tim putri SMAN 5 Balikpapan menjadi runner-up setelah mengakui keunggulan juara bertahan SMAN 1 Balikpapan dengan skor 38-69. Bagi SMAN 5 Balikpapan, prestasi sebagai runner-up merupakan pencapaian besar.(*)

  RELATED ARTICLES
Comments (0)