ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

MAINMAIN

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Garda SMA Charitas Jakarta, Abel Sebastian (kiri, jersey gelap) beradu dengan rookie SMAN 28 Jakarta, Harsha Abuthan kala keduanya bersua di Honda DBL DKI Jakarta Series - South Region di GOR Bulungan musim 2019 kemarin. (Source: DBL Indonesia)

Kembalinya SMA Charitas Jakarta ke kancah Honda DBL sejak hiatus tiga musim nyatanya belum berjalan mulus. Musim lalu mereka kandas di babak awal dari SMAN 28 Jakarta.

Kegagalan itu jadi motivasi bagi Abel Sebastian, rookie kepunyaan Charitas. Sebagai pelecut motivasi untuk musim berikutnya.

"Pastinya kecewa, karena masih belum bisa bawa nama Charitas menang di Honda DBL. Tapi, itu jadi pelajaran untuk lebih siapin semuanya sejak dini,” tuturnya.

Baginya, Honda DBL jadi langkah awal untuk berkarir sebagai atlet pelajar. “Sangat beruntung bisa masuk sekolah yang tim basketnya bagus dan bisa berlaga di Honda DBL,” ucapnya.

Meski tak dapat merengkuh juara, ia sudah merasakan sendiri kerasnya persaingan di Honda DBL. Bukan hanya sekedar mendengar perkataan orang banyak. “Atmosfernya bikin tegang. Udah gitu lawan kita SMAN 28. Selalu excited kalau udah main di Honda DBL,” ujarnya.

Baginya kalah atau menang merupakan hal biasa dalam basket. Ia lebih mengambil pelajaran di setiap laga. Dan menjadikan tiap pertandingan pengalaman untuk mengejar keinginannya menjadi pemain profesional. “Harus berjuang dengan yang kita inginkan, di level SMA ini pasti pengin banggakan sekolah,” tandasnya.

Abel sendiri banyak belajar basket dari paman dan sang Mama. Terlebih Om-nya, Erick Sebayang yang merupakan mantan pemain profesional. Pernah memperkuat Pelita Jaya dan Satria Muda Jakarta ketika berlaga di NBL Indonesia.

“Dia (re: Erick Sebayang) Om aku yang memotivasi dan ngajarin buat bermain basket. Mama juga mendukung banget. Kami sering berlatih bareng kalau pas lagi di rumah,” paparnya.

Erick Sebayang saat membela Satria Muda Jakarta. (Source : NBL Indonesia)

Usia Abel yang baru menginjak 15 tahun membuatnya sadar kalau karirnya masih panjang. Dirinya masih bisa mengolah skil agar bisa meningkatkan kemampuannya

Salah satu impiannya adalah bermain sebagai pemain profesional yang bisa membela tim nasional. “Kalau ada kesempatan buat main di professional kenapa nggak. Pengin banget malah main untuk Indonesia,” ucap pemain yang menggemari Abraham Damar dan Arki Wisnu ini.

Karena itu, ia sangat terpacu untuk bisa membawa Charitas menjadi kampiun Honda DBL DKI Jakarta. Abel juga punya tekad besar untuk masuk ke list first-second team Honda DBL DKI Jakarta musim depan.

“Musim selanjutnya aku berharap bisa main di Championship Series dan kalau perlu bisa jadi Honda DBL All-Star,” pungkas penggemar Coby White itu. (*)

  RELATED ARTICLES
Comments (0)