ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

MAINMAIN

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Seiring dengan pelonggaran aktivitas di luar rumah, tiap sekolah mulai ancang-ancang untuk kembali latihan di lapangan. Sudah tiga bulan lebih mereka #dirumahaja.

Kalaupun ada latihan, pilihannya hanya dua. Antara lewat virtual meeting dipandu oleh coach masing masing, atau latihan mandiri berdasarkan program yang disusun oleh pelatih.

Namun, hasil dari latihan itu tentu tidak akan seratus persen efektif. Sedikit banyak pasti kondisi fisik para pemain menurun. Latihan yang mereka jalani hanya bertujuan untuk menjaga kebugaran saja.

SMAN 2 Bandung mulai gencar membahas rencana untuk kumpul lagi di lapangan. Mereka ingin mengejar program yang sempat tertunda. Akan tetapi, finalis Honda DBL West Java Series 2019 itu belum bisa memastikan kapan dapat mewujudkannya.

"Kami masih menunggu instruksi dari sekolah dan PP Perbasi selaku induk olahraga basket Indonesia. Terutama persetujuan orang tua murid,” ucap nakhoda anyar Smunda Bandung, Musthofa Ramadhan.

Izin orangtua diyakini coach Musthofa tidak akan terlalu sulit didapat. Pasalnya banyak wali murid yang menginginkan agar anak-anaknya bisa secepatnya latihan lagi. Mayoritas dari mereka tidak ingin anaknya stres karena berdiam diri di rumah.

"Orang tua justru khawatir karena mal sudah mulai buka. Mereka takut anak-anaknya mulai pengen jalan ke mal. Jadi lebih milih agar anaknya kembali latihan karena lingkungannya lebih terkontrol," jelas mantan power forward Satya Wacana Salatiga itu.

Tetapi pelaksanaannya tidak semudah itu. Tim pelatih masih menunggu informasi resmi dari federasi basket Indonesia soal penerapan latihan di tengah pandemi. Pastinya bakal ada perubahan mengingat kewajiban untuk jaga jarak saat ini.

Untuk sementara coach Musthofa dan tim masih tetap melakukan latihan online. Walau tidak banyak yang bisa dilatihkan, setidaknya hal itu dapat membantu mereka jaga kebugaran. Yang paling penting tetap menjaga kekompakan dan hubungan yang sudah terjalin selama ini.

"Masa pandemi merupakan salah satu rintangan yang harus mereka hadapi. Mereka harus terus berjuang menghadapi rasa jenuh, rasa kangen untuk bisa kembali ke lapangan," kata pelatih 30 tahun itu.(*)

  RELATED ARTICLES
Comments (0)