ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

MAINMAIN

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Bukan main kekecewaan yang melanda tim putra putri SMAN 5 Mataram pada Honda DBL West Nusa Tenggara Series 2019. Kesempatan untuk mengawinkan gelar juara kandas begitu saja. Mereka gagal meraih trofi kemenangan yang tinggal sejangkauan tangan.

Pada pertandingan final, tim putra Smala kalah di tangan SMA Kusuma Cakranegara dengan skor 48-56. Sementara itu, kekalahan yang dialami srikandi Smala lebih tragis lagi. Mereka ditumbangkan SMAN 1 Mataram lewat skor super tipis 50-51.

Harapan untuk membawa pulangan kenangan manis terpaksa ditahan. Tidak ada kata yang mampu menggambarkan emosi yang dirasakan para pemain kala itu. Ada sedih, kecewa, geram, marah. Semuanya bercampur jadi satu. Upaya untuk naik ke podium tertinggi gagal terjadi.

Mereka harus terima kenyataan menjadi runner-up musim lalu. Tetapi sejak saat itu tim Smala bertekad tidak mau kejadian serupa terulang untuk musim selanjutnya. Cerita pahit itu mereka tutup. Tim segera berbenah usai mengevaluasi hasil pertandingan secara keseluruhan.

Latihan terus digeber. Apalagi sudah ada catatan soal kekurangan dan kelebihan yang dimiliki Smala. Mereka tetap semangat. Semua demi satu tujuan yakni menjadi yang terbaik di Nusa Tenggara Barat.

"Kami lebih fokus ke detail dari individu maupun tim dengan memaksimalkan semua kemampuan dari masing-masing pemain dan lebih kerja keras lagi," ujar asisten pelatih, Ilham Andriansyah.

Bahkan komposisi pemain untuk musim yang akan datang sudah ada. Kali ini akan didominasi oleh siswa kelas XI dan X. Bagi pemain yang sudah berpengalaman main di DBL tetap akan memperkuat tim. Secara keseluruhan, menurut Ilham, tidak ada perbedaan yang terlalu signifikan untuk line up pemain.

"Kalau tahun kemarin kami kawin gelar runner-up, musim depan kami siap pasang target kawin gelar champions," tegas coach Ilham.

Hal itulah yang membuat Smala sudah mulai berlatih lagi di lapangan. Mereka sudah off latihan hampir tiga bulan akibat pandemi covid-19. Kini tim harus latihan lagi dari awal untuk membangun fisik, tetapi itu tidak menjadi masalah bagi mereka.

Membenahi skill basic menjadi fokus pelatih. "Presentase shooting, terutama hal-hal detail seperti free throw dan mengurangi turnover. Tapi yang lebih utama skill individual. Yang masih agak kurang menurut kami dipush lebih keras lagi di lapangan maupun di rumah. Yang sudah bagus atau lumayan lebih ditingkatkan," ungkap coach Ilham.(*)

  RELATED ARTICLES
Comments (0)