ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

MAINMAIN

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Tidak ada yang bisa menumbangkan semangat para patriot SMAN 2 Bandung. Berdiam diri di rumah selama pandemi covid-19 tidak melunturkan asa mereka untuk tetap latihan. Sebaliknya, tim begitu gencar mempersiapkan diri untuk DBL musim yang akan datang.

Semua itu dilakukan demi satu tujuan. Smunda bertekad untuk membalas kekalahan yang dialami pada Honda DBL West Java Series 2019. Saat itu mereka sangat kecewa karena berakhir sebagai runner-up. Padahal gelar juara sudah di depan mata.

Langkah menuju kemenangan itu dijegal oleh SMA Regina Pacis Bogor. Pertandingan ketat pada partai final itu berakhir dengan skor tipis 70-76. Kini Smunda bertekad untuk tidak mengulang kejadian serupa.


Kegagalan di partai puncak itu sangat menyesakkan dada. Makanya mereka tak ingin mengalami itu lagi. Semua performa dievaluasi total. Untuk musim ini tim memiliki nahkoda baru, yakni coach Musthofa Ramadhan. Ia adalah mantan tim pelatih SMA Santo Aloysius SA Bandung.

Bang Mus, begitu ia biasa dipanggil oleh tim, baru bergabung awal tahun ini. Meski begitu chemistry yang terjalin antara ia dan para pemain cukup bagus.

"Anak-anak bersemangat untuk bisa dapat hasil yang lebih baik dari prestasi mereka di DBL musim sebelumnya," ungkap coach Musthofa.

Spirit itulah yang membuat tim rajin untuk berlatih secara virtual. Bahkan pada bulan puasa lalu mereka tetap berlatih sambil menahan rasa lapar dan haus. Tidak ada target khusus yang dibebankan oleh sang pelatih selama masa ini.

Ia hanya ingin para pemain Smunda menjaga kebugaran fisik dan kekompakan tim. Yang paling penting ialah menjaga hubungan yang sudah terjalin sebelum pandemi.

"Yang paling utama untuk menghindarkan stres, karena mereka tidak bisa kemana-mana selama beberapa waktu ini. Apalagi mereka juga tidak bisa ke lapangan untuk latihan basket bareng," ujar coach Musthofa.

Sampai keadaan kembali seperti normal, latihan virtual tetap diadakan. Musthofa menuturkan jika belum membentuk tim yang akan dikirim ke DBL nanti. Proses pemilihan pemain masih terus berjalan.

"Saya selalu melihat perkembangannya. Tapi rata-rata core timnya masih dari pemain yang tahun kemarin juga ikut serta DBL. Cuma saya mulai memberikan banyak kesempatan untuk anak-anak kelas X saat ini," tutur mantan power forward Satya Wacana Salatiga itu.

Selain itu, ia juga tidak menutup kemungkinan bakal memilih pemain baru yang bergabung dengan tim basket pada awal semester baru nanti. Dengan syarat mereka mampu bersaing dengan para pemain senior. Persaingan untuk memperebutkan kursi skuad utama terbuka bagi siapa saja.(*)

  RELATED ARTICLES
Comments (0)