ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

MAINMAIN

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Tri Delas (kanan) saat beraksi di pertandingan antara SMAN 3 Mataram versus SMAN 1 Mataram.

Perasaan Tri Delas Akbarriyanto campur aduk ketika usai melakoni pertandingan di DBL 2021 West Nusa Tenggara Series, kemarin (22/2). Antara senang, tapi juga memendam rasa kecewa yang begitu dalam.

Ya, Tri Delas menjalani debut pertamanya di DBL. Debut yang mengesankan sebenarnya secara catatan individu. Sebab, student athlete asal SMAN 3 Mataram itu membuka rekor di DBL 2021. Ia menjadi pemain pertama yang mencetak poin terbanyak dalam satu pertandingan. Tri membuat 21 poin. Termasuk fenomenal untuk anak yang memulai debut. Apalagi seperti kebanyakan student athlete lain, selama setahun terakhir Tri juga tidak bisa maksimal berlatih basket karena pandemi.

Namun sayang debut itu tak bisa mengantarkan Tri membawa timnya melangkah lebih jauh. Sebab SMAN 3 Mataram harus mengakui keunggulan SMAN 1 Mataram. Pertandingan berakhir dengan skor 42-29 untuk SMAN 1 Mataram. Jadilah pertandingan hari itu yang pertama sekaligus terakhir buat Tri.

"Aku sih gak nyangka banget bisa membuat 21 poin. Sebab tujuanku di pertandingan itu bukan ngitung poin individu, tapi aku ingin banget menangin tim sekolah," ujar Tri dalam wawancaranya bersama DBL.id di sela istirahat aktivitas sekolah tatap muka.

Trim mengaku selama ini meskipun tidak ada kompetisi tetap berupaya berlatih tiap hari. Latihan mandiri itu ia manfaatkan untuk menunjang latihan di sekolah yang digelar 2-3 kali dalam seminggu. "Itu juga masih aku tambah latihan tiap malam bersama klub. Kebetulan dekat rumah. Biasanya aku drill layup dan shoot," terangnya.

Melihat intensifnya latihan yang dilakukan Tri, gak heran doi bisa langsung on fire di laga debutnya. Jadi, buat kalian yang DBL belum main di kotamu, tetap rajin latihan ya, guys.

Tri sendiri begitu bahagia ketika tahun ini bisa masuk skuad SMAN 3 Mataram. "Ini tahun pertamaku ikut DBL," ujarnya. Sebenarnya kesempatan pertama itu datang pada 2020 lalu, namun pandemi membuat kompetisi DBL pun tertunda ke tahun ini. "Excited banget, apalagi DBL 2021 ini pertandingan pertamaku di tahun ini. Seneng akhirnya dapat kesempatan di tahun terakhir SMAku," ujarnya.

Tri dan kawan-kawannya sebenarnya bertekad memenangkan pertandingan pembuka. Sebab, 3 tahun lalu kakak kelasnya juga kalah dalam pertandingan pertama. "Jadi kami semuanya bertekad dari awal untuk mati-matian buat menangin pertandingan kemarin. Tapi apa boleh buat, kami kalah," ungkapnya. Ia menyebut persiapan timnya memang masih kurang maksimal. Sebab, pandemi memang tidak membuat mereka leluasa berlatih bersama.

Trim mengaku sebenarnya sempat down ketika timnya ketinggalan. Apalagi ketinggalan itu terjadi karena banyaknya turnover. "Waktu itu aku dan teman-teman sempat down. Tapi aku coba bangkitkan mental teman-teman lewat poin yang aku buat. Tapi ya sudahlah yang penting kami sudah berupaya maksimal. Semoga tahun depan sekolahku bisa dapat hasil yang lebih baik," pungkasnya.

Bagi kalian yang belum tahu, Beat The Record merupakan program baru di DBL 2021. Program ini mencatatkan rekor-rekor yang dibuat para pemain DBL di setiap seriesnya, di tiap pertandingan. Rekor tersebut bisa rekor tim atau individu. Banyak capaian-capaian yang itu bisa masuk Beat The Record. Ada poin terbanyak, assist terbanyak, block terbanyak, siapa yang membuat dobel-dobel pertama di series itu dan lainnya. Jadi, pacu terus kemampuan kalian agar nama kalian ada dalam catatan Beat The Record DBL.(*)

Jangan lupa ikutin pertandingan hari kedua ya guys, jadwalnya ada di sini:

 

  RELATED ARTICLES
Comments (0)